Last Update : Senin, 24 Februari 2020

Betantt.com – Jika kita berbicara mengenai destinasi tempat wisata di Indonesia maka bisa dikatakan bahwa pembahasan kita tak akan pernah selesai. Hal ini dikarenakan ada banyak sekali destinasi wisata yang bisa kita kunjungi.

Setiap daerah yang berada di Indonesia bisa dikatakan selalu memiliki destinasi wisata yang menarik dan unik untuk di kunjungi. Banyak sekali tempat wisata alam indonesia yang tersembunyi dan masih menyimpan keindahan alam yang pastinya tak akan membuat kecewa.

Dari banyaknya destinasi wisata yang masih tersembunyi tersebut Indonesia memang tak akan pernah kehabisan dengan yang namanya lokasi wisata.

Salah satu tempat yang bisa dikatakan merupakan destinasi wisata yang cukup menarik adalah Kota Maumere.

Ada banyak sekali tempat wisata di maumere yang bisa kita kunjungi. Mungkin, memang banyak yang belum mengetahui tentang potensi wisata yang ada di kota Maumere.

Namun, sebenarnya kota ini sendiri menyimpan banyak sekali destinasi wisata yang pastinya akan sanggup membuat kalian terpesona dengan keindahannya. Ada beberapa lokasi wisata yang bisa kalian kunjungi

Indonesia timur mutiara hitam nan indah dan wisata unik di maumere adalah sebagian kecilnya.

Agar tidak jenuh ada baiknya anda pergi berlibur sesekali menjelajah Indonesia bagian timur. Membiarkan kulit terpapar sinar matahari dan menyerap vitamin D, tentunya tidak masalah bukan?

Menghirup udara segar, memandang birunya lautan tentunya akan menghempas semua beban dan penat kesibukan rutinitas perkotaan.

Pantai Koka

Pantai Koka Sebagai salah satu destinasi wisata bahari di indonesia, memang tak mengherankan jika kawasan Maumere memiliki keindahan pantai yang tak bisa dianggap remeh. Salah satu destinasi tempat wisata di maumere yang berupa pantai adalah Pantai Koka. Sebuah pantai dengan keindahan yang tak perlu diragukan lagi.

Jika kita berkunjung ke pantai yang satu ini maka kita akan disuguhi dengan keindahan pantainya yang sangat menawan. Pantai yang satu ini bukanlah tergolong pantai yang sepi, namun juga bukan tergolong pantai yang sangat ramai. Pantai ini akan menjadi lumayan ramai ketika hari libur tiba atau saat weekend menjelang. Biasanya yang banyak datang menuju lokasi adalah para anak muda yang berada di kawasan Maumere ataupun beberapa kawasan lain yang berada di sekitar kawasan maumere.

Pantai yang satu ini memiliki pasir yang berwarna kecoklatan dan sangat halus. Warna merah kecoklatan dari pasir ini akan sangat kontras dengan warna biru bening dari laut. Jika kalian berkunjung ke pantai yang satu ini maka kalian akan langsung tertarik untuk melepas alas kaki dan merasakan kelembutan pasirnya secara langsung. Jika kita perhatikan secara seksama, pantai Koka ini memiliki sedikit kemiripan dengan pantai tanjung Aan yang juga menjadi salah satu tempat wisata di Lombok. Meskipun, pantai yang satu ini sudah terkenal keindahan alamnya, namun, bisa dikatakan bahwa fasilitas yang ada di kawasan ini masih sangat minim.

Patung Bunda Maria Bukit Nilo

Patung Bunda Maria Bukit NiloSebagai salah satu destinasi tempat wisata di Nusa Tenggara Timur, kota Maumere memang memiliki banyak sekali destinasi wisata yang masih belum banyak orang ketahui. Tempat wisata yang satu ini bisa dikatakan cukup berbeda dari lokasi wisata yang lain. Tempat wisata yang satu ini merupakan salah satu bagian dari wisata religi di Indonesia, tempat ini memang cukup terkenal bagi para umat Katolik yang berada di kawasan maumere.

