Gua AlamManggaraiNusa Tenggara TimurPulau FloresSitus BersejarahTravellingWisata Bukit

Gua Liang Bua Rumahnya ‘The Hobbit’ Homo Floresiensis dari Manggarai

Liang Bua menjadi terkenal di seluruh dunia setelah ditemukannya tengkorak kuno.

Pintu masuk ke Situs Gua Liang Bua
Pintu masuk ke Situs Gua Liang Bua

Liang Bua terletak di bukit kapur yang memiliki potensi arkeologis yang cukup besar. Ini ditunjukkan oleh keberadaan situs arkeologi yang melampaui wilayah ini. Salah satunya adalah situs Liang Bua, sekitar 14 km sebelah utara Kota Ruteng. Ruteng adalah salah satu kota wisata di Nusa Tenggara Timur. Salah satu gua yang telah menjadi pilar pariwisata di Ruteng adalah Gua Liang Bua di Dusun Golo Manuk, Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Manusia Hobbit setinggi bocah.
Manusia Hobbit setinggi bocah.

Situs Liang Bua sangat ideal untuk pemukiman prasejarah. Ini memiliki panjang sekitar 50 m, lebar 40 m dan tinggi langit-langit interior 25 m. Terletak sekitar 200 m dari pertemuan dua sungai besar, yaitu Wae (sungai) Racang dan Wae Mulu. Kedua sungai mengandung artefak batuan dan batu keras yang ditemukan seperti tufa, kalsedon dan kuarsa.

Liang Bua, situs dimana Homo Floresiensis pernah bersemayam.
Liang Bua, situs dimana Homo Floresiensis pernah bersemayam.

Gua Liang Bua adalah salah satu situs arkeologi paling penting di dunia. Di situs ini, fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores telah ditemukan. Manusia Flores memiliki tinggi sekitar 100 cm dan beratnya hanya 25 kg. Studi ini dilakukan pada tahun 2001 dan merupakan kolaborasi antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Universitas New England, Australia. Selain itu, artefak batu dan tulang binatang seperti stegodon (gajah purba), naga, kura-kura, kadal, kadal raksasa juga telah ditemukan. Secara umum, lapisan yang mengandung hasil ini berusia antara 95.000 dan 12.000 tahun.

Bacaan Menarik Lainya:

Diperkirakan Gua Liang Bua terbentuk sekitar 190.000 tahun yang lalu. Ini diperoleh dari uji laboratorium sampel sedimen di sudut selatan gua. Diyakini bahwa gua ini terbentuk dari arus sungai yang membawa batu melintasi bukit. Setelah proses yang panjang, batuan ini menjadi batuan sedimentasi. Gua Liang Bua didekorasi dengan staklatit megah yang tergantung di langit-langit. Berkat penelitian dan penemuan ini, gua Liang Bua semakin diakui sebagai tujuan wisata tetapi juga sebagai situs penelitian kelas dunia.

Tengkorak manusia yang disebut Homo floresiensis ditemukan pada kedalaman 6 meter.
Tengkorak manusia yang disebut Homo floresiensis ditemukan pada kedalaman 6 meter.

Liang Bua menjadi terkenal di seluruh dunia setelah ditemukanya tengkorak kuno. Tengkorak manusia yang disebut Homo floresiensis ditemukan pada kedalaman 6 meter. Otaknya berukuran hanya 380 cc (dibandingkan dengan 1200 cc minimum untuk otak normal manusia modern). Arkeolog berpendapat bahwa tengkorak ini berasal dari era masa lalu sekitar 18.000 tahun yang lalu.

Liang Bua lebih terkenal sebagai tempat penelitian daripada pariwisata. Liang Bua Magnet adalah situs penelitian yang dibuat sejak 1960. Sejak itu, Gua Liang Bua telah menjadi situs arkeologi yang menawarkan banyak tempat wisata. Menurut penelitian, tampaknya Gua Liang Bua telah dihuni oleh manusia modern selama 10.000 tahun. Nah sebelum itu, ada hobbit yang membuatnya sebagai rumah tinggal mereka.

Kerangka Homo Floresiensis asal Liang Bua.
Kerangka Homo Floresiensis asal Liang Bua.

Akses ke daerah ini adalah dengan kota Kupang, ibukota provinsi NTT, melalui udara selama satu setengah jam ke kota Ende di pulau Flores. Kemudian, perjalanan dilanjutkan ke Kota Ruteng dengan transportasi umum dalam bentuk minibus selama sekitar empat jam. Lanjutkan ke Rampasasa, berjarak 13 km, dapat dicapai dengan transportasi umum.

Lingkungan sekitar

Anda hanya dapat mengakses Liang Bua dan sekitarnya dengan berjalan kaki.

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Gua Liang Bua

Terlepas dari penemuan arkeologis yang terkenal, tidak ada replika atau informasi mengenai penemuan ini. Pengunjung hanya dapat melihat gua besar dengan batu stalagmit, membayangkan bahwa gajah purba, naga, dan manusia kecil (Homo floresiensis) tinggal di sini ribuan tahun yang lalu. Dekat Liang Bua, ada gua-gua lain seperti Gua Galang dan Gua Tanah. Anda bisa berjalan ke gua ini.

Akses Ke Lokasi Gua Liang Bua

Liang Bua terletak 14 kilometer dari Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai. Penggunaan bemo (angkutan umum pedesaan) dan truk yang mengangkut penumpang dari Ruteng biasanya melewati situs ini, tetapi jadwal mereka bersifat sementara. Cara terbaik untuk mengunjungi gua ini adalah dengan naik mobil sewaan atau ojek. Untuk sampai ke Ruteng, Anda dapat menggunakan transportasi darat dari Labuan Bajo, Ende atau Maumere. Setiap hari ada penerbangan dari Kupang ke Maumere dan Ende. Ada juga penerbangan harian dari Denpasar ke Labuan Bajo dan penerbangan dua mingguan dari Kupang ke Ruteng.

Makanan di Sekitar Liang Bua

Tidak ada restoran atau warung makan di sini. Restoran terdekat adalah di Ruteng. Merlin Restaurant, yang terletak di Jalan Bhayangkara (0385-22475), menyajikan berbagai masakan Cina dan Indonesia. Selain itu, Agape Cafe, yang juga terletak di Jalan Bhayangkara, sebuah kafe baru yang menyajikan espresso, bir, dan hidangan Barat, Cina, dan Indonesia.

Penginapan Disekitar Liang Bua

Tidak ada hotel yang tersedia di Gua Liang Bua Manggarai. Hotel atau motel terdekat adalah di Ruteng. Rima, Agung Inn, Shinda dan Dahlia adalah pilihan yang baik untuk menginap di Ruteng.

Peta Lokasi


Nilai Artikel Ini.

User Rating: Be the first one !

KOMENTAR ANDA

0

Tags
Baca Selengkapnya
Back to top button
Close
Close