Poco Ndeki, Kota Ndora, Manggarai Timur

Gunung Poco Ndeki Manggarai Timur – Kawasan hutan Poco Ndeki di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Ndora, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur adalah salah spot terbaik di Flores Barat untuk mengamati berbagai jenis burung endemik Flores.

Hutan Poco Ndeki di Manggarai Timur sangat terkenal di kalangan pengamat burung internasional karena flora dan fauna yang memikat wisatawasan asing dan Nusantara.

Burung Pitta di kawasan Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat, Flores, NTT.
Burung Pitta di kawasan Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat, Flores, NTT.

Baca juga: Menelusuri Keindahan Gua Liang Toge Elar di Manggarai Timur

Khusus untuk pengamat burung internasional dan wisatawan minat khusus untuk melihat dan menyaksikan sendiri berbagai jenis burung endemik Flores, salah satu yang direkomendasi oleh pemandu burung dan agent perjalanan wisata di Pulau Flores adalah kawasan hutan Poco Ndeki.

Burung Kakatua di kawasan hutan di Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT.
Burung Kakatua di kawasan hutan di Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT.

Para pemandu burung dan wisata alam di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur merekomendasikan kepada wisatawan minat khusus dan pengamat burung internasional atau para birder untuk berwisata sambil mengamati burung endemik Flores serta berbagai keanekaragaman hayatinya.

Para pengamat burung internasional sudah memasukkan kawasan hutan Poco Ndeki sebagai tempat terbaik untuk mengamati dan mengabadikan burung-burung endemik Flores dan berbagai jenis burung lainnya yang bermigrasi ke kawasan itu dan atau burung asli di Pulau Flores.

Burung Elang Flores di kawasan Hutan di Pulau Flores Barat, NTT.
Burung Elang Flores di kawasan Hutan di Pulau Flores Barat, NTT.

Baca juga: Tapa Kolo atau Nasi Bakar, Makanan Khas Manggarai

Burung-burung yang dijumpai di kawasan hutan Poco Ndeki diantaranya Elang Flores, Gagak Flores, Pergam punggung hitam, Cekakak Tunggir Putih, Pa’ok Laus, Walik kembang, Celepuk Maluku, Kirik Kirik Laut, Celepuk Wallacea, Opior Jambul, Opior Paruh Tebal, Seriwang Asia, pergam hijau dan lainnya.

Spesies kunci di kawasan Poco Ndeki adalah Elang Flores. Oleh karena itu, para birder dan wisatawan minat khusus sering ke kawasan hutan Poco Ndeki.

Burung Elegan Pitta di Kawasan Hutan di Flores Barat. Para photografer khusus burung selalu mengabadikan keunikan burung ini karena keelokan warna bulunya.
Burung Elegan Pitta di Kawasan Hutan di Flores Barat. Para photografer khusus burung selalu mengabadikan keunikan burung ini karena keelokan warna bulunya.

Gunung Poco Ndeki menawarkan wisata petualangan yang menarik dan menantang. Gunung Poco Ndeki memiliki hutan tropis yang sangat rimbun dan kaya akan varietas flora dan fauna.

Poco Ndeki merupakan habitat bagi beberapa jenis burung yang sangat menarik dan langka seperti Lawe Lujang yang memiliki ukuran tubuh kecil dan dua ekor yang cukup panjang dengan corak warna yang sangat indah serta memiliki kicauan yang merdu.

Baca juga: Pesona Air Terjun Tiwu Wali Manggarai, Oase Dibalik Hutan Rimbun

Gunung Poco Ndeki juga menjadi habitat bagi beberapa jenis satwa seperti Tikus, Kera ekor panjang, Babi Hutan, Landak, serta beberapa jenis ular seperti Ular Sawah, dan Ular Hijau.

Poco Ndeki Manggarai, Area Pengamatan Burung Endemik di Pulau Flores_Betantt. Poco Ndeki Manggarai Timur.
Poco Ndeki Manggarai, Area Pengamatan Burung Endemik di Pulau Flores_Betantt. Poco Ndeki Manggarai Timur.

Selain menikmati aneka ragam flora dan fauna, Gunung Poco Ndeki juga memiliki daya tarik wisata budaya yang tersembunyi dan menanti wisatawan untuk menjelajahinya. Di lereng Gunung Poco Ndeki terdapat sebuah situs bekas kampung dari nenek moyang warga Suku Motu Poso yang sekarang bermukim di kampung Sere dan Kisol.

Di situs ini masih tertinggal beberapa gundukan batu berbentuk altar (Compang), dan juga tanaman kelapa, kemiri, kopi, limau, dan belimbing, yang dulu mereka tanam dan perkirakan telah berumur ratusan tahun.

Selain itu, di puncak Gunung Poco Ndeki terdapat dua buah batu yang menyerupai kelamin laki-laki dan perempuan. Warga suku Motu Poso menamai kedua batu tersebut Watu Embu Kodi Haki (batu laki-laki) dan Watu Embu Kodi Fai (batu perempuan). Kedua batu ini diyakini sebagai batu nenek moyang dari warga suku Motu Poso dan berada terpisah satu sama lain.

Baca juga: View Panorama Air Terjun Tengku Lese Manggarai

Watu Embu Kodi Haki berada di bagian selatan dari puncak Poco Ndeki. Batu ini menyerupai zakar yang berdiri tegak dengan ukuran tinggi dari permukaan tanah sekitar 30cm dan diameter 15 cm. Uniknya Batu Laki-laki ini bisa digoyang-goyang ke segala arah namun sangat kokoh dan tidak bisa dicabut.

Poco Ndeki Manggarai timur
Poco Ndeki Manggarai timur

Sementara Watu Embu Kodi Fai berada di sebelah utara puncak Poco Ndeki dan terletak di dalam gua batu yang tidak terlalu dalam. Hal yang unik pada Watu Embu Kodi Fai adalah permukaan batu yang membentuk sudut segi tiga yang selalu basah dan berair meskipun batu ini berada di dalam gua yang kering dan tidak terkena rembesan air hujan atau embun.

Apabila terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, masyarakat setempat melakukan ritual unik yaitu mendatangi kedua batu tersebut lalu memberi sesajian berupa telur ayam, beras merah, sirih dan pinang, serta tembakau untuk meminta hujan.

Akses Menuju Gunung Poco Ndeki

Untuk melihat Pesona Gunung Poco Ndeki, Kamu bisa memulainya dari Kampung Sere, Kelurahan Tanah Rata yang berjarak sekitar 10 kilometer dari kota Borong.

Untuk dapat mencapai puncak Gunung Poso Ndeki, Kamu harus melewati beberapa perkebunan cokelat, kelapa dan kopi milik warga setempat sebelum memasuki kawasan hutan.

Disini kamu akan menemukan jalan-jalan yang menantang serta perbukitan yang cukup terjal dengan sudut kemiringan 450 derajad.

Oleh karena itu kami sarankan untuk menggunakan sepatu mendaki dan pakaian yang nyaman dan cocok untuk pendakian.dan jangan lupa untuk membawa perbekalan yang cukup selama dalam perjalanan.

Peta Lokasi Gunung

Kabupaten Manggarai Timur

Tinggalkan Balasan