Beranda Cerita Unik Calon Negara Tetangga Baru Indonesia

Calon Negara Tetangga Baru Indonesia

PESAN SPONSOR

Profil

Bougainville (dibaca “bugenvil”) adalah kepulauan paling timur dari Papua Nugini yang beribukota di Buka dan berpenduduk ±250.000 orang. Nama Kepulauan Bougainville memiliki kesamaan asal usul dengan bunga bugenvil yaitu penjelajah Perancis bernama Louis Antoine de Bougainville. Bougainville memiliki beragam suku dengan bahasa resmi yang digunakan adalah Tok Pisin dan Inggris sebagai bahasa nasional PNG, akan tetapi pulau ini memiliki belasan bahasa asli dengan penutur yang sedikit. Agama mayoritas adalah katolik. Penduduk Bougainville tidak mendapat keuntungan dari penambangan sehingga mereka hidup lewat hasil hutan dan laut. Salah satu kebudayaan unik dari Bougainville adalah topinya yang berukuran besar dan dapat ditemukan pada bendera Bougainville.

Letak Bougainville

Sejarah

Pulau Papua dibagi oleh tiga penjajah, jajahan Belanda nantinya akan masuk Indonesia, sedangkan jajahan Inggris dan Jerman menjadi Papua Nugini. Kepulauan ini jatuh ke tangan Jerman pada Abad ke-19 dan menjadi bagian dari Jerman New Guinea (Papua Nugini bagian utara). Pada akhir Perang Dunia ke-1, Jerman mengalami kekalahan sehingga negara-negara jajahannya diserahkan ke pihak yang menang, tak terkecuali dengan Jerman New Guinea. Papua Jerman dan Papua Inggris digabungkan menjadi Papua Nugini yang diperintah oleh Australia. Pulau ini menjadi saksi Dunia ke-2 antara sekutu dengan Jepang. Bougainville bersama dengan Papua Nugini diberikan kemerdekaan oleh Australia tahun 1975 dan masuk persemakmuran Inggris.

Mengapa mereka ingin Merdeka???

  1. Kaya dengan sumber daya alam
    Bougainville terkenal dengan hasil buminya berupa tambang Panguna yang mengandung emas dan tembaga. Tambang ini dikuasai oleh Bougainville Copper Limited yang merupakan anak perusahaan Rio Tinto, sebuah perusahaan asal Inggris-Australia. Tambang ini sangat dibenci oleh penduduk setempat karena kerusakan lingkungan dan tidak membawa dampak ekonomi ke masyarakat. Akhirnya timbul konflik antara pemerintah dengan separatis dimana terjadi perang saudara antara tahun 1988-1998 yang memakan 15.000-20.000 korban jiwa.
  2. Terjadi insiden yang diberi nama Sandline Affair
    Sandline affair adalah skandal politik dimana perdana menteri Papua Nugini Sir Julius Chan menyewa pasukan tentara bayaran (bahasa kerennya Private Military Contractor) asal Inggris bernama Sandline International untuk membasmi separatis. Hal ini terjadi karena perdamaian secara diplomatik selalu gagal dan pemerintah Australia dan Selandia Baru tidak mau membantu. TNI dan Polri kita yang berusaha meredam separatis dengan semangat nasionalisme selalu dikritik oleh dunia Internasional, apalagi tentara bayaran yang berperang karena uang. Akhirnya terjadi demo besar-besaran di Australia dan Papua Nugini oleh rakyat dan tentara Papua Nugini yang kekurangan gaji agar kontrak dibatalkan dan Julius Chan menyatakan mundur pada akhir Maret 1997.
  3. Perbedaan budaya
    Papua Indonesia, Papua Nugini dan Bougainville sama sama termasuk ras Melanesia. Namun kesamaan ras dan warna kulit tidak menyebabkan mereka bersatu. Pulau papua dan sekitarnya berisi ratusan suku yang memiliki bahasa dan budaya yang berbeda-beda. Tidak terkecuali dengan Bougainville, penduduknya merasa bahwa mereka lebih memiliki kedekatan budaya dengan Solomon Islands karena jaraknya yang sangat dekat. Jika dilihat di peta, Bougainville termasuk bagian dari kepulauan solomon sehingga sering disebut Solomon Utara (North Solomon). Bougainville berjarak 900 km dari ibukota PNG Port Moresby. Mengapa Bougainville dimasukkan ke negara Papua Nugini bukan Solomon? lagi-lagi karena penjajah. Solomon dijajah Inggris sedangkan Bougainville dijajah Jerman.

