22 April – Hari Bumi/Earth Day – Tema dan KTT Bumi

  • Bagikan

22 April – Hari Bumi/Earth Day – Tema dan KTT Bumi – Hari Bumi Sedunia atau Earth Day dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Tahun ini Hari Bumi Internasional jatuh pada Kamis, 22 April 2021.

Sebagaimana dikutip dari laman Earth Day, Hari Bumi menandai hari lahir gerakan lingkungan modern pada tahun 1970.

Sejarah Hari Bumi (Earth Day)

22 April-Hari Bumi/Earth Day dan KTT Bumi
22 April-Hari Bumi/Earth Day dan KTT Bumi

“Hari Bumi pada 1970 lalu menyuarakan kesadaran publik yang muncul tentang keadaan planet kita,” tulis Earth Day di laman resminya.

Hari Bumi pertama kali dicanangkan oleh pengajar lingkungan Amerika Serikat Gaylord Nelson pada 1970. Sejarah Hari Bumi dimulai pada tahun 1960 an hingga 1970an dimana pada saat itu Amerika Serikat sedang mengalami gejolak ekonomi dan politik.

Ide Hari Bumi sebenarnya sudah muncul sejak awal 1960-an di Amerika Serikat, ketika orang-orang mulai sadar tentang efek pencemaran lingkungan. Isu pencemaran lingkungan ini juga diangkat dalam buku karya Rachel Carson berjudul Silent Spring yang terbit pada 1962. Buku ini berkisah soal bahaya pestisida di perdesaan Amerika.

Beberapa tahun setelahnya, terjadi kebakaran besar di Sungai Cuyahoga, Cleveland yang disebabkan oleh pembuangan limbah kimia ke sungai.

Tragedi inilah yang kemudian mendorong orang untuk melindungi sumber daya alam. Pada 1969, mulai bermunculan aktivis peduli lingkungan yang fokus pada isu-isu pencemaran lingkungan berskala besar, seperti polusi udara yang disebabkan pabrik dan pembuangan limbah yang belum diatur secara ketat. Hanya sedikit masyarakat Amerika pada tahun itu yang mengenal istilah daur ulang.

Senator Gaylord Nelson, yang terpilih di Senat AS tahun 1962, bertekad untuk meyakinkan pemerintah bahwa planet bumi berada dalam bahaya. Pada 1969, Nelson kemudian menjadi salah satu orang yang mengembangkan gagasan Hari Bumi.

Nelson mengumumkan konsep Hari Bumi di sebuah konferensi pers di Seattle pada musim gugur 1969.

“Hari Bumi bisa terwujud karena respons spontan dari level akar rumput. Kami tidak punya waktu atau sumber daya untuk mengelola 20 miliar demonstran, ribuan sekolah dan komunitas lokal yang berpartisipasi. Itulah yang luar biasa dari Hari Bumi, ia mengorganisasikan dirinya sendiri,” kata Nelson, seperti dikutip dari History.

Sejak saat itu, peringatan Hari Bumi terus tumbuh dan dikenal dunia.

Makna Hari Bumi (Earth Day)

Makna dari Hari Bumi masih penting karena mengingatkan orang untuk berpikir tentang nilai-nilai kemanusiaan, ancaman yang dihadapi planet ini dan cara-cara untuk membantu melindungi lingkungan.

Peringatan Hari Bumi hendaknya jangan dilakukan sekedar kegiatan yang bersifat seremoni dan sesaat, tetapi dilakukan secara nyata dan berkesinambungan. Hari Bumi hendaknya dijadikan sebagai momentum bagi kita untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan yaitu dengan menjaga agar bumi tidak dirusak.

Fakta yang terjadi di seluruh dunia adalah terjadinya berbagai perusakan lingkungan secara besar-besaran dan tidak terkendali, baik yang dilakukan secara individu maupun korporasi. Dampak kemajuan teknologi juga turut berperan dalam menyumbangkan gas dan zat-zat berbahaya terhadap lingkungan yang kemudian terakumulasi dan mencapai titik yang sangat membahayakan.

Langkah Kecil Menjaga Bumi

Kita harus sadar bahwa peduli terhadap lingkungan tidak harus menunggu Hari Bumi. Banyak yang bisa dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sebenarnya tidak sulit untuk menjaga bumi tercinta ini, yang penting ada kemauan dan kesungguhan kita untuk sama-sama menjaganya. Beberapa langkah kecil dan sederhana yang bisa kita lakukan diantaranya adalah :

1.Mengelola sampah dengan baik, seperti :

·Membuang sampah pada tempatnya

·Tidak membuang sampah di sungai atau selokan.

