Home Kabupaten Ende Menengok Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Menengok Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Letaknya berada tak jauh dari Lapangan Pancasila dan Taman Renungan Bung Karno. Di sinilah pengunjung bisa meresapi bagaimana Bung Karno menjalani keseharian dalam hidupnya bareng keluarga ketika diasingkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda sekitar 4 tahun lamanya.

38
0
Untuk jam operasi kunjungannya, museum ini buka mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 16.00 WITA
Untuk jam operasi kunjungannya, museum ini buka mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 16.00 WITA

Ende, NTT bukan hanya terkenal akan keindahan Danau Tiga Warnanya, Danau Kelimutu saja, tetapi ternyata kota ini menyimpan daftar sejarah kemerdekaan bangsa kita.

Di museum ini, semua barang peninggalan Bung Karno masih tersimpan rapih
Di museum ini, semua barang peninggalan Bung Karno masih tersimpan rapih

Di samping wisata alamnya, semua pengunjung pun dapat berwisata sejarah memperingati jejak Bung Karno saat diasingkan oleh Belanda di kota seribu nyiur melambai ini.

Kamar tidur semasa Bung Karno diasingkan oleh Belanda di Ende
Kamar tidur semasa Bung Karno diasingkan oleh Belanda di Ende

Untuk menuju ke Ende, terdapat transportasi umum via darat dari Labuan Bajo, penyebrangan dari pelabuhan-pelabuhan lainnya yang menghubungkan dengan Ende atau via udara dengan penerbangan langsung mengarah ke Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman .

Letaknya berada tak jauh dari Lapangan Pancasila dan Taman Renungan Bung Karno
Letaknya berada tak jauh dari Lapangan Pancasila dan Taman Renungan Bung Karno

Terletak di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja Kecamatan Ende Utara, bangunan simpel ini adalah bekas lokasi tinggal peninggalan Bung Karno dan keluarganya semasa diasingkan di Ende pada tahun 1934-1938.

Lukisan Pura Bali yang dibuat Bung Karno pada tahun 1935
Lukisan Pura Bali yang dibuat Bung Karno pada tahun 1935

Letaknya berada tak jauh dari Lapangan Pancasila dan Taman Renungan Bung Karno. Di sinilah pengunjung bisa meresapi bagaimana Bung Karno menjalani keseharian dalam hidupnya bareng keluarga ketika diasingkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda sekitar 4 tahun lamanya.

Peninggalan-peninggalan Bung Karno, naskah salinan cerita dan kuningan
Peninggalan-peninggalan Bung Karno, naskah salinan cerita dan kuningan

Bangunan simpel yang berukuran tidak terlampau besar ini yakni 9×18 m2 terdiri dari dua buah kamar tidur, kamar tamu dan suatu ruangan untuk lokasi bersemedi.

Piring nasi dan porselin peninggalan Bung Karno
Piring nasi dan porselin peninggalan Bung Karno

Di museum ini, seluruh barang peninggalan Bung Karno masih tersimpan rapih dengan baik, seperti: potret keluarga, potret pribadi kepunyaan Bung Karno, keramik, lukisan-tulisan, lemari pakaian, naskah tonil, dua buah tongkat berkepala monyet, lokasi tidur dan dagangan peninggalan lainnya.

Ruang kamar tidur Bung Karno selama diasingkan
Ruang kamar tidur Bung Karno selama diasingkan

Di belakang museum pun ada sumur yang dipergunakan oleh Bung Karno guna mandi, cuci dan minum serta wudhu dengan kedalaman sumur sedalam 12 meter. Konon air sumur ini diandalkan oleh masyarakat setempat bisa menyembuhkan sekian banyak macam penyakit dan berkhasiat menciptakan orang menjadi awet muda.

Ruang Tamu semasa pengasingan di Ende
Ruang Tamu semasa pengasingan di Ende

Di samping sumur tua, di dalam Situs Rumah Bung Karno pun terdapat suatu ruang semedi/ lokasi sembahyang yang dulunya selalu dipakai oleh Bung Karno saat bersujud memohon tuntunan untuk Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Bahkan sampai kini masih ada bekas dua telapak tangan Bung Karno saat beliau sedang bersujud. Saat Anda berangjangsana disarankan untuk memakai jasa pemandu supaya mendapatkan keterangan dan cerita menarik di balik benda-benda peninggalan tersebut.

Sumur yang dipergunakan oleh Bung Karno untuk mandi, cuci dan minum serta wudhu dengan kedalaman sumur sedalam 12 m
Sumur yang dipergunakan oleh Bung Karno untuk mandi, cuci dan minum serta wudhu dengan kedalaman sumur sedalam 12 m

Untuk jam operasi kunjungannya, museum ini buka mulai dari pukul 08.00 pagi sampai 16.00 WITA. Untuk Anda yanh hanya mau masuk ke dalam museum dan sebatas melihat-lihat, Anda tidak dikenakan ongkos namun disediakan kotak donasi yang dapat diisi pengunjung dengan ongkos seikhlasnya saja. Untuk kalian yang cinta sejarah Indonesia dan hendak mengenang jejak Bung Karno, segeralah berkunjung ke museum bersejarah ini yang menjadi saksi perjuangan Bung Karno semasa hidupnya.

Terletak di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja Kecamatan Ende Utara
Terletak di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja Kecamatan Ende Utara

Cinta budaya, cinta sejarah, cinta Indonesia!