Pantai Nemberala, Surganya Pulau Rote untuk Dunia

Pantai Nemberala, yang terletak di desa Nemberala, kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao - NTT

0
46
Panorama alam dan wisata baharinya menjadi daya tarik bagi para pelancong untuk menyambangi Pulau Rote
Panorama alam dan wisata baharinya menjadi daya tarik bagi para pelancong untuk menyambangi Pulau Rote

Jika Anda berbicara tentang Pulau Rote, apa yang akan ada di pikiran seseorang adalah suara Sasando, alat musik tradisional Pulau Rote. Bukan hanya alat musik tradisional yang membuat para pelancong ingin berjalan-jalan di tanah Ti’i Langga ini, tetapi pemandangan alam dan wisata bahari adalah magnet utama.

Pantai Nembrala sangat terkenal sebagai penghasil rumput laut terbesar di Pulau Rote Ndao serta keindahan pantai dan pasir putihnya
Pantai Nembrala sangat terkenal sebagai penghasil rumput laut terbesar di Pulau Rote Ndao serta keindahan pantai dan pasir putihnya

Salah satunya adalah Pantai Nemberala, yang terletak di desa Nemberala, kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao – NTT. Selain memiliki pantai yang indah dan pasir putih, ombak pantai Nemberala juga mendunia. Untuk alasan ini, setiap musim ombak (Agustus hingga Oktober) tiba di pantai Nembrala dan Bo’a, acara selancar diselenggarakan secara regional dan internasional. Saat itu, pantai Nembrala akan sangat padat oleh peselancar dari beberapa negara yang ingin mencoba menantang ombak terkenal. Pantai Nembrala juga dikenal sebagai produsen ganggang terbesar di Rote Ndao. Bahkan di sore hari, pengunjung juga dapat melihat keindahan matahari terbenam sambil menyaksikan aktivitas para petani alga yang semakin menambah keindahan pantai Nembrala.

Saat sorepun pengunjung dapat menyaksikan matahari tenggelam yang menambah keindahan Pantai Nembrala
Saat sorepun pengunjung dapat menyaksikan matahari tenggelam yang menambah keindahan Pantai Nembrala

Akses ke tempat wisata Pantai Nemberala

Terletak di Desa Nembrala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur
Terletak di Desa Nembrala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur

Akses ke Pulau Rote dari Kupang dapat diperoleh melalui udara atau laut, dengan penjelasan terperinci berikut:

Aktivitas petani rumput laut ketika senja
Aktivitas petani rumput laut ketika senja
  1. Melalui udara, pengunjung dapat menerbangkan pesawat dari Bandara El Tari Kupang ke Bandara Lekunik Rote, menggunakan maskapai penerbangan yang melayani Kupang-Rote-Kupang, Trans Nusa dan Susi Air, dengan biaya sekitar Rp.200.000 hingga Rp.300.000. Jadwal adalah 3 kali seminggu, yaitu Senin, Rabu dan Jumat / Sabtu (jadwal dapat berubah tergantung pada situasi dan kondisi cuaca).
  2. Melalui laut, ada 2 pilihan kapal alternatif, yaitu menggunakan kapal lambat (feri) dan kapal cepat (kapal motor). Jika pengunjung memilih menggunakan kapal feri, waktu keberangkatan adalah pukul 08:00 WITA dari Pelabuhan Bolok, Kupang, lalu berlabuh di Pelabuhan Pantai Baru, Rote. Penyeberangan memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam (tergantung pada kondisi cuaca dan laut). Biaya untuk menyeberangi feri reguler Kupang-Rote adalah Rp.54.000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin membawa kendaraan bermotor dari Kupang, akan dikenakan biaya Rp.116.000(untuk biaya seseorang dan sepeda motor). Dan bagi mereka yang memilih tempel alternatif yang berangkat dari pelabuhan Tenau, Kupang, dengan waktu keberangkatan pukul 08:00 WITA. Perjalanan dengan kapal motor memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam tergantung pada angin dan ombak di laut.Harga kapal cepat sekitar Rp.160.000 untuk kelas ekonomi dan Rp.190.000 untuk kelas bisnis.
Berjarak kurang lebih 30km dari Kota Ba'a, waktu tempuhnya memakan waktu 1-1.5 jam
Berjarak kurang lebih 30km dari Kota Ba’a, waktu tempuhnya memakan waktu 1-1.5 jam