·Mengolah sampah organik menjadi pupuk.

·Mengolah sampah kertas menjadi kertas daur ulang.

·Membuat kerajinan dari limbah sampah.

·Memisahkan sampah organik dan non organik.

2.Menghemat energi, seperti :

·Mematikan listrik yang tidak dipakai.

·Memakai listrik hemat energi.

·Mencabut kabel dari stop kontak ketika pemakaiannya sudah selesai.

·Jika kita memakai AC, sebaiknya suhunya jangan terlalu dingin.

·Pergunakan sepeda untuk perjalanan jarak dekat, sehingga bisa menghemat energi dan mengurangi polusi udara.

·Hindari pemakaian minyak tanah untuk memasak, ganti dengan bahan bakar gas.

·Matikan kran air dan jangan biarkan air menetes terus tanpa jelas pemanfaatannya.

3.Tidak menggunakan tas plastik saat berbelanja, tetapi menggunakan tas dari bahan alami yang mudah hancur.

4.Cinta terhadap tanaman, seperti :

·Menanam pohon dan tanaman lainnya di halaman rumah atau di lahan kosong yang tidak terpakai.

·Tidak memasang bahan reklame di pohon dengan cara menggunakan paku.

·Tidak menebang pohon pelindung yang sengaja di tanam di sisi jalan.

5.Tidak melakukan pembakaran lahan gambut pada saat membuka usaha perkebunan (land clearing).

6.Melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, terutama saat musim hujan.

7.Memberikan sosialisasi kepada masayarakat tentang pentingnya merawat bumi, misalnya dengan menulis artikel di media, melalui lukisan, atrtaksi teterikal dan lain-lain.

8.Membuat rumah yang ramah lingkungan, misalnya dengan ventilasi yang cukup, jendela kaca dan lampu taman dari bahan energi matahari.

9.Melakukan daur ulang bahan-bahan dari kertas, aluminium dan plastik.

10.Hindari pemakaian sterefoam untuk pembungkus makanan karena susah terurai.

11.Menggunakan pupuk organik untuk menyuburkan tanaman.

12.Kurangi pemakaian kertas, karena kertas dibuat dari batang pohon.

Tema Hari Bumi (Earth Day) 2021: “Restore Our Earth”

Tema Hari Bumi 2021 adalah “Restore Our Earth” atau Pulihkan Bumi Kita. Sebagaimana dikutip laman earthday.org tema Hari Bumi tahun ini berfokus pada proses alam, teknologi hijau yang sedang berkembang, dan pemikiran inovatif yang dapat memulihkan ekosistem dunia.

Tema “Restore Our Earth” tersebut menolak anggapan bahwa mitigasi atau adaptasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi perubahan iklim

“Memulihkan Bumi kita bukan hanya karena kita peduli dengan alam, tetapi karena kita hidup di atasnya. Kita semua membutuhkan Bumi yang sehat untuk mendukung pekerjaan, mata pencaharian, kesehatan & kelangsungan hidup, dan kebahagiaan kita. Planet yang sehat bukanlah pilihan – ini adalah kebutuhan,” demikian ditulis earthday.

Lebih dari 1 miliar orang di 192 negara sekarang berpartisipasi dalam kegiatan Hari Bumi setiap tahun. Hari Bumi dijadikan peringatan sipil terbesar di dunia.

“Hari ini, kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari Hari Bumi dan membantu aksi iklim lebih lanjut di seluruh dunia,” tulis earthday.

KTT Bumi

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi diadakan pada tanggal 3–14 Juni 1992 di Rio de Jainero, Brasil yang membahas tentang isu – isu lingkungan, kelangkaan air, dan energi alternatif. Hasil dari KTT Bumi adalah Agenda 21, Deklarasi Rio, dan Konvensi Keanekaragaman Hayati.

Hasil tersebut merupakan sikap dari 178 negara dan 2.400 perwakilan organisasi non pemerintah dalam upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan berskala global.

Pengertian

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi atau UNICED (United Nations Conference on Environtment and Development) adalah konferensi yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membahas tentang isu lingkungan dan pembangunan.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi mendefinisikan tentang kerusakan alam yang harus dicegah dengan komitmen negara-negara untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sejarah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi

Revolusi industri memberikan dampak postif bagi kegiatan ekonomi karena pesatnya kegiatan industri. Dilihat dari sisi lain, ada pula dampak negatif dari revolusi industri yaitu rusaknya lingkungan. Melihat keresahan tersebut Pemerintah Swedia memberikan usul kepada PBB untuk diselenggarakannya konferensi internasional PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia (United Nations Conference in The Human Environtment) di Stockholm, Swedia tahun 1972.

