10 Naskah Drama Natal Pemuda dan Anak Sekolah Minggu Terbaru

Kumpulan Naskah Drama Natal Sekolah Minggu Terbaru, Pemuda dan mentor kreatif menciptakan drama Natal yang pesannya sanggup diterima oleh kongregasi selama perayaan Natal. Pemilihan abjad dalam drama membutuhkan pemilihan khusus sehingga program sanggup berjalan dengan sukses.

10 Naskah Drama Natal Pemuda dan Anak Sekolah Minggu Terbaru
10 Naskah Drama Natal Pemuda dan Anak Sekolah Minggu Terbaru

DRAMA NATAL ANAK I – HADIAH YANG PALING BERHARGA

SINOPSIS:

5 orang anak sedang bersedih alasannya di hari Natal ini, mereka tidak mendapat hadiah yang mereka inginkan. Tiba- tiba muncul seorang anak miskin dihadapan mereka yang sangat sederhana, namun sinar kebahagiaan tampak dari wajahnya. Kelima anak yang cemberut itu pun bertanya apa belakang layar senyuman manis si anak miskin itu. Rahasianya pun dibisikkan oleh si anak. Rahasianya yakni Hadiah yang awet yang tidak pernah habis. Ke 5 anak itu pun terkejut. Mereka ingin tau dan ingin mempunyai hadiah yang awet itu. Merekapun mengikuti si anak miskin kemanapun ia pergi. Hingga akhirnya, si anak sederhana bertemu seorang nenek bau tanah terjatuh dan sayur- sayur jualannya berantakan di lantai. Si anak miskin membantu si nenek dengan penuh kasih. Si nenek membisikkan sesuatu kepada anak itu. Anaksederhana itupun pergi sambil melompat- lompat gembira. Ke 5 anak itu menanyakan si nenek, apa yang dibisikkan si nenek kepada anak itu, nenek itu menyampaikan ” hatinya penuh KASIH” Lalu si anak miskin sederhana bertemu dengan seorang anak gelandangan yang sedang mengamen dan anak itupun memperlihatkan uang recehan sambil tersenyum. Anak gelandangan itupun membisikkan sesuatu kepada si anak sederhana itu. Ke- 5 anak itu lagi2 bertanya kepada anak gelandangan itu anak itu menjawab “hatinya penuh KASIH”. Ke- 5 anak makin penasaran. Lalu mereka menggandakan perbuatan si anak untuk mengambarkan apakah mereka sanggup sebahagia itu bila melakukannya. Lalu mereka memberinya baju yang bagus dan anak itu begitu bangga sambil mengucapkan terimakasih berulangkali. Ajaib, hati mereka ber 5 pun ikut bangga alasannya melihat anak itu gembira. Lalu mereka menemui anak sederhana itu dan mengucapkan terimakasih dikarenakan telah memberi mereka hadiah yang kekal. Anak sederhana itu mengatakan, hadiah itu bukan darinya, tetapi berasal dari Allah yang sudah terlebih dahulu mengasihi insan melalui kelahiran Yesus Kristus. Karena Allah memberi KASIH, maka kitapun mempunyai KASIH. Itulah hadiah awet yang tak pernah habis, yang menciptakan insan yang memilikinya selalu merasa bahagia.

PEMAIN DRAMA

Si Sehat        : seorang anak bertubuh besar memegang coklat
Si Kaya        : seorang anak berpakaian bagus dengan banyak uang
Si Keren    : Seorang anak bagus dengan banyak perhiasan
Si Ganteng    : Seorang anak laki- laki ganteng dengan pakaian rapid an bagus
Si Pintar    : Seorang anak berkacamata dan memegang buku
Narator        : pembawa cerita
Si Sederhana    : Seorang wanita yang berpakaian biasa tapi bersih
Nenek        : bau tanah dan bertongkat
Pengamen    : seorang anak dengan baju kumal
Gelandangan    : seorang anak dengan baju koyak- koyak
DRAMA

Babak 1

(Dipanggung ada 5 orang anak yang sedang duduk dengan wajah cemberut dan tidak bersemangat)

Narator         : Selamat Natal Anak- anak!… loh, kok pada cemberut semua ? Ini kan hari Natal, biasanya kita merayakannya dengan penuh sukacita. Kenapa wajah kalian bersedih?

