Pulau Sabu – Kabupaten Sabu Raijau – Membahas keindahan alam Nusa Tenggara Timur, destinasi wisata apa yang terlintas di benakmu? Pasti Pulau Komodo dan Labuan Bajo berada di daftar teratas. Keindahan laut dan penangkaran komodo di area ini sudah tersohor sampai ke mancanegara.

Ternyata di bagian selatan Nusa Tenggara Timur ada surga tersembunyi bernama Pulau Sawu, atau masyarakat setempat menyebutnya sebagai Sabu. Di atas pulau seluas 400 km persegi ini, tersimpan banyak destinasi wisata menarik yang belum banyak terekspos.

Pulau Sabu masuk dalam wilayah Kabupaten Sabu Raijua. Lokasinya berada di garis batas selatan wilayah administratif Indonesia, di antara Pulau Sumba dan Rote. Karena cukup dekat dengan benua Australia, iklim Pulau Sabu pun berbeda dengan wilayah Indonesia lainnya.

Musim kemarau di Pulau Sabu sangat panjang, hampir setahun penuh. Musim penghujan hanya datang 15 – 70 hari per tahun. Nggak heran sebagian besar wilayahnya tandus dan gersang. Banyak perbukitan kapur yang nampak kering kerontang.

Terpencil di selatan Indonesia, Pulau Sabu minim fasilitas dan relatif tenang. Ditambah lagi legenda dan mitos yang masih subur mengakar di tengah masyarakat. Mereka masih memercayai keberadaan dewa dan ajaran kepercayaan kuno.

Tapak Kaki Madja

Tapak kaki ini terletak diatas permukaan batu besar. Konon situs ini merupakan bukti keberadaan Madja Pahit yang menginjakan kaki di Pulau Raijua. Saat ini situs sejarah ini telah dipagar dan dibuatkan rumah untuk melindunginya.

Gua Lie Mabala

Goa Lie Mabala berada di Desa Eimau, Kecamatan Sabu Tengah. Jika anda berangkat dari Ibukota Kabupaten, jaraknya sekitar 12 km dari Seba dengan perkiraan waktu tempuh 1/2 jam. Anda dapat menggunakan jasa sewa kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil. Untuk menuju lokasi anda harus berjalan melewati jalan setapak sejauh 650 m sambil menikmati pemandangan Pantai Eimau dari ketinggian.

Gua Lie Mabala Sabu Raijua
Gua Lie Mabala Sabu Raijua

Goa berbentuk seperti Kubah, Elips, Batu berupa tiang kokoh berwarna putih abu lembab, dinding gua seperti ukiran dengan perpaduan warna merah marun, coklat, pink dan kuning keemasan, akar-akar yang sudah menjadi batang pohon berdiri teguh menjulang keatas kubah. Di Sekitar mulut Goa dikelilingi pohon beringin tua.

Yang menjadi tantangan, untuk menuju goa anda harus turun 5 meter ke bawah menggunakan tangga akar pohon beringin tersebut. Tapi anda tidak perlu takut, usia pohon yang sudah berdiri ratusan tahun ini membuat akarnya tumbuh sangat kokoh sehingga aman untuk dijejaki.

Ada 2 lorong masuk menuju goa. memasuki sebelah kiri goa, anda akan terpesona dengan luasnya ruang goa berbentuk mirip seperti kubah dengan dinding kuning keemasan serta stalaktit dan stalakmit. Disini kita masih dapat melihat cahaya matahari yang masuk karena terdapat celah lobang kecil di atap goa.

Sedangkan di sebelah kanan pintu masuk goa, anda harus menggunakan senter karena harus melewati lorong-lorong sempit yang gelap sembari menunduk menyusuri stalaktit dan stalakmit yang ada. Lorong-lorong tersebut terdapat beberapa cabang yang panjangnya dapat menembus hingga ke Kecamatan Sabu Timur, Kecamatan Sabu Barat, Kecamatan Hawu Mehara dan Kecamatan Liae.

