Beranda Nusa Tenggara Timur Gua Maria Bitauni: ‘Siti Bitauni’ Mencari Damai di Biinmaffo, Kefamenanu

Gua Maria Bitauni: ‘Siti Bitauni’ Mencari Damai di Biinmaffo, Kefamenanu

Gua Maria Siti Bitauni Dikenal Keramat oleh masyarakat sekitarnya. Umat paroki Kiupukan dan sekitarnya sangat yakin bahwa gua alam Maria Bitauni amat keramat.

Gua Maria Bitauni di Kefamenanu – Memang benar bahwa pulau Timor terkenal akan panas dan gersangnya, tetapi ada yang unik bahwa pulau Timor juga tak kalah menawan dari pulau lain di Indonesia. Pulau Timor, tempat dimana Anda akan menemukan 2 negara dengan satu nenek moyang berada. Negara Timor Leste tepatnya, memisahkan diri dari Republik Indonesia melalui referendum. Di Pulau Timor, adat istiadat masyarakat yang begitu kental, terpatri disetiap jiwa orang Timor hingga kini. Keramahanya, Senyumnya, Canda Tawanya akan membuatmu ingin kembali dan kembali lagi menyapa setiap orang disini. Ada pepatah ” Biar Tampang Kami Ganas, Tapi Hati Kami Lembut“. Sebuah frasa menggambarkan kehidupan orang Timor pada umumnya.

Untuk sampai ke Guanya Anda harus melewati tangga yang panjang menuju puncak Bukit Biatuni.
Untuk sampai ke Guanya Anda harus melewati tangga yang panjang menuju puncak Bukit Biatuni.

Gua Maria Bitauni terletak di Desa Ainiut B, Kecamatan Insana,  Kiupukan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Gua Bitauni ialah sebuah Gua alam yang ada di Bukit Bitauni dan terletak diporos utama jalan Trans Timor yang berjarak tidak cukup lebih 28 Km dari Kota Kefamenanu. Gua yang sekarang menjadi lokasi ziarah dan berdoa umat Katolik ini, dulunya adalah benteng batu lokasi persembunyian untuk suku – suku tertentu, saat masih terjadi perang antar suku diwilayah Timor. Gua ini menjadi tempat ziarah dan berdoa yang populer bagi umat Katolik di Keuskupan Atambua dan sekitarnya.

Gua ini juga tampaklah menarik dan alamiah.
Gua ini juga tampaklah menarik dan alamiah.

Sejarah Gua Maria Siti Bitauni

Berdasarkan kisah sejarah, nama Bitauni bersasal dari kata “NBI” yang dalam bahasa Dawan yang berarti disinidan “nataunon” yang berarti bertahanmaka lahirlah kata Bitauni yang berarti Bertahan Disini atau Benteng Pertahanan.

Nama ini diberikan oleh para leluhur suku Aplasi yang merupakan suku tertua di Insana. Itulah sepenggal cerita rakyat tentang sejarah nama Gua Bitauni. Seiring berjalannya waktu Gua ini ditemukan lagi oleh Pastor Petrus Noyen, SVD dan Pastor Arnoldus Verstralen, SVD. Sejak kedatangan kedua Misionaris asal Portugis tersebut Agama Katolik mulai berkembang disana.

Umat paroki Kiupukan dan sekitarnya sangat yakin bahwa gua alam Maria Bitauni amat keramat.
Umat paroki Kiupukan dan sekitarnya sangat yakin bahwa gua alam Maria Bitauni amat keramat.

Konon sebelum meninggalkan Bitauni kedua Pastor tersebut menitipkan sebuah Patung Bunda Maria yang terbuat dari kayu pada satu Keluarga untuk disimpan didalam Gua. Namum seiring perjalanan waktu, patung tersebut hilang dan tidak pernah ditemukan lagi. Diperkirakan patung tersebut hilang karena perdagangan barang antik.

Pada tahun 1920 datang lagi seorang Pastor bernama  Yohanes Smit, SVD. Dan sebelum meninggalkan Bitauni pada tahun 1936, Pastor tersebut menempatkan sebuah Patung Bunda Maria di dalam Gua. Dan sampai sekarang patung tersebut masih tersimpan dan terpelihara dengan baik.

Pada tahun 1970 – 1977 dilakukan pemugaran pelataran Gua Bitauni. Dan pada saat itulah Pater Petrus Verhaelen Menambahkan kata Siti pada Gua Santa Maria Bitauni sehingga berubah menjadi Gua Santa Maria Siti Bitauni.

Selain gua utama,peziarah dapat melanjutkan lagi perjalanan ke puncak bukit untuk menemukan setiap stasi dalam proses jalan salib dan juga terdapat gua yang menjadi makam yesus.
Selain gua utama,peziarah dapat melanjutkan lagi perjalanan ke puncak bukit untuk menemukan setiap stasi dalam proses jalan salib dan juga terdapat gua yang menjadi makam yesus.

Saat ini Gua Santa Maria Siti Bitauni menjadi tujuan utama wisata rohani di Kabupaten Timor Tengah Utara. Puncak kegiatan rohani biasanya dilaksanakan saat Perayaan Jumat Agung dan saat Perayaan Bulan Rosario yakni, Bulan Mei dan Oktober. Pada Bulan – bulan tersebut para umat harus berantrian untuk berdoa karena padatnya peziarah.