Si Sehat    : Aku sedih, alasannya mama ku gak kasih saya hadiah coklat yang saya minta di hari Natal ini. . Kalau Siver Queen, Cadbury, ini semua sih sudah biasa. Aku sih mau coklat yang enak yang belum pernah saya makan, tapi mama ku sibuk. Gak sempat beli katanya. Huh! Kesal deh.
Si Kaya        : Aku kecewa, batal liburan Natal ke Negri Paman Sam. Teman- sahabat tau gak Negara apa itu? Amerika. Iya, 2 bulan yang kemudian papa dan mama mengajak saya merayakan Natal di sana. Wow, coba bayangkan teman- teman..tapi batal deh, alasannya papaku sibuk dengan proyek kerjanya yang baru.. hmm, mengecewakan!

Si Cantik    : Aku murung alasannya di hari Natal ini, baju baruku Cuma ada 1. Biasanya mama belikan 5 baju setiap Natal. Katanya sih, alasannya Opungku di kampong sedang sakit. Dan papa- mama harus kirim uang ke kampong. Huhhh! Kesal aku! Opung yang sakit, saya yang sial… gak punya banyak baju baru.

Si Ganteng    : Sama dong nasib kita,.. Aku juga lagi kecewa nih, alasannya Sepatu impianku gagal kumiliki. Masakan harus pake sepatu Natal yang tahun lalu. Malu- maluin. Ini semua gara- gara kakakku harus bayar uang semesteran kuliahnya, eh, saya yang jadi korban. Kesal!

Si Pintar    : Aku yang paling sedih. Aku nih, hobi sekali membaca. Papaku beri saya hadiah natal buku dongeng Harry Potter yang edisi terbaru. Aku sangat bahagia. Tapi adikku malah berulah, buku ku hancur di sobekkannya. UUUU…. Sedih sekali…

Narator        : Ooooo… itu ya alasannya sehingga wajah kalian semua pada cemberut. Coba kalian lihat nih, anak wanita ini..

(Masuk si Sederhana sambil tersenyum gembira)

Si Sederhana    : Teman- teman… mengapa kalian bersedih hanya alasannya hadiah- hadiah yang gampang habis dan gampang rusak ibarat itu? Coba kalian mempunyai hadiah ibarat hadiahku, niscaya kalian tidak akan pernah bersedih.

Ke- 5 anak    : Emang hadiah Natal kau apa?

Si sederhana    : Hadiah ku itu awet sifatnya, tidak akan pernah habis, rusak atau hilang. Akan tetap ada selamanya, dan yang terpenting lagi bagi yang memilikinya akan selalu bergembira

Ke- 5 anak    : Apa dong? Berikan kami hadiah itu…

Si Sederhana    : Hmmmm…. (sambil tersenyum). Aku pergi dulu ya… (meninggalkan panggung)
Si Pintar    : He, teman- teman, mau gak kalian merasa senang ibarat anak itu?

Semua Anak    : Mau! Yuk kita ikuti dia, semoga kita tahu apa hadiah yang paling berharga itu..

Babak 2

(Seorang nenek sedang berjalan tertatih-tatih, kemudian terjatuh dan sayur jualannya pun berserakan. Si Sederhana lewat dan di belakangnya ada ke 5 anak yang mengikutinya dengan diam- diam)

Nenek        : Aduhhhh, kakiku sakit sekali…

Si Sederhana    : (Sedang lewat kemudian cepat- cepat menolong si nenek, mengurut kaki nenek dan
membantunya bangun serta mengumpulkan sayur2an) Wahhhh… nenek jatuh ya, kasihan sekali… hening nek, saya akan membantu nenek

Nenek        : Trimakasih ya nak… (membisikkan sesuatu ketelinga anak itu) “hatimu penuh KASIH..”

Si Sederhana    : Trimakasih kembali nek… hati- hati ya nek.. ( sambil pergi dengan tersenyum)

(Ke 5 anak menghampiri si Nenek)

Si Kaya        : Nenek membisikkan apa tadi kepadanya?

Nenek        : Ooo… nenek hanya bilang, hatinya penuh dengan KASIH. Eh, kalian ini siapa?

(Ke 5 anak itu membisu saja dan kebingungan)

Babak 3

(Seorang pengamen sedang mengamen, kemudian si Sederhana lewat dan memberinya uang)

Si Sederhana    : Nih dek, saya punya sedikit uang… tidak mengecewakan beli roti mu.. Eh, kau gak merayakan natal? Kok di hari Natal masih mengamen?