Keberadaan patung Bunda Maria setinggi 28 meter ini memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat maumere. Patung yang berada di Bukit Keling-Nilo, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, ini memang tak hanya banyak dikunjungi oleh pemeluk agama katolik saja. Namun, banyak juga wisatawan pemeluk agama lain yang juga datang untuk melihat kemegahan dan keindahan dari patung ini.

Patung seberat 6 ton ini mulai dibangun pada tahun 2004 dan diresmikan sebagai sebuah lokasi wisata religi pada tahun 2005 oleh Almarhum Uskup Agung Ende Mgr. Abdon Longinus da Cunha. Daya tarik yang ada di kawasan ini tak hanya berasal dari patung ini saja. Namun, keindahan alam yang sangat menawan dari bukit ini juga menjadi sebuah nilai lebih yang tak bisa di abaikan begitu saja. apalagi jika kita datang pada saat menjelang matahari tenggelam. Pemandangan salah satu sunset terindah di Indonesia akan menyambut kita.

Museum Bikon Blewut

Museum Bikon BlewutDestinasi tempat wisata di Maumere yang satu ini memang sangat berbeda dengan yang lain. Hal tersebut dikarenakan tempat yang satu ini banyak menyimpan sejarah yang berhubungan dengan kota Flores. Jika kita berkunjung ke suatu kota maka sebaiknya kita juga sedikit mengetahui mengenai sejarah kota tersebut.

Untuk mengetahui sejarah suatu kota maka, tempat yang pas dan sesuai adalah museum. Sebagai salah satu destinasi museum unik di Indonesia, keberadaan Museum Bikon Blawut yang berada di maumere ini memang cukup penting. Museum yang masuk di dalam kawasan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Ledalero, ini menyimpan banyak sejarah masa lampau Flores yang berupa artefak dan fosil-fosil manusia purba. Museum ini Sendiri di dirikan pada tahun 1973 oleh seorang Misionaris SVD, Pastor Theodor Verhoeven.

Beliau selain sebagai seorang Pastor juga merupakan seorang arkeolog. Fosil dan artefak yang ada di dalam museum ini sendiri merupakan hasil penggalian beliau di gua-gua yang berada di sekitar Maumere. Banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Maumere selalu menyempatkan waktunya berkunjung ke Museum ini. Jika kalian datang dan berkesempatan untuk berkunjung ke Maumere, jangan lewatkan untuk berkunjung ke lokasi ini.

Desa Doka

Desa DokaMengunjungi Maumere tak akan pernah lengkap jika kita hanya memburu keindahan alamnya saja. Ada sisi lain yang juga harus kita jelajahi selama berada di Maumere. Penjelajahan budaya dan ada asli masyarakat yang berada di Maumere merupakan salah satu hal yang bisa kita lakukan.

Jika kalian ingin merasakan suasana budaya yang kental dengan keramah tamahannya dan kearifannya maka kalian bisa berkunjung ke Desa Doka. Sebuah Desa yang juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Indonesia. Desa yang berada di balik gunung ini memang menyimpan kearifan lokasi khas masyarakat Flores dan Maumere. Selain itu kita juga bisa membeli dan melihat langsung salah satu hasil kebudayaan yang sangat terkenal dari Flores, yaitu kain tenunnya.

Siapa yang tak mengenal keindahan dan kualitas dari kain tenun yang berada di kawasan Flores ini. Untuk dapat menuju kawasan yang satu ini memang tidak terlalu susah. Kita bisa menggunakan kendaraan pribadi dan menempuh jarak sejauh 20 km dari kota Maumere. Perjalanan ini mungkin akan sedikit melelahkan, namun, setibanya di kampung ini, maka kalian akan bisa melihat beragam kegiatan khas masyarakat yang masih sangat menjunjung tinggi kebudayaan daerah mereka.

