Artikel Teknik SipilTeknik Sipil

Contoh Menghitung Eskalasi Biaya pada Pekerjaan Lapis Permukaan Jalan Raya

Contoh Menghitung Eskalasi Biaya pada Pekerjaan Lapis Permukaan Jalan Raya, Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk mendirikan sebuah bangunan yang dilaksanakan hanya satu kali (tidak berulang) dan berjangka waktu tertentu, di mana kegiatannya berurutan, saling berkaitan, dan memerlukan klasifikasi tenaga yang beragam pula.

Masa pelaksanaan proyek konstruksi ada yang bersifat tahun tunggal (single year) dan tahun jamak (multi years). Proyek multi years memiliki banyak risiko dalam proses pelaksanaannya. Salah satu risiko dalam proyek multi years adalah penyesuaian harga atau biasa disebut dengan eskalasi biaya.

Contoh Menghitung Eskalasi Biaya pada Pekerjaan Lapis Permukaan Jalan Raya
Contoh Menghitung Eskalasi Biaya pada Pekerjaan Lapis Permukaan Jalan Raya

Pengertian Eskalasi Biaya

  1. Apa itu Eskalasi Biaya?

    Eskalasi Biaya adalah penyesuaian harga satuan komponen kontrak yang meliputi tenaga kerja, bahan konstruksi, energi dan peralatan terhadap nilai kontrak saat penawaran

Contoh dan Penyelesaian Menghitung Eskalasi Biaya

Contoh Kasus :

Akan dilakukan pekerjaan lapis permukaan jalan ( Terlampir ) untuk pekerjaan jalan selebar 7 meter & sepanjang 20 Kilometer (20000 Meter). & tebal lapisan 5 cm (0,05 Meter).

Keterangan :

SK yaitu Setelah kenaikan ( Penyesuaian )
Volume pekerjaan Total = 7 x 20000 x 0,05 = 7000 m3

Contoh Soal :

Bila Perkejaan sudah selesai 700 m3 terjadi kenaikan harga aspal menjadi Rp.8750-/Kg hitunglah berapa harga yg bisa, diklaim?
Saat pekerjaan mencapai 2500 m3 terjadi kebijakan UMR dimana tiap tenaga kerja mengalami kenaikan sebesar Rp.2250-/Jam. Hitunglah Berapa biaa tiap m3 perkerjaan tersebut & berapa harga yg harus di klaim ?
Ketika pekerjaan mencapai 6666 m3 terjadi kenaikan harga watu pecah & pasir masing masing Rp.20000-/m3 berapa harga yg bisa, diklaim ketika ini?
Hitung berapa harga kontrak terakhir pekerjaan lapisan jalan tersebut?

Penyelesaian

*Harga keseluruhan pekerjaan aspal tanpa kenaikan = Rp. 80.480 x 7000 = Rp. 563.360.000

Penyelesaian Soal ( 1 )

*Kenaikan terjadi pada Aspal ke 701 m3 – 7000m3. Berarti pada Aspal ke 0 – 700 m3 harga aspal masih normal, yaitu Rp. 80.480/m3.
Biaya untuk aspal 0 – 700 = Rp.80.480 x 700 = Rp. 56.336.000
Kenaikan Aspal (Ka) = 0,366 + ( 0,634 x (8750/8500)) = 0,366 + 0,653 = 1,019
Maka harga Aspal/m3 sehabis kenaikan ke 1 menjadi = 1,019 x Rp.80.480 = Rp. 82.009,12
0,366 yaitu jumlah desimal kecuali desimal aspal .
8750 ( Harga Aspal Kenaikan ) , 8500 ( Harga Aspal Normal ).
Biaya untuk aspal 701 – 7000 = Rp. 82.009,12 x 6300 = Rp. 516.657.456
Makar harga seluruh pekerjaan ( Setelah Kenaikan menjadi )
Harga SK I = ( Aspal 0 – 700 ) + ( Aspal 701 – 7000 )
= Rp. 56.336.000 + Rp. 516.657.456
= Rp. 572.993.456
Maka Klaim I Sebesar : ( Harga Pkrjn,Aspal Tot. Setelah kanaikan ) – ( Harga Pkrjn,Aspal Tot. Sebelum kenaikan)

      = Rp. 572.993.456  -  Rp. 563.360.000 = Rp. 9.633.456 Juta.