Pengamen    : Trimakasih, Kak, tapi saya tidak sanggup merayakan Natal, alasannya saya hanya punya baju yang kumal dan robek- robek ibarat ini. Jangankan untuk beli baju, makan aja susah

Si Sederhana    : Oooo begitu yaa… Sebentar saya mau ambilkan baju abangku yang sudah gak muat semoga untuk kau ya, semoga kau ikut ke gerejaku merayakan Natal. Mau kan?

Pengamen    : Trimakasih kak… (membisikkan sesuatu ketelinga anak itu) “Kakak sangat penuh KASIH

(Si Sederhana pergi dengan wajah bahagia, ke- 5 anak yang mengikutinya menghampiri si Pengamen)

Si Cantik    : Apa yang kau bisikkan kepada anak itu?

Pengamen    : Kakak sangat penuh KASIH, itu yang saya katakan, ehh, kalian ini siapa?

Si Ganteng    : (mengeluarkan baju bagius dari tas nya kemudian memberinya kepada si pengamen) Nih, tadi kau bilang, gak sanggup ikut merayakan Natal alasannya gak punya baju ya, nih saya punya banyak baju yang bagus- bagus, kau pakai aja…

(Ke- 5 anak membantu si Pengamen menggunakan bajunya, kemudian mengajaknya untuk merayakan Natal mereka pergi keluar panggung dengan senyum gembira)

Babak 4

Si Sehat        : Ajaib sekali!… Setelah berbuat baik pada anak miskin ini, mengapa hati kita jadi bangga ya teman- teman?

Ke 4 anak     : Iyaaa… mengapa begitu ya?…

Si Sederhana    : (Tiba- tiba datang) Itu artinya, kalian telah mendapat Hadiah yang awet itu

Ke- 5 anak    : Hahhhhhh?? Benarkah??

Si Sederhana    : Iya teman- teman… Hadiah Kekal yang tidak pernah habis dan rusak itu yakni KASIH. Karena Allah yang terlebih dahulu memberi KASIH kepada kita, maka kita juga harus memberi KASIH kepada sesama kita. Kalau kita selalu berbuat KASIH, maka hati kita akan merasa bahagia. Kita akan selalu tertawa dan tersenyum sepanjang hari. Lihat, ibarat wajah kalian itu…

(Ke- 5 anak saling melihat dan mereka tertawa bersama)

Narator        : Nahhhhh,… begitu dong…. Hari kelahiran Yesus menjadi penuh sukacita alasannya hati kalian yang dipenuhi oleh KASIH. Selamat Natal anak- anak semua!

Semua anak    : SELAMAT NATAL!…. Bahagianya hidup dengan kasih

10 Naskah Drama Natal Pemuda dan Anak Sekolah Minggu Terbaru
10 Naskah Drama Natal Pemuda dan Anak Sekolah Minggu Terbaru

DRAMA NATAL ANAK II – “kasih itu membuatkan bersama”

Pemeran

·        Orang kaya
·        Orang sederhana
·        Orang Miskin
–      Orang lapar
–      Pengamen
–      Pemulung
–      Perampok
–      Narator