Pantai Kajuwulu

Indonesia memang memiliki banyak pantai yang bisa menjadi destinasi liburan untuk anda. Hingga masih begitu banyak pantai yang masih asri dan jarang tersentuh alias masih perawan.

Mengunjungi pantai Kajuwulu akan membuat anda menikmati pantai dari sisi yang berbeda. Menaiki anak tangga menuju bukit dan sobat travela akan melihat tanda salib besar diujung bukit.

Berada dilokasi ini akan membius anda disaat senja, jangan lewatkan untuk menikmati matahari berpulang di pantai eksotis satu ini.

Teluk Maumere

Perjalanan wisata bahari akan semakin lengkap jika sobat travela menyempatkan untuk singgah di Teluk Maumere. Lokasi ini menjadi lokasi populer untuk menyelam karena keindahan bawah lautnya tidak bisa di elakkan.

Tidak hanya satu lokasi saja, anda bisa menjelajah 19 pulau dengan terumbu karang dan biota lautnya yang menawan. Surga dunia satu ini belum banyak dijamah sehingga memiliki keindahan yang masih terjaga.

Jika anda bertandang ke wisata unik di Maumere satu ini, jangan lupa untuk mengabadikan momen dibawah air.

Anda juga harus merasakan pengalaman menyelam di taman laut Teluk Maumere yang menjadi tempat paling disukai fotografer dunia.

Agar liburanmu lebih leluasa, tidak ada salahnya menyewa perahu atau boat sebagai sarana transportasi. Dengan begitu anda bisa menjelajah lebih banyak keindahan dari wisata bahari milik Maumere ini.

Pulau Pangabatang

Keindahan bahari Maumere memang tidak akan bisa membuatmu puas sehingga anda wajib datang ke Pulau Pangabatang ini. Surga cantik ini memang mulai dikenal semenjak dijadikan lokasi sebuah film Indonesia berjudul Kisah Tiga Dara.

Tidak hanya berjemur, anda juga bisa melakukan snorkeling atau diving untuk melihat keindahan bawah laut pulau cantik ini. Mengunjungi pulau satu ini seperti, berada di pulau pribadi dengan air jernih dan pasir halus yang membuat enggan untuk pulang.

Pasar Geliting

Untuk melihat lebih dekat masyarakat dan kehidupan lokal tidak lengkap rasanya jika anda tidak mengunjungi pasar tradisionalnya. Di pasar Geliting anda bisa membeli banyak oleh oleh seperti kain tenun ikat dan juga minuman tradisional khas NTT yaitu moke.

Pasar ini merupakan pasar tertua di Kabupaten Sikka dan menjadi wisata unik di Maumere yang harus anda kunjungi.

Pastikan juga siapkan banyak space kosong di kopermu untuk membawa seluruh oleh-oleh tenunan maumere dan oleh-oleh kulinernya.

Pantai Doreng

Pantai Doreng terletak di Desa Nenbura, Kecamatan Doreng. Pantai ini menawarkan keindahan hamparan pasir yang memanjang lebih dari 4 kilometer. Pasir di Pantai Doreng berwarna putih kecokelatan. Anda bisa berbaring sejenak menikmati bau pasir khas pantai selatan. Suasana pantai hening hanya sesekali debur ombak yang memecah di bibir pantai menginterupsi keheningan yang ada.

Di Pantai Doreng, Anda akan menemukan hamparan pohon kelapa milik warga dengan rumah penduduk yang berbaris dibangun mendekati pesisir pantai. Kami sengaja memilih lokasi persinggahan di dekat Kantor Desa Nenbura karena banyak rumah penduduk dan akses jalan berupa jalan rabat yang bagus menuju ke tepian pantai.

Di pantai yang belum terjamah ini, selain tidur-tiduran di atas pasir, tidak ada salahnya Anda berenang di pesisir sambil menikmati gulungan ombak pantai selatan.

Usai berenang, Anda perlu melalukan aktivitas lainnya seperti berjalan-jalan di pesisir menuju ke lokasi yang berbatasan dengan tebing pantai. Pada area ini, Anda seperti berada pada batas tepian pesisir pantai.

