Desa Adat Ratenggaro di Pulau Sumba

RATENGGARO SENDIRI MEMILIKI MAKNA YAITU ‘RATE’ YANG BERARTI KUBURAN, SEMENTARA ‘GARO’ YANG DENGAN KATA LAIN ORANG-ORANG GARO.

0
27
Penyambutan tarian khas Sumba oleh remaja wanita Desa Ratenggaro
Penyambutan tarian khas Sumba oleh remaja wanita Desa Ratenggaro
Pesona Dibalik Kuburan Batu Magis Ratenggaro
Pesona Dibalik Kuburan Batu Magis Ratenggaro

Sumba Barat Daya dengan Pasola sebagai ikon budayanya, ternyata mempunyai sebuah desa adat dengan karakteristik lokasi tinggal adatnya yang unik untuk disambangi.

Ratenggaro sendiri memiliki arti yaitu ‘Rate’ yang berarti kuburan, sedangkan ‘Garo’ yang artinya orang-orang Garo
Ratenggaro sendiri memiliki arti yaitu ‘Rate’ yang berarti kuburan, sedangkan ‘Garo’ yang artinya orang-orang Garo

Terletak di Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo berjarak tidak cukup lebih 40km dari Tambolaka, belum ada akomodasi umum yang dapat dipakai pengunjung untuk menjangkau ke desa ini sampai-sampai pengunjung mesti mencarter kendaraan atau jasa travel dari Tambolaka yang berjarak selama 56 km ke tempat Desa Ratenggaro.

Rumah Adat Ratenggaro memiliki bentuk rumah panggung yang terdiri dari 4 buah tingkat
Rumah Adat Ratenggaro memiliki bentuk rumah panggung yang terdiri dari 4 buah tingkat

Akses jalanan dari Tambolaka mengarah ke Ratenggaro bisa ditempuh dalam waktu 1,5 sampai 2 jam dengan situasi jalan beraspal yang terpelihara baik.

Sekilas kehidupan masyarakat Desa Ratenggaro
Sekilas kehidupan masyarakat Desa Ratenggaro

Memasuki area Desa Adat Ratenggaro membuat para pengunjungnya serasa pulang ke jaman megalithikum selama 4.500 tahu yang kemudian di mana masih ada kuburan batu tua di dekat perkampungan.

Terletak di wilayah Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo
Terletak di wilayah Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo

Ratenggaro sendiri memiliki makna yaitu ‘Rate’ yang berarti kuburan, sementara ‘Garo’ yang dengan kata lain orang-orang Garo.

Anak-anak Desa ratenggaro selalu menyambut para pengunjung dengan senyumnya yang manis dan ramah
Anak-anak Desa ratenggaro selalu menyambut para pengunjung dengan senyumnya yang manis dan ramah

Jadi konon katanya dahulu kala saat masih terjadi perang antar suku, suku dari orang yang kini menjadi penghuni desa ini sukses merebut distrik desa orang-orang Garo. Pada zaman itu, suku yang kalah perang bakal dibunuh dan dikubur di tempat tersebut juga.

Anak-anak Desa Ratenggaro yang memiliki senyum ramah ceria
Anak-anak Desa Ratenggaro yang memiliki senyum ramah ceria

Terdapat 304 buah kubur batu dan 3 di antaranya berbentuk menarik dan terletak di pinggiran laut. Ukuran dan pahatan pada tiap kubur batu semakin meningkatkan kesan magis dan mendalam pada peninggalan leluhur.

Atap rumah berbahan dasar jerami dan tinggi rendahnya atap didasarkan atas status sosial mereka.
Atap rumah berbahan dasar jerami dan tinggi rendahnya atap didasarkan atas status sosial mereka.

Bentuknya yang serupa meja datar dan berukuran besar terlihat paling kokoh meskipun masing-masing harinya tidak jarang kali terkena hantaman angin kencang dari arah laut yang terletak di belakang kampung. Di samping batu kubur leluhur atau raja, ada pula batu kubur penduduk Rotenggaro lainnya dengan ukuran yang lebih kecil.

Baca juga:

Kampung adat ini memiliki keunikan pada rumah adatnya (Uma Kelada) yang memiliki menara menjulang tinggi mencapai 15 m
Kampung adat ini memiliki keunikan pada rumah adatnya (Uma Kelada) yang memiliki menara menjulang tinggi mencapai 15 m

Kampung adat ini memiliki keunikan pada lokasi tinggal adatnya (Uma Kelada) yang memiliki karakteristik menara menjulang tinggi menjangkau 15 meter. Atapnya memakai bahan dasar jerami dan tinggi rendahnya atap didasarkan atas kedudukan sosial mereka.

Letaknya berdekatan dengan pantai dan memiliki laut cantik di belakang kampungnya
Letaknya berdekatan dengan pantai dan memiliki laut cantik di belakang kampungnya

Ratenggaro meruapakan desa adat yang masih memegang teguh dan melestarikan adat dan tradisi peninggalan leluhurnya terbukti dari masyarakatnya yang masih menganut tradisi Marapu sama seperti kampung-kampung beda di Kabupaten Sumba Barat Daya pada umumnya.

Rumah Adat Ratenggaro memiliki format rumah panggung yang terdiri dari 4 buah tingkat di mana tingkat sangat bawah dipakai sebagai tempat hewan peliharaan. Lalu tingkat kedua ialah tempat empunya rumahnya tinggal bareng dan setelah tersebut di atasnya ialah tempat guna menyimpan hasil panen.

Kemudian di atas rumah memasak terdapat suatu kotak yang adalah tempat menyimpan benda keramat dan tingkat teratas ialah tempat untuk menempatkan tanduk kerbau sebagai simbol tanda kemuliaan.

Tipikal lokasi tinggal adat di Desa Ratenggaro nyaris sama laksana orang Flores dan orang Toraja di mana di umahnya ada rahang babi dan tanduk kerbau yang digantung sebagai simbol bahwa orang yang mempunyai rumah itu pernah mengemban upacara adat.

Jadi, tertarik hendak merasakan pulang ke zaman megalithikum? Kunjungilah Desa Adat Ratenggaro bilamana Anda sedang mengerjakan perjalanan menjelajahi Pulau Sumba.

Desa Adat Retenggaro