Cerita

N: Sebelum natal, ada seorang kaya  berjulukan Grandy.ia sangat sombong. suka Menghamburkan Uangnya suka membelikan barang yang tidak berguna
Di Suatu Taman, orang kaya ini sedang berjalan jalan dengan temannya sambil menyombongkan dirinya dengan barang barang beharganya.dari kejauhan, orang kaya ini melihat ada orang yang ia kenal
OK: woii kayanya gua pernah liat tuh orang (berbicara dengan temannya)
TOK: Hah mana!? (sambil mencari cari )
OK: itu loh! Noh! noh! (sambil menunjukkan)
TOK: Temen usang lu yaa!?
OK: iya deh Coba kesana yuk pengen liat! Penasaran nih gua!
N: ketika orang kaya mendekati orang itu, ternyata orang itu yakni Sahabat orang kaya, Orang sederhana.
OK: Itu Temen Gue! Ehh Brenda! Nael! (sambil memanggil)
OS: Ehh ada yang manggil.. Siapa yaa? (sambil melihat)
OS: ohh itu si Grandy! Grandy!!!
OK: woi!! udah usang banget kita ngak ketemu! Udah berapa yak? Ohh iya! 3 Tahun! Tapi kok kalian masih gini gini aja yaa hidupnya?
OS: (tersenyum) Tumben lu lagi di taman ngapain?
OK: biasalah refreshing dulu lah yahh nyantai doang disini
OS: hahaha kalo gue sih jalan jalan doang
OK:Gimana Kabar lu?
OS: yahh… baik baik aja kalo elu?
OK: Luar biasa banget! Yah biasalah pejabat! Uangnya banyak,bisa ketemu presiden. Nih duit gua aja segepok! (memamerkan uangnya)
OK: ohh iya… hmmm ehh gua kan udah jadi sahabat elu… (memegang bahu OS)
OK: Gimana Kalo gua traktir elu di restoran?
OS: Wahhh ada apa ini? Oke deh kapan?
OK: okee deh… besok ngumpul jam 12 siang ya..
OS:Oke!!
N: Orang sederhana pun senang alasannya sanggup bertemu dan akan ditraktir oleh sahabatnya sendiri…
N: Keesokan Harinya seharin sebelum natal Mereka pun Bersiap siap untuk pergi ke restoran… mereka berangkat dengan kendaraan beroda empat grandy yang glamor itu
Di suatu Jalan, ada sekumpulan orang miskin, di jalan itu memang populer dengan jalan miskin. Tiba tiba ada beberapa orang kelaparan yang gundah ingin makan, orang lapar ini tidak mempunyai uang, mereka hanya mempunyai 1 potong roti saja.
♪…
OL1: (sambil berjalan) kak saya laper nih bagi rotinya dong
OL2: iya kak (memegang perut)
OL3: Iya iya sabar (sambil membelah roti) jangan lupa berdoa yaa
N: mereka sangat kelaparan, hingga roti saja belum cukup.
OL1 & OL2 : Kak masih blom kenyang nih!
OL3 : yahh kita udah enggak punya masakan lagi… sabar yah… Kita berdoa dan kakak akan berusaha, semoga Tuhan yang berikan
N: Tiba tiba kendaraan beroda empat grandy mogok dan datanglah pengamen (acting)
P1: (memainkan Gitar) ♪…
P2: (menyanyi)
P3: (mengedarkan kantong) selamat malam semuanya maaf mengganggu kami ingin menyanyikan sebuah lagu…
Yaa trima kasih apa yang anda sudah beri kami trima… trima kasih (berkumpul di panggung)
P1: ehh kita udah dapet berapa nih?
P2: (sambil menghitung duit) 10…11… 12.000 kak!
P3: Trima kasih Tuhan Yesus kau sudah membantu kami…
N:pengamen sangat senang sekali alasannya ia mendapat hasil yang banyak… tetapi ada perampok yang ingin mencuri uang pengamen
Pe: waduh… ada duit tuhh… comot boleh tuh!
N: kemudian perampok mengambil uang pengamen tetapi pengamen mempertahankan uangnya
Pe: hehh serahin duit lu tadi gua liat lu megang duit tuh cepet!
P3:hahh? Kita ngaa punya duit!
P1: iyaa bener tuh
Pe: halah! Bohong! Bohong! Gua ambil nih ade elu!
P3: aduhh! Ampun ampun bang nih nih duitnya (memberi uang)
*(disini grandy, nael, brenda dan valentino beracting) (grandy mengutamakan mobilnya bukan orang yang sedang susah)
N: kemudian perampok kabur membawa uang pengamen. Pengamen sangat murung alasannya hasil jerit payahnya dirampok.. tiba tiba datanglah pemulung
Pem1:Nia! Udah dapet berapa? ( sambil memasukan sampah)
Pem2: Blom nih glor… saya cape ( sambil menghapus keringat)
Pem1: ya udah duduk dulu yuk ( sambil mengajak)
Pem2: ayo… (sambil bergandengan tangan)
N: pemulung sangat lelah sekali alasannya ia belum mendapat hasil,tiba tiba lewatlah orang kaya dan orang sederhana
OK: Ehh ehh apaan tuh? Ihhhh! Ada insan jorok! Ihh bau!
OS: Ehh kau ngaa boleh begitu nanti kau kaya begitu mau ngaa?
OK: loh? Kok lu sok nasehatin gua sih!? Kok lu usang lama nyebelin dah?
OS: bukan Nasehatin Aku cuman mau bilang kita tuh harus mengasihi… kita kan pernah diajarin guru sekolah ahad di ayat Roma 13 : 8
Tertulis “kita harus saling mengasihi”
OK: loh kok lu sok kaya pendeta sih!? Ceramahin gw!?
OS: bukanya saya ceramahin tap… (dipotong)
OK: Gw jadi kesel sama lu! Gw mau pergi ahh! Males gw disini! Turun lu dari kendaraan beroda empat gua (Pergi)
N: kemudian grandy pergi…. Sedangkan Brenda dan Nael membagi-bagikan masakan kepada orang-orang miskin.