Betapa tidak, yang Anda lihat selanjutnya adalah hamparan bebatuan karang berwarna hitam berkilauan yang berdiri kokoh. Sesekali, mata Anda akan dimanjakan dengan burung-burung laut yang seolah sedang beristirahat di atas batu karang.

Selain hamparan pasir putih, lokasi ini menjadi spot foto favorit para pengunjung. Berdiri membelakangi bebatuan karang dengan buih putih air laut yang memercik terpecah di batu karang menjadi salah satu adegan foto yang layak dicoba.

Anda juga bisa terus berjalan-jalan menyusuri area ini. Melompati satu batu karang ke batuan karang lainnya. Memang perlu ekstra hati-hati karena batu karang yang licin.

Sesekali, Anda akan melihat kepiting yang menyembul keluar dari balik bebatuan. Area ini dapat dikatakan seperti pembatas antara pesisir pantai dengan tebing. Pada bagian atas tebing adalah lintasan jalan utama menuju desa ini.

Jika puas menikmati lekuk tebing dan bebatuan karang. Anda bisa kembali menyusuri pesisir pantai. Pepohonan khas tepi pantai, seperti pohon waru, beringin laut, dan aneka pohon lainnnya banyak terdapat di pesisir pantai. Kalau sudah lelah, Anda bisa sejenak berbaring dibawah rindangnya pohon beringin pantai.

Sebaiknya, saat berkunjung Anda perlu membawa bekal makanan karena tidak ada warung makan yang akan dijumpai di pantai ini. Lokasinya masih dibiarkan alami dan belum ada penataan sama sekali. Sehingga saat berkunjung, Anda perlu menyiapkan bekal makanan dan minuman yang cukup.

Pantai Wairterang

Pantai Wairterang merupakan pantai yang terletak di sekitar 28 kilometer di sisi Timur kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka. Pantai Wairterang ini merupakan pantai yang berpasir hitam.

Pantai Wairterang

Pantai ini saat ini mulai ramai dikunjugi wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pantai yang berada di area perairan Teluk Maumere ini mempunyai luas sekitar 62,45 hektar. Pantai ini termasuk dalam pantai yang dilindungi pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada Surat Keputusan (SK) Nomor 26/Kpts-II/1987 menyatakan bahwa di areal kawasan taman wisata laut gugus pulau Teluk Maumere dilarang melakukan kegiatan menangkap ikan menggunakan bom potasium, mengambil karang, dan biota laut yang dilindungi serta merusak bakau atau mangrove.

Pantai ini memang mempunyai daya tarik tersendiri karena pantai ini berada di tengah Teluk Maumere. Dari pantai juga bisa dilihat pulau besar di tengah laut. Banyak wisatawan datang mengunjungi pantai ini sendirian, bersama keluarga, atau datang berkelompok.

Gunung Egon

Gunung Egon sendiri berada di wilayah timur dari Maumere atau sekitar tiga puluh kilometer dari ibu kota Kabupaten Sikka tersebut.

Pada awal tahun 2016, status Gunung Egon dinaikkan menjadi “siaga” akibat dari aktivitas vulkanik yang meningkat pada saat itu. Gempa juga dirasakan para warga setempat yang tinggal tepat di kaki Gunung Egon. Letusan dahsyat terakhir gunung ini terjadi pada tahun 1925 dan letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2008 lalu. Walaupun aktivitas vulkaniknya seringkali meningkat dan menimbulkan keresahan, dalam kondisi normalnya gunung ini merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki yang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur.

Dengan ketinggian 1.703 meter di atas permukaan laut, Gunung Egon tentu menyuguhkan pengalaman petualangan yang seru bagi para pendaki yang berkesempatan menginjakkan kaki di gunung ini. Tersedia dua akses pendakian bagi para pendaki yang ingin bercengkerama langsung dengan suasana alam Gunung Egon.