TEKNIS REFERENDUM dan Masa depan Bougainville:


Dilaksanakan pada tanggal 23 November – 7 Desember 2019 dan hasilnya diumumkan tanggal 20 Desember. Voting berisi dua pilihan: Merdeka atau Otonomi. Voting bersifat Non-Binding atau tidak mengikat, artinya Parlemen Papua Nuginilah yang memberikan keputusan terakhir apakah Bougainville berhak merdeka atau tidak. Referendum sangat sulit untuk diorganisir karena kebanyakan penduduk berada di desa kecil dan banyak yang buta huruf. Ekspektasi dari referendum ini adalah sekitar 90% memilih untuk merdeka. Referendum dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Irlandia Bertie Arhern. Dengan merdekanya Bougainville, tambang Panguna diperkirakan akan dibuka kembali. Secara geopolitik, Bouganville diperkirakan akan masuk ke orbit Australia dan China dimana Australia ingin tambang Panguna dibuka kembali dan China sedang aktif di pasifik memberi sumbangan ke negara-negara kecil diwilayah itu dan membangun pangkalan militer. Dilihat dari sudut pandang masyarakat, referendum ini mendapat reaksi positif karena membawa kedamaian di wilayah itu, akan tetapi apakah kemerdekaan ini akan menguntungkan masyarakat sulit untuk diprediksi, 90% penduduknya tinggal di pedalaman dan akses komunikasi susah dan pendidikan masih minim. Secara dukungan dari luar, negara pasifik, Australia, dan Selandia Baru adalah pendukung terbesar kemerdekaan Bougainville, bahkan aktor non-negara seperti Separatis Papua Barat juga mendukungnya, mereka mengatakan bahwa referendum ini adalah pembelajaran bagi Indonesia untuk menghentikan konflik, menyelesaikan masalah HAM dan mengadakan referendum untuk menentukan nasib sendiri.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Admin

Pantai Watu Parunu, Keindahan Dibalik Kesunyian

Pulau Sumba yang adalah salah satu pulau yang menjadi unsur dari distrik Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan tidak sedikit sekali potensi wisata...

Pesona Ile Api, Gunung Api dari Lembata Flores

Lembata tidak saja tentang tradisi perburuan ikan paus, daya tarik alam dan kebijaksanaan lokalnya tak kalah unik untuk dijelajahi dan diperdalam. Salah satu pesonanya berada di suatu tanjung sebelah unsur utara pulau ini, yaitu Gunung Ile Api.

Pulau Rutong, Pulau Eksotis dalam Kawasan Riung 17 Pulau

Pulau Rutong pun menyimpan daya tarik dengan pemandangan pasir putihnya yang estetis dan sukses menjadi pesona wisata wilayah ini. Kondisi perairan di dekat Pulau Rutong juga sangat bening sehingga ikan-ikan yang sedang berenang, serta terumbu karang yang berwarna-warni terlihat terlihat dengan jelas dari atas kapal.

Gunung Egon Eksotisme Gunung Api di Sikka

Gunung Egon yang terletak di Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur menyimpan bukti letusan dahsyat yang pernah terjadi, dengan adanya sebuah kawah luas menganga lebar yang akan menimbulkan rasa takjub bagi siapapun yang melihatnya. Gunung Egon sendiri berada di wilayah timur dari Maumere atau sekitar tiga puluh kilometer dari ibu kota Kabupaten Sikka tersebut.