Suasana Sekitar Gua Maria Siti Bitauni

Bukit Maria Bitauni merupakan sebuah bukit yang dahulu dijadikan benteng pertahanan tentara Portugis. Dari ketinggian, terlihat indah mentari pagi di balik bukit dan hamparan sawah membentang luas. Kicauan burung sawah mengerumuni padi yang sebagian telah menguning. Beberapa petani pagi-pagi disibukkan menghardik burung-burung nakal itu.

Berawal dari gua keramat Ustauni yang selanjutnya dijadikan benteng pertahanan suku Aplasi (Silab Aplasi), Taolin, Pakaenoni, dan Tutpai.

Setelah menempati gua ini setiap tahun, suku Aplasi melaksanakan Paskah adat yang disebut Kaos Toli (menyingkap kain penutup), diiringi dengan tarian bidu-bidu bola (tarian bidu gua).

Untuk sampai ke Guanya Anda harus melewati tangga yang panjang menuju puncak Bukit Biatuni. Total ada sebanyak 108 anak tangga yang harus Anda lalui. Lumayan melelahkan apalagi Anda yang sedang dalam perjalanan panjang. Tapi untungnya suasanya di sekitar gua lumayan sejuk karena ada banyak pohon yang terpelihara dengan baik disini.

Desain tangga dan pelatarannya dibuat sederhana dengan menampilkan nuansa klasik yang menawan. Tersusun dari batu-batu alam yang disusun rapi membentuk punden berundak. Sesampainya di dalam gua Anda akan melihat sebuah patung Bunda Maria dengan tinggi sekitar 2 meter. Terdapat pula beberapa tatakan lilin dan sebuah kursi kayu didekatnya. 

Karena ini sebenarnya merupakan gua alam, Anda akan melihat banyak kelelawar yang sedang menggantung di langit-langit gua. Ada sebuah lubang di kecil di sebelah atas gua. Lubang ini menjadi pintu keluar masuknya kelelawar. Lubang ini juga menjadi satu-satunya sumber cahaya yang masuk ke dalam gua. Cahaya yang masuk melalui lubang sempit itu menampilkan kesan yang eksotis di dalam gua.

View this post on Instagram

wisata rohani bersama suster

A post shared by Abel Delia Pinto (@abeldeliapinto) on

Hampir setiap hari umat ataupun peziarah datang berdoa di gua alam ini. Apalagi hari raya besar umat katolik seperti Paskah dan Natal serta bulan Maria. Selain gua utama,peziarah dapat melanjutkan lagi perjalanan ke puncak bukit untuk menemukan setiap stasi dalam proses jalan salib dan juga terdapat gua yang menjadi makam yesus. Gua Maria Bitauni Kefamenanu ini juga tampaklah menarik dan alamiah. dengan patung malaikat yang berada tepatnya di depannya tersebut. Diatas puncak ini pula sering diadakan ibadat,ekaristi maupun proses jalan salib bagi umat paroki Kiupukan.

Gua Maria Siti Bitauni Dikenal Keramat oleh masyarakat sekitarnya. Umat paroki Kiupukan dan sekitarnya sangat yakin bahwa gua alam Maria Bitauni amat keramat. 

Hal ini ditandai selama ini ia tidak melihat tidak ada keong, tidak ada ular yang melintas di areal gua. Kalaupun ada juga dengan sendirinya mati. Selain itu ada beberapa kali penampakan Bunda Maria dalam gua tersebut,serta banyak sekali umat yang berdevosi di gua dan doanya diterima. Seperti orang yang sudah lama menikah namun belum mendapat buah hati namun ketika berdoa di gua,harapan itu terkabul. Termasuk salah seorang Bapak Haji dari Bogor (Jawa) yang sudah berkeluarga kurang lebih 17 tahun namun belum memperoleh buah hati. Dan pada tahun 2006 dengan niat yang tulus,Ia datang di gua ini namun sebelumnya meminta izin di pastor paroki untuk berdoa. Ternyata ujudnya berhasil. Sekarang ia sudah memiliki lima orang anak dan lebih istimewa lagi sebagai ungkapan terima kasih atas kemurahan hati bunda maria, Bapak Haji terbut mempersembahkan anak pertamanya masuk Katholik dan sampai dengan sekarang Bapak Haji tersebut menjadi donatur dalam proses pembangunan Kapela di Bitauni. Kalaupun ada yang bertindak atau berniat tidak baik terhadap gua tersebut maka dengan sendirinya ada tanda- tanda.

Gua Maria Bitauni yang masih alami, di situ juga tersedia sarana ibadat . Prosesi via dolorosa ini benar-benar menantang, karena kita diajak jalan menyusuri lorong berbatu dengan kontur badan jalan yang sangat menanjak menuju ke bukit tersebut. Namun, jangan buru-buru cemas, karena akses menuju gua maria ini telah ditata rapi dengan batu alami. Untuk masuk ke Gua Maria Bitauni Kefamenanu ini.

Misa Jumat Agung bagi umat Katolik di Kecamatan Insana biasanya di laksanakan diareal gua ini. Pada bulan Mei dan Oktober (Bulan Maria) para peziarah harus sabar dalam antrian untuk berdoa karena padatnya peziarah yang datang.

Drama penyaliban Yesus biasanya dilakukan setiap tahun di tempat ini. Tempat ziarah ini sudah diabadikan melalui sebuah lagu rohani karya almarhum Pater Piet Verharren, SVD dan almarhum Alo de Rosari yang diberi judul Siti Bitauni.

Peta Lokasi Gua Maria Siti Bitauni

POSTING MENARIK LAINYYA