Pendakian dapat dimulai dari Posko Pengamatan Gunung Egon atau dari Desa Blidit. Untuk mencapai lokasi dari Gunung Egon, para pendaki dapat menempuh perjalanan dari tiga wilayah yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Sikka yaitu Kabupaten Ende, wilayah Flores Timur, dan Kabupaten Ngada.

Gunung Egon

Di punggungan pertama sebelum sampai di bibir kawah, terdapat beberapa alat untuk mendeteksi aktivitas gunung api ini. Dari lokasi tersebut, para pendaki cukup melewati satu punggungan yang cukup terjal untuk sampai di bibir kawah Gunung Egon. Selain luas kawah yang menjadi sisa letusan, dari salah satu sisi Gunung Egon juga terdapat semburan asap panas yang menandakan aktivitas vulkanik dari gunung berapi yang satu ini.

Gereja Tua Sikka

Sikka merupakan nama dari sebuah desa kecil yang ada di Pulau Flores. Mayoritas penduduk di sini berprofesi sebagai nelayan dan penjual makanan. Di desa ini terdapat banyak peninggalan sejarah yang membuat wisatawan rela berbondong-bondong ke sini. Salah satunya adalah gereja. Gereja ini sudah ada dari abad ke 14. Itulah mengapa disebut dengan gereja tua Sikka. Lokasinya yang dekat dengan pantai dan ditambah dengan bangunan gereja yang eksotis membuat bangunan bersejarah ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan.

Sejarah gereja tua Sikka dibangun sejak abad 14. Pada saat itu, raja Sikka yang bernama Moang Lesu liardira Wa Ngang dan memiliki julukan Ina Gete Amagahar yang artinya adalah pintar, berwibawa dan didengar memutuskan untuk melanglang ke Selat Malaka. Pada saat itu sang raja masih muda. Pada saat dalam perantauannya tersebut, ia bertemu dengan misionaris Katolik asal Portugis. Misionaris tersebut kemudian membabtis sang raja muda dengan nama Don Aleksius atau Don Alexu Ximenes de Silva.

Setelah dibaptis, sang raja diberi hadiah Senhor atau salib dari negara Portugis dan juga patung Meniho atau patung kanak-kanak Yesus oleh Penguasa Malaka bernama Jogo Worilla. Tak lama kemudian, sang raja atau Lesu muda pulang ke kampong halaman bersama dengan Agustinho Rosario da Gama. Di Sikka, ia mendirikan kapel kecil yang dihiasi dengan kedua patung kecil yang ia dapatkan dari hadiah setelah pembaptisan tersebut.

Pada tahun 1617, gereja Katolik di Sikka memiliki pastor pertama yang bernama Manoel de Sa OP. Setelah penempatan pastor pertama tersebut, misionaris dari Portugis tersebut sah melakukan syiar agama. Tentu saja syiarnya menggunakan bahasa Portugis. Uniknya syiar dengan menggunakan bahasa Portugis tersebut masih bertahan hingga sekarang.

Gereja tua Sikka yang bisa kamu lihat sekarang ini bukanlah kapel yang dahulu didirikan sang raja atau Lesu muda atau Da Silva. Tapi gereja tua Sikka ini dibangun atas rancangan Pastor Antonius Dijkmans SJ pada tahun 1893 dan selesai pada tahun 1899. Sementara diresmikan pada 24 Desember 1899 oleh Pastor J Engbers SJ. Arsitek yang merancang pembangunan gereja ini sama dengan perancang yang membangun Katedral Jakarta. Pada tahun 2014, gereja ini direnovasi dengan memplitur seluruh bagian kayunya, sehingga terlihat mengkilap seperti baru.

Sangat beralasan jika gereja tua Sikka termasuk salah satu tempat yang paling sering dikunjungi di Pulau Flores. Terutama bagi wisatawan yang beragama katolik. Bangunan dan arsitektur gereja ini memiliki keunikan tersendiri. Bangunan gereja berukuran besar dengan tiang-tiang yang tinggi dan menjulang jauh seperti terowongan. Di terowongan tersebut terdapat banyak makam-makam yang kondisinya sangat terawatt, sehingga menarik untuk dipandang.