Konferensi tersebut menjadi sejarah bagi dunia karena konferensi tersebut merupakan konferensi pertama yang membahas tentang lingkungan hidup. Konferensi tersebut memberikan hasil berupa kesepakatan dari 114 negara tentang rencana kerja, khususnya tentang perencanaan dan pengelolaan permukiman manusia serta rekomendasi kelembagaan United Nation Environmental Programme (UNEP).

Pengenalan motto “hanya ada satu bumi” (The Only One Earth) dikenalkan dalam konferensi tersebut untuk memperkenalkan pentingnya menjaga lingkungan bagi penduduk dunia.

Sumber daya alam sangat terbatas tetapi kebutuhan manusia tidak terbatas membuat alam terus dieksploitasi sehingga kerusakan lingkungan terus terjadi dalam periode setelah dibentuknya UNEP.

Menanggapi hal tersebut PBB membuat Lembaga independent yang dibentuk oleh majelis umum pada tahun 1983 yang diberi nama World Commission on Environment and Development (WCED). WCED diketuai oleh Perdana Menteri Norwegia, Ny. Gro Brundtland yang dapat menyelesaikan tugasnya pada tahun 1987 dengan membuat laporan berjudul “Our Common Future” dengan tema “Sustainable Development” atau biasa dikenal dengan Laporan Brundtland.

Selama kurang lebih 5 tahun setelah Laporan Brundtland diterbitkan, PBB menyelenggarakan United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau konferensi khusus tentang masalah lingkungan dan pembangunan atau dikenal dengan KTT Bumi (earth summit) pada tahun 1992 di Rio de Jainero, Brazil.

Pada KTT Bumi diperkenalkan jargon “Think Globaly, Act Locally” sebagai bentuk sosialisai mengenai pentingnya menjaga semangat kebersamaan antara upaya pembangunan oleh kelompok developmentalis dan upaya menjaga kelestarian lingkungan oleh environmentalis sehingga terbentuk sinergitas untuk menjaga bumi dari polusi dan kerusakan lingkungan.

Isu yang Dibahas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi

Salah satu isu lingkungan yang dibahas pada KTT Bumi adalah isu perubahan iklim. Meningkatnya emisi gas rumah kaca merupakan dampak dari eksploitasi sumber daya hayati yang berlebihan.

Hal ini menyebabkan tidak terserapnya emisi oleh tumbuhan sehingga menyebabkan penuhnya gas karbon di udara dan menghalangi pantulan sinar matahari dari bumi. Pantulan sinar matahari yang tidak diteruskan ke atmosfer menyebabkan suhu bumi meningkat sehingga memicu terjadinya perubahan iklim.

Permasalahan tersebut mendorong PBB untuk membentuk konvensi perubahan iklim The Framework Convention on Climate Change (FCCC). Tujuan pokok konvensi ini adalah stabilisasi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer dengan cara mengurangi sumber emisi gas seperti CO2, emisi pabrik, transportasi, dan penggunaan energi fosil pada umumnya.

Dampak perubahan iklim adalah kelangkaan air. Fenomena ini terjadi akibat musim kemarau yang berkepanjangan dan tidak menentu. Selain itu, kemarau juga meningkatkan suhu bumi sehingga penguapan (evapotranspirasi) berjalan dengan cepat.

Suhu bumi tertinggi di Indonesia yang dicatat oleh BMKG adalah 39.5°C pada 27 Oktober 2015 di Kota Semarang.

Masalah air adalah masalah yang sangat fatal bila diabaikan begitu saja. Oleh karena itu, PBB membuat laporan yang bertajuk “An Agenda for Water Action” bersama bank dunia.

Pembangunan berkelanjutan merupakan isu yang dibahas pada KTT Bumi. Pembangunan berkelanjutan mencakup tiga aspek yaitu aspek pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan perlindungan lingkungan.

Pembangunan industri menimbulkan efek bagi kemajuan ekonomi dan sosial karena manusia mendapatkan keuntungan melalui pembangunan industri serta membawa manusia pada peradaban baru.