N: Tak usang kemudian, Grandy melihat kelakuan Brenda dan Nael
dan hasilnya Grandy mulai sadar dan bertobat.

OK: (melihat perlakuan Brenda dan nael) )(dalam hati) aduh kok jadi murung gini ya? Tuhan Gimana nih Tuhan? Tuhan ampuni saya Tuhan… saya ingin Bertobat Tuhan… Tapi bagaimana?
N:Lalu hati Grandy tergerak untuk memperlihatkan masakan ibarat yang Brenda dan Nael lakukan pada orang miskin tersebut.
OK: (sambil menyesal) Brenda, Nael.. sebelumnya gua minta maaf ya.. oh iya.. gua ikut bagi – bagi sama kalian deh…
N: Akhirnya Brenda, Nael, dan Grandy membagi- bagikan uang dan masakan pada orang miskin.
N: Natalpun tiba..
N: Saat natal tiba, orang kaya, orang sederhana, dan orang miskin berkumpul di gereja
Mereka saling berkumpul dan saling bertukar kado….
♪…

Inti dari drama ini yakni kebahagiaan tidak hanya didapatkan dari harta atau kekayaan tetapi dengan membuatkan kepada sesama kita sudah menyenangkan Hati Tuhan. “Kasih Kita juga haru Berbagi dan Kasih Juga Peduli kepada Sesama”.
selesai

10 Naskah Drama Natal Pemuda dan Anak Sekolah Minggu Terbaru
10 Naskah Drama Natal Pemuda dan Anak Sekolah Minggu Terbaru

DRAMA NATAL ANAK III – SM GKI Palopo, 11 Desember 2017

Penulis Naskah : Theofani Angguk Kongasa

Tema : Tantangan Kehidupan Zaman Modern

Judul : Marlon, BOSS CILIK

Inti Cerita: Marlon, seorang anak yang berubah menjadi anak nakal yang tidak bertanggung-jawab karena tidak adanya pengawasan/kontrol dari orangtua. Marlon terpengaruh dengan gaya hidup era digital yang biasa dilihatnya di masa kini dan melupakan jati dirinya sebagai anak Tuhan Yesus, sebagai anak2 Tuhan yang bersyukur dalam segala keadaan.

Ringkasan Cerita: Marlon seorang anak kekinian yang baik, ramah, rajin SM, dan melayani puji2an di gereja. Dia terpengaruh lingkugan dan berubah menjadi anak yang nakal. Ibunya memberinya uang untuk di pakai memenuhi kebutuhan sehari-hari karena ibunya harus ke kampung, menjenguk nenek Marlon yang sakit keras. Marlon memakai uang pemberian ibunya untuk bermain-main sesuai dengan keinginannya untuk hidup seperti teman2nya anak orang kaya dengan gaya anak zaman era modern ini. Ia ingin disukai dan dianggap hebat oleh teman2nya sebagai orang yang bisa tampil sebagai anak2 dengan gaya anak masa kini yg trendy, keren (anak zaman era digital). Akhirnya dia kehabisan uang dan meminjam uang kepada ipo Aceng (tetangganya). Namun ditolak karena Marlon dulu pernah pinjam uang dan tidak dapat membayar uang pinjaman. Ibunya telah berpesan kepada ipo Aceng untuk tidak meminjamkan uang lagi kepada Marlon. Maka terpaksa Marlon menerima tawaran ipo Aceng untuk menjadi pembantu di rumah ipo Aceng supaya ia mendapatkan uang gaji untuk kehidupannya setiap hari.

Pemain:

Anak : Marlon (adik), Misyel (kakak)

Ibu : Lanny Kongasa

Tetangga Marlon: Elce Sine (ipo Aceng)

Teman2 Marlon: Delfran-Delfrin, Jovano, Hizkia, Varrel, Lery, Alfredo, Daniel, Ledy, Yervina, Christin, Quincy, Helga, Geofany, Delvia, Kevrich, dll.

Guru SM : Theofani Angguk Kongasa

Alat Perlengkapan: Uang kertas mainan, kacamata, gulungan rambut, hp, tongsis, sapu, alat pel, lap, uang Rp 2000,- dan uang Rp 10.000,- dll.

Babak I : Buka Layar

Tampak Ibu, Marlon dan kakak Misyel duduk di ruang tamu. Ibu sedang menggenggam hp dan menerima telpon.