Wisata Alam Tano

Lokasi wisata alam ini sangat unik terletak diantara tebing-tebing dan dilindungi dengan pepohonan yang rindang membuat sejuk ketika berada di tempat ini. Ditempat ini juga terdapat mata air yang pas untuk tempat bermain air bagi anak-anak.

Pantai Raemea

Pantai Raimea Sabu Raijua
Pantai Raimea Sabu Raijua

Pantai yang memiliki dinding batu gamping yang berwarna merah in terletak di desa Loborai Kec. Sabu Timur. disekitar pantai ini masyarakat sekitar membudidayakan rumput laut sebagai penghasilan sehari-hari. akses jalan menuju lokasi sebagian beraspal dan berbatuan. kegiatan yang dapat dilakukan adalah rekreasi, berenang, berfoto dan bermain pasir putih. pohon cemara di sekitar pantai menambah keindahan pantai ini.

Sumur Madja

Sumur Madja Sabu Raijua
Sumur Madja Sabu Raijua

Sumur ini merupakan peninggalan Madja Pahit yang digunakan sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari. Di musim kemaru jumlah air dalam sumur ini juga tetap seimbang meskipun sumur-sumur warga sekitar sudah kering.

Danau Alam Dahi

Danau ini terbentuk secara alami dia kelilingi bebatuan karang. Air danau ini dipengaruhi oleh pasang-surut air laut, ketika air laut pasang maka jumlah air di danau ini menigkat begitu juga sebaliknya.

Goa Liemadira

Gua Lie Mandira Sabu Raijua
Gua Lie Mandira Sabu Raijua

Didalam goa terdapat batuan stalagmite yang unik dialiri tetesan air. Kolam air yang jernih dan lapangan yang menambahkan keunikan gua ini. Diluar goa terdapat lopo-lopo unik khas Sabu untuk tempat beristirahat maupun tempat tinggal.

Kelabba Madja

Lokasi obyek wisata ini terletak di Desa Wadu Maddi berjarak 9 KM dari Pusat Kecamatan Hawu Mehara.  Karateristik lokasi wisata ini yaitu Tanah liat kecoklatan, dominan warna kuning, abu-abu, sedikit warna jingga, merah dan hitam. Tanah kapur berlempungan dan terlihat erosi yang membentuk cekungan piramida menambah daya tarik wisata.

Kelabba Maja Sabu Raijua
Kelabba Maja Sabu Raijua

Berada di daerah dataran yang berkarakter tanah liat dan ditumbuhi oleh pohon duri, damar mereah. Corak warna obyek ini adalah coklat, hitam, merah muda, hijau, kuning, oranye. Deretan tonggak  batu yang berjajar sebanyak 7 buah dan 2 buah batu di bagian barat seakan menambah keunikan obyek wisata ini karena obyek wisata ini memiliki tonggak tanah yang menopang batuan fosil tanah yang yang sudah membeku. Dulu lokasi ini digunakan sebagai tempat ritual bagi suku setempat.  Luas wilayah ini sekira 6 HA atau sepanjang +120.000 M2.

Kolam Eimadabubu

Kolam EIMADABUBU, Sabu Raijua
Kolam EIMADABUBU, Sabu Raijua

Kolam ini bermata air yang jernih, msyarakat biasa menggunakan bermandi-mandi maupun berendam. Kolam ini juga dijadikan sumber air untuk mencuci pakaian maupun kendaraan. Diseputaran kolam terdapat tempat duduk untuk bersantai dan toilet ganti pakaian.

Skyber

skyber pulau sabu raijua
skyber pulau sabu raijua

Merupakan bangunan peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1914. Bangunan ini dibangun untuk tempat pemerintahan, ditempat ini ada beberapa peninggalan bangunan seperti meja pertemuan dari batu, sumur, kolam, menara air serta meriam berukuran besar.

Peta Pulau Sabu

Pulau Sabu

Tinggalkan Balasan