Setibanya di pelabuhan Pantai Baru (Rote Ndao), pengunjung dapat melanjutkan perjalanan mereka ke kota Ba’a, kota berpenduduk kecil yang dapat dianggap sebagai pusat kota Pulau Rote. Jarak dari Pelabuhan Pantai Baru ke Kota Ba’a adalah sekitar 45 menit, dengan kondisi jalan beraspal yang mulus. Untuk mencapai Pantai Nembrala dari Ba’a, pengunjung dapat menggunakan layanan perjalanan atau bis seharga Rp.50.000 atau menyewa ojek dari Rp.50.000 hingga Rp.100.000. Berjarak sekitar 30 km dari Kota Ba’a, para tamu dapat berkendara ke Pantai Bo’a dalam perjalanan bermotor 1,5 jam.

Baca juga:

Dalam perjalanan ke tempat itu, pengunjung akan menerima panorama alam yang unik dari Pulau Rote dengan hamparan sabana dan laut biru serta suasana jalan yang begitu tenang dan damai. Kondisi jalan antara Ba’a dan Nembrala cukup bagus, hanya beberapa kilometer dari kota Nemberala, di mana kondisinya masih berkerikil.

Meskipun keberadaan Pantai Nembrala dapat menarik wisatawan baik di dalam maupun di luar negeri, fasilitas pendukung pariwisata tampaknya sangat minim untuk tujuan wisata berstandar internasional. Selain kurangnya fasilitas umum untuk hidup di pantai Nembrala, ada banyak pilihan dengan harga berbeda, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Di sekitaran Pantai Nembrala cukup banyak pilihan penginapan yang tersedia mulai dari harga ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah
Di sekitaran Pantai Nembrala cukup banyak pilihan penginapan yang tersedia mulai dari harga ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah

Menurut situs web Reygina Wisata Indonesia, pantai yang sering digambarkan sebagai Pantai Kuta di Pulau Rote ini memiliki pantai yang sangat indah, dengan pasir putih yang dikaitkan dengan air biru. Ombaknya cukup sulit, yang mendorong pecinta selancar untuk menaklukkannya.

Hasil panen rumput laut yang sedang dijemur di pinggiran pantai
Hasil panen rumput laut yang sedang dijemur di pinggiran pantai

Dari Agustus hingga Oktober, ombak di pantai Nemberala dapat mencapai tujuh meter. Setiap tahun, dari September hingga Oktober, kompetisi selancar dunia berlangsung.

Pada tahun 2016, Pantai Nemberala dinobatkan sebagai pemenang Indonesian Charm Award 2016 dalam kategori Tempat Berselancar paling populer 2016.

Jajaran kapal nelayan yang bersandar di sekitar Pantai Nemberala
Jajaran kapal nelayan yang bersandar di sekitar Pantai Nemberala

Indonesia-Tourism.com menyebutkan bahwa pemandangan pantai ini begitu indah dan santai, sehingga pengunjung dapat merasa nyaman, dan tenang. Mereka yang tidak berselancar dapat melakukan aktivitas lain, seperti memancing dan berenang.

Jalan kecil di Nemberala menuju pemukiman penduduk dan penginapan setempat
Jalan kecil di Nemberala menuju pemukiman penduduk dan penginapan setempat

Berikut adalah beberapa spesies ikan seperti tuna, mackerel, kerapu, marlin, yellowfin, dll. Sedangkan kehidupan bawah laut kehidupan koral dan penghuninya, siap dinikmati melalui penyelaman permukaan atau snorkeling.

Menyewa perahu nelayan untuk mengunjungi pulau-pulau kecil di pantai, seperti pulau Donna, Do’o dan N’Doa, adalah kegiatan menarik lainnya.

Selain berbagai aktivitas bahari, wisatawan juga dapat berkenalan dengan gaya hidup yang unik dan menarik dan budaya tradisional masyarakat setempat, seperti mengunjungi desa tenun, rumah Raja Rote dan budaya rumput laut.

Tinggalkan Balasan