Akan tetapi dalam aspek lingkungan, terjadi pencemaran yang luar biasa karena pada pelaksanaan pembangunan industri memerlukan bahan bakar dari alam yaitu batu bara.

Jika kegiatan industri tidak dikontrol secara serius, maka alam akan rusak dan sumber daya akan habis untuk memenuhi kebutuhan manusia. Maka dari itu adanya inovasi mengenai penggunaan energi alternatif dapat digunakan untuk mengurangi dampak negatif kegiatan industri.

Hasil-Hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi

KTT Bumi menghasilkan dokumen yang mengikat dan tidak mengikat. Dokumen yang mengikat antara lain Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Konvensi Kerangka PBB untuk perubahan iklim. Sementara dokumen yang tidak mengikat antara lain Agenda 21, Deklarasi Rio, dan prinsip-prinsip mengelola hutan secara lestari.

Agenda 21 adalah program aksi dunia untuk pembangunan berkelanjutan yang disepakati oleh 178 negara, termasuk Indonesia ketika diselenggarakan KTT Bumi di Rio de Jainero tahun 1992.

Agenda 21 terbagi menjadi empat bagian. Bagian pertama tentang program yang berkaitan dengan dimensi sosial ekonomi. Bagian kedua tentang pengelolaan sumberdaya dan pencemaran. Bagian ketiga tentang program untuk penguatan kelompok utama.

Bagian keempat yaitu program pengembangan sarana implementasi. Pada bagian keempat dicantumkan komitmen negara maju untuk memberikan 0,7% GNP untuk negara berkembang. Nantinya Negara berkembang akan menggunakannya untuk pengelolaan lingkungan sebagai konsekuensi pengeluaran polusi yang besar dari kegiatan industri negara maju.

Deklarasi Rio merupakan kesepakatan yang dideklarasikan pada KTT Bumi Rio de Jainero, Brazil. Pada Deklarsi Rio dibentuk prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan antara lain precautionary principle, prinsip keadilan, prinsip integrasi, dan prinsip kerjasama.

Precautionary principle merupakan prinsip yang bermakna jika ada ancaman kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan, tidak adanya bukti ilmiah tidak dapat digunakan sebagai alasan menunda usaha untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan tersebut.

Prinsip keadilan lebih menekankan kepada hak manusia untuk menikmati hidup di lingkungan yang bersih serta mendapatkan akses yang adil dalam mengelola sumber daya alam. Prinsip integrasi dalam konsep pembangunan yang berkelanjutan sangat diperlukan dalam upaya mencegah kerusakan lingkungan karena perlunya kesepakatan bersama dalam mempertimbangkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Sementara prinsip kerjasama pada dasarnya bertujuan agar negara-negara melakukan kerjasama melindungi dan melestarikan lingkungan.

Konvensi Keanekaragaman Hayati berisi tentang kesepakatan negara-negara tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Konservasi dan pemanfaatan sumber daya hayati secara lestari menjadi tanggung jawab negara, walaupun negara memiliki hak berdaulat atas sumber daya hayati yang dimiliki.

Kesadaran negara-negara tentang pentingnya konservasi dan pemanfaatan sumber daya secara lestari mampu menekan dampak terhadap perubahan iklim atau isu-isu lingkungan lainnya karena fungsi dari keanekaragaman hayati adalah untuk memelihara sistem-sistem kehidupan biosfer.

Baca Juga:

Sekian informasi seputar 22 April – Hari Bumi/Earth Day – Tema dan KTT Bumi. Semoga bermanfaat. Salam.

Tag

hari bumi, hari bumi sedunia, hari bumi 2020, hari bumi sedunia 2020, hari bumi 2021, hari bumi 2020 pengakap, hari bumi malaysia, hari bhoomi newspaper, hari bumi tanggal, hari bumi sedunia 2021, tema hari bumi 2020, slogan hari bumi, selamat hari bumi, poster hari bumi, cara menyambut hari bumi, dalam rangka memperingati hari bumi sedunia, sejarah hari bumi, aktiviti untuk sambutan hari bumi, kuis hari bumi, quotes hari bumi, hari sabtu bumi, hari penciptaan bumi, hari lahir sabtu bumi, hari penciptaan langit dan bumi, hari ini gempa bumi, hari ini asteroid mendekati bumi, hari bumi, hari bumi sedunia, hari bumi 2020, hari bumi sedunia 2020, hari bumi 2021, hari bumi 2020 pengakap, hari bumi malaysia, hari bhoomi newspaper, hari bumi tanggal, hari bumi