Baca Juga:

Penyelesaian Soal ( 2 )

*Kenaikan UMR terjadi pada Aspal ke 2501 m3 – 7000m3. Berarti pada Aspal ke 701 – 2500 m3 harga aspal per/m3, yaitu Rp. 82.009,12 /m3.

Biaya untuk aspal 701 – 2500 = Rp.82.009,12 x 1800 = Rp. 147.616.416
Kenaikan UMR (Ka) = 0,995 + ( 0,016 x (19750/17500)) + ( 0,006 x (22250/20000)) + ( 0,001 x ( 24750/22500)) + (0.001 x (27250/25000))
= 0,995 + 0.018 + 0.007 + 0.001 + 0.001 = 1.022

      Maka harga Aspal/m3 sehabis kenaikan ke 2 menjadi
      = 1,022 x Rp.80.480 = Rp. 82.250,56 

      0,995 yaitu jumlah desimal kecuali desimal tenaga kerja .

Biaya untuk aspal 2501 – 7000 = Rp. 82.250,56 x 4500 = Rp. 370.127.520
Makar harga seluruh pekerjaan ( Setelah Kenaikan menjadi )
Harga SK I = ( Aspal 0 – 700 ) + ( Aspal 701 – 2500 ) + ( As[al 2501 – 7000)
= Rp. 56.336.000 + Rp. 147.616.416 + Rp. 370.127.520
= Rp. 574.079.936
Maka Klaim II Sebesar : ( Harga Pkrjn,Aspal Tot. Setelah kanaikan II ) – ( Harga Pkrjn,Aspal Tot. Sebelum kenaikan)
= Rp. 574.079.936 – Rp. 563.360.000 = Rp. 10.719.936 Juta.

Penyelesaian Soal ( 3 )

*Kenaikan watu pecah & pasir terjadi pada Aspal ke 6667 m3 – 7000m3. Berarti pada Aspal ke 2501 – 6666 m3 harga aspal per/m3, yaitu Rp. 82.250.59 /m3.

Biaya untuk aspal 2501 – 6666 = Rp.82.250,56 x 4166 = Rp. 342.655.83
Kenaikan BP & PS (Ka) = 0,792 + ( 0,137 x (295000/275000)) + ( 0,093 x (270000/250000))
= 0,792 + 0,147 + 0.1 = 1.039

      Maka harga Aspal/m3 sehabis kenaikan ke 3 menjadi
      = 1,039 x Rp.80.480 = Rp. 83.618,72 

Biaya untuk aspal 6667 – 7000 = Rp. 83.618,72 x 334 = Rp. 27.928.652,48
Makar harga seluruh pekerjaan ( Setelah Kenaikan menjadi )
Harga SK III = ( Aspal 0 – 700 ) + ( Aspal 701 – 2500 )
+ ( Aspal 2501 – 6666 ) + ( Aspal 6667 – 7000)
= Rp. 56.336.000 + Rp. 147.616.416 + Rp. 342.655.833
+ Rp. 27.928.652,48
= Rp. 574.536.901,5
Maka Klaim II Sebesar : ( Harga Pkrjn,Aspal Tot. Setelah kanaikan III ) – ( Harga Pkrjn,Aspal Tot. Sebelum kenaikan)
= Rp. 574.536.901,5 – Rp. 563.360.000 = Rp. 11.176.901,48

Penyelesaian ( 4 ) = Rp. 574.536.901,5

Semoga artikel Contoh Menghitung Eskalasi Biaya pada Pekerjaan Lapis Permukaan Jalan Raya, bisa bermanfaat untuk Anda. Salam.

Kata Kunci: eskalasi biaya adalah, eskalasi biaya proyek, contoh kasus eskalasi biaya, arti biaya eskalasi, eskalasi harga adalah, eskalasi harga per tahun, eskalasi harga kontrak, evaluasi eskalasi harga pada proyek konstruksi, aturan eskalasi harga, arti eskalasi harga, rumus eskalasi harga, pengertian eskalasi harga

Review

Kualitas Artikel

Review

Contoh Menghitung Eskalasi Biaya pada Pekerjaan Lapis Permukaan Jalan Raya

User Rating: Be the first one !
Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Nonaktifkan ADBLOCK pada browser Anda. Terima Kasih :)