Ibu: Misyel, Marlon… pamanmu telpon dari kampung, nenekmu sakit dan ibu akan menengoknya… Papamu akan cuti libur dari pekerjaannya di luar kota pada akhir Desember, cuti natal dan TB. Kalian belum libur dan akan ulangan semester akhir tahun jadi kalian tidak bisa ikut ibu menengok nenek, kalian harus tinggal di sini dan tetap ke sekolah dan jangan lupa ke Sekolah Minggu. Ibu akan memberi kalian uang makan dan uang keperluan untuk sekolah. Marlon, uangnya ibu berikan kepada kakak Misyel, bila perlu untuk belanja kebutuhanmu, minta saja sama kakak.

Marlon: ya bu…

( Ibu memberi uang kepada kakak sebesar 5 juta )

Ibu: Ini uangnya… 3 juta untuk kakak dan 2 juta untuk Marlon. (Layar ditutup)

Babak II : Marlon duduk di atas sepeda di depan panggung dan turun ke pintu (buka layar sedikit)

Marlon: (berteriak di pintu layar) “Kakak…!!! aku mau ke SM, minta uang….!!

Misyel : (keluar dari dalam ke depan bersama Marlon di depan layar yg terbuka sedikit) “Oh iya…ini uang persembahanmu…” (Misyel menyodorkan uang 2000a

Marlon: “Hanya Rp 2000? ….kak, saya tidak mau uang sedikit ini, saya mau pegang separuh uang yang mama berikan kepada cece/kakak.

Misyel : “Marlon… ingat pesan mama, kakak yang mengatur belanjamu dan jangan belanjakan uang dengan sembarangan. Kita bukan orang kaya dan nenek juga sedang sakit dan butuh biaya yang cukup besar. Ini kakak tambah uangnya.” (menyodorkan uang Rp 10.000,-)

Marlon: “Aah… pokoknya aku mau uang mama separuhnya! Kalau kakak tidak mau memberi, aku tidak mau ke SM dan setiap hari tidak akan pergi ke sekolah… saya mau main2 saja!

Kakak : “Baiklah, terserah padamu… (kakak masuk ke dalam mengambil uang lalu keluar lagi menemui Marlon) “Ini uangnya… terserah kamu deh… awas! Saya laporin ke ibu!”

Marlon: “Terserah! Lapor saja… ibu kan jauh di kampung nenek, saya ke SM sekarang… (naik sepeda di depan panggung… putar balik sepeda ke pintu samping lagi) (Kakak masuk di balik layar dan layar ditutup).

Narator: Marlon begitu gembira, dan pergi ke SM. Pulang SM ia bertemu dengan teman2nya.

(Tampak teman2 Marlon duduk di tangga depan layar) Marlon lewat naik sepeda pake kacamata.

Delfran: “Marlon… o tawwa… hebatnya … gaya nih… pake kacamata mau ke mana?

Marlon: (berhenti dan bercakap2 dengan temannya sambil duduk di atas sepeda) “Mau jalan2 dong…”

Jovano: “Jalan2 ke mana?

Marlon: “Ke mall Hyper, Matahari, main2 di Timezone… terserah deh… pokoknya jalan2….

Delfrin: “Ikutka Marlon…

Teman2 lain: “Saya juga… saya juga… saya juga”

Jovano: “Traktir ki Marlon

Marlon: “Oke teman2… ini uangku banyak (Marlon memamerkan uangnya kepada teman2nya) ayo let’s go!!!

Babak III (Layar tetap tertutup, drama ditayangkan via video in LCD)

Shooting Marlon dkk di mall Hypermart, Mall Matahari dan Timezone, Toko Harco, Toko Baru, Toko Fans Celular.

Di Timezone, mall hypermart Palopo.

Marlon dkk di mal Matahari dan ketemu ipo Aceng

Delfran: ehhh itu ipo Aceng Odek…

Marlon: Ipo… apa di bikin

Aceng: ohhh Marlon …biasalah… ipo tiap minggu shopping… jalan2 cuci mata biar tidak stress….Kalian mau apa rame2 ke sini?

Delfrin: Kita ditraktir Marlon main2 ke sini…

Aceng: Wahh hebat sekali Marlon

Marlon: Saya ada tabungan ipo….

Aceng: Ok… selamat bersenang2 anak2… ipo mau lihat2 ke sana dulu ya!

Anak2: Bye ipo…

Narator: (Bicara sesuai dengan perjalanan Marlon di video yg tayang di LCD)