Bangunan gereja tua Sikka terbuat dari kayu jati yang dibangun dengan arsitektur bak istana. Setiap prosesi yang dilakukan di dalam gereja, masih masih menggunakan bahasa Portugis. Itulah salah satu daya tarik dan keunikan yang dimiliki oleh gereja yang ternyata sudah ada sejak abad 14.

Gereja tua Sikka bernama asli Gereja Santo Ignatius Loyola. Di sekitar gereja ini, kamu bisa mengeksplor wisata budaya. Tak jauh dari gereja kayu yang paling terkenal di Flores tersebut, kamu akan bertemu dengan Mama-mama berpakaian tenun. Mama-mama tersebut biasanya akan menawarkan beragam kain tenun yang unik dan cantik. Selain kain tenun, Mama-mama juga akan menawarkan Rosario dari kerang. Rosario tersebut bisa kamu beli sebagai kenang-kenangan. Selain itu, kamu juga bisa melihat langsung proses menenun kain tenun ikat dengan pewarna alami.

Gunung Rokatenda

Pulau Palue seluas 39,5 kilometer ini merupakan tubuh gunung api Rokatenda. Gunung api persegi yang menyembul di utara Flores setinggi 875 meter ini terakhir meletus Agustus 2013.

Pulau gunung api ini seluruhnya merupakan wilayah Kecamatan Palue Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekitar 65 kilometer barat laut dari Maumere. Dalam sejarahnya, gunung ini sudah beratus tahun memberi kehidupan bagi penduduk di seputar lerengnya hingga batas pantai.

Meski tanpa mata air dan lahan untuk bertanam padi, dari generasi ke generasi mereka mampu bertahan. Singkong, pisang, kacang hijau, dan jagung merupakan sumber pangan utama penduduk. Untuk minum, warga mengandalkan tampungan air hujan dan tadahan air pohon pisang.

Di beberapa desa bagian utara pulau seperti di kampung Poa, masyarakat memanfaatkan rongga panas bumi yang mudah ditemukan di sekitar pekarangan untuk disuling uapnya menggunakan pipa-pipa dari bambu. Penyulingan yang unik selama seharian itu bisa menghasilkan satu jeriken air bersih. Cukup untuk minum, masak, serta cuci peralatan dapur.

Cara yang sama juga digunakan penduduk untuk membuat moke, sejenis minuman tradisional Flores dengan bahan baku dari pucuk-pucuk pohon lontar.

Pulau ini memang menawan bagi para penduduk. Meski sejak letusan pada 2012 dan 2013 sudah ada seruan untuk mengosongkan pulau, kehidupan tetap berlangsung di sana. Dermaga Uwa di sisi utara yang berjarak 300 meter dari kantor kecamatan Palue menjadi jantung pergerakan warga dari dan ke pulau ini.

Hutan Mangrove Magepanda

Bila bicara Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terlintas dalam benak pemuja keindahan adalah taman bawah laut Teluk Maumere. Di lokasi tersebut belum lama ini digelar lomba fotografi internasional.

Namun, sebenarnya bukan hanya itu. Masih ada segudang keindahan yang dimiliki Maumere, satu di antaranya hutan mangrove Magepanda. Suasana pagi hari pun sangat indah, belum lagi udara segar khas pantai yang bisa membuat para pelancong betah berlama-lama.

Hutan mangrove yang terletak di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, ini menyimpan sejuta keindahan. Hutan seluas 70 hektare ini terletak di pantai utara Kota Maumere, diapit bukit-bukit hijau yang menjulang indah.

Uniknya, di sebelah barat hutan mangrove terdapat bukit hijau yang indah. Bila dicermati menyerupai sebuah bukit pada serial kartun anak-anak yang sering ditayangkan di televisi, yakni Teletubis. Dengan keunikan itulah bukit tersebut oleh banyak pengunjung disebut Bukit Teletubis.

