Pulau Sumba yang adalah salah satu pulau yang menjadi unsur dari distrik Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan tidak sedikit sekali potensi wisata pantai dengan situasi alamnya yang tak kalah estetis jika dikomparasikan dengan pantai-pantai beda di Indonesia. Dari sekian tidak sedikit pantai di pesisir Pulau Sumba, Pantai Watu Parunu yang sedang di sisi sangat timur Pulau Sumba, adalahsalah satu pantai yang mempunyai panorama alam yang indah. Pesonanya dapat mengundang semua wisatawan guna rela pergi ke pantai ini yang jaraknya paling jauh dari kota Waingapu, melulu untuk singgah dan bersantai merasakan suasana sore sampai matahari tenggelam.

1Lokasi Pantai Watu Parunu

Bentuk tebing yang meliuk-liuk terbentuk karena proses alam, ibarat sebuah lukisan Tuhan yang terukir indah di bagian ujung pantai.

Pantai Watu Parunu berada di distrik Desa Lain Janji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur. Untuk menjangkau pantai ini, semua pengunjung mesti menempuh perjalanan sejauh 135 kilometer dari pusat Kota Waingapu. Terkesan jauh memang, tetapi rasa lelah yang didapatkan dari lamanya perjalanan bakal langsung terbayar saat tiba di pantai tersebut. Hamparan pasir putih di sepanjang bibir pantai serta aksi dari ombak yang beriak kencang menjadi obat penghilang rasa lelah dan bosan.

Nama Watu Parunu sendiri berkaitan dengan fenomena alam batu berlubang yang menjadi kekhasan lain dari pantai ini

Tebing batu putih yang sedang di ujung unsur timur pantai ini menjadi salah satu karakteristik Pantai Watu Parunu. Tebing ini terbentuk dari susunan sejumlah jenis bebatuan. Bentuk tebing yang meliuk-liuk terbentuk sebab proses alam, ibarat suatu lukisan Tuhan yang terukir estetis di unsur ujung pantai. Ketika air pantai sedang surut, tebing batu ini dapat dijangkau dengan melalui batu berlubang yang berukuran lumayan besar.

Pantai Watu Parunu berada di wilayah Desa Lain Janji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur .

Nama Watu Parunu sendiri sehubungan dengan gejala alam batu berlubang yang menjadi kekhasan beda dari pantai ini. Setiap orang yang melalui batu berlubang bakal berjalan mengarungi batu itu dengan menunduk, sampai-sampai warga selama memberi nama pantai ini dengan Watu Parunu. Yang mana, Watu dalam bahasa setempat berarti batu dan Parunu yang mempunyai makna harfiah berlangsung menunduk.

Pemandangan dari atas batunya pun tak kalah indah .

Lokasi dari Pantai Watu Parunu yang jauh dari pusat kota menciptakan pengelolaan wisata di pantai ini belum optimal. Padahal andai dikelola dengan baik, pantai ini memiliki potensi guna menjadi di antara primadona dari obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur. Karena informasi yang tersebar tentang Watu Parunu belum pesat, menciptakan pantai ini masih jarang dikunjungi wisatawan. Suasana hening Pantai Watu Parunu paling cocok untuk orang-orang yang menyenangi ketenangan.

Baca juga:

Baik pegunungan maupun pesisir pantai, cukup tidak sedikit mencuri perhatian wisatawan. Uniknya, terdapat juga tujuan yang menggabungkan pantai, tebing dan perbukitan. Adalah Pantai Watu Parunu yang keindahannya serupa dengan Pantai Bwanna.

Setiap orang yang melewati batu berlubang akan berjalan melintasi batu tersebut dengan menunduk, sehingga warga sekitar memberi nama pantai ini dengan Watu Parunu .

Pantai Watu Parunu merupakan tempat syuting dari film yang diperankan oleh Nicholas Saputra berjudul Pendekar Tongkat Emas. Salah satu scene di film yang diputar pada tahun 2014 ini memakai tebing batu di Watu Parunu. Di samping keindahan tebing, di sini pun juga ada lubang batu karang besar yang dapat dicari dengan berlangsung kaki saat air surut.

Watu Parunu mempunyai pasir berwarna cokelat bersih dan garis pantai panjang yang berbentuk laksana huruf U. Keistimewaannya tak melulu dari pesisir, tapi pun tebing estetis yang sedang di kanan pantai. Tebing batu yang menjulang dan lumayan panjang ini mempunyai tekstur serupa dengan batuan yang diukir. Kamu juga dapat naik ke bukit supaya dapat menyaksikan panorama lautan sekaligus tebingnya.

Suasana hening Pantai Watu Parunu sangat cocok bagi orang-orang yang menyukai ketenangan.

Tebing pantai di Sumba Timur ini memang menawan, namun batu berlubangnya pun tak kalah eksotis. Ternyata, batu karang itu menjadi asal awal dari nama Pantai Watu Parunu. Dalam bahasa setempat, nama ini dipungut dari dua kata, yakni Watu berarti batu dan Parunu memiliki makna berjalan merunduk. Konon, masing-masing orang yang melewatinya bakal berjalan dengan tidak banyak merunduk.

Untuk menjangkau Pantai Watu Parunu, anda harus menempuh perjalanan selama 135 km dari pusat Kota Waingapu. Memang lumayan jauh, tetapi rasa lelah sekitar perjalanan bakal terbayar dengan keindahan pantai. Apalagi suasananya yang sunyi.

Potensi alam Nusa Tenggara Timur memang tak pernah mengecewakan. Bagaimana tidak, pemandangannya spektakuler dan memiliki pesona tersendiri. Sudah memenuhi tanggal merah mendatang dengan list destinasi liburan? Kalau belum, segera tulis tujuan ini dalam susunan ya.

Tinggalkan Balasan