Selain keunikannya, hutan mangrove juga dilengkapi dengan jembatan bambu sepanjang 450 meter. Objek wisata hutan mangrove ini dilengkapi pula dengan dua buah lopo di tengah hutan dan dua lainnya di tepi pantai.

Termasuk, satu menara pemantau. Alhasil, para pelancong dapat menikmati keindahan mangrove dan alam sekitar dari ketinggian sekitar 50 meter.

Bagaimana cara ke Maumere

Ini merupakan infomasi bagaimana atau how to maumere? Dengan 3 opsi yang bisa di temput ke lokasi tersebut, seperti dibawah ini :

Opsi Darat

Dengan jalur darat, Anda bisa naik kereta menuju Banyuwangi yang diteruskan naik bus jurusan Bali.
Selanjutnya Anda bisa naik kapal tujuan Lombok untuk langsung ke Sumbawa kemudian Labuan Bajo. Dari sana Anda bisa ikut bus rute Moni-Ende yang langsung berhenti di Maumere.

Opsi Laut

Anda juga bisa naik kapal feri dari Bali menuju Lombok. Kemudian naik bus di Terminal Mandalika menuju Bima dan menyeberangi Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo. Nah, dari sana Anda bisa langsung naik bus jurusan Ende-Maumere.

Opsi Udara

Jika menggunakan jalur udara, Anda bisa bertolak dari Denpasar, Bali menuju Bandara Wai Oti yang juga dikenal dengan Bandara Maumere ya.

Menjelajah pulau Flores tidak akan berhenti hanya di Maumere, sobat travela juga bisa melanjutkan perjalanan menuju Labuan Bajo.

Banyaknya destinasi laut yang dimiliki kepulauan nusa tenggara timur akan semakin mudah anda jangkau dengan menyewa kapal di labuan bajo ataupun rental mobil di flores.

Untuk itu sebaiknya bergegas menghubungi kami yang selalu menyediakan segala fasilitas liburan anda di Flores Indonesia timur. Tidak hanya itu, website favorit ini juga sudah terpercaya dan memiliki kredibilitas yang tinggi.

Kata Kunci:

Kata Kunci
15 Destinasi Wisata Unik dan Menarik di Maumere (Update 2020)
maumere tempat wisata
wisata alam di maumere
wisata di maumere
wisata di maumere ntt
tempat wisata di maumere
objek wisata di maumere
tempat wisata di maumere flores
destinasi wisata di maumere
tempat wisata di maumere ntt
wisata kuliner di maumere
wisata alam di maumere
pantai koka sikka
pantai koka flores
pantai koka maumere flores
pantai koka di maumere
pantai koka ntt

pantai koka beach
pantai kokap
pantai kokar alor
bukit nilo maumere
bukit nilo flores
museum bikon blewut ledalero
sejarah museum bikon blewut
desa dokan tanah karo
desa budaya dokan
desa wisata dokan
pantai kajuwulu maumere
puskesmas teluk maumere
taman laut teluk maumere
pulau pangabatang maumere
pulau pangabatang flores
Pasar Geliting
pantai doreng maumere
Pantai Wairterang
gunung egon maumere
gunung egon yang meletus tahun 2008 terletak di
gunung egon meletus

gunung egon flores
gunung egong
gunung egon ntt
gunung egon sikka
gunung egon meletus pada tahun
gereja tua sikka maumere
sejarah gereja tua sikka
gambar gereja tua sikka
gereja tua di sikka
gunung rokatenda meletus
gunung rokatenda meletus 2013
gunung rokatenda palue
letusan gunung rokatenda 2013
sejarah gunung rokatenda
letusan gunung rokatenda
gambar gunung rokatenda
meletusnya gunung rokatenda
hutan mangrove magepanda

magepanda maumere
kecamatan magepanda
tanjung magepanda
puskesmas magepanda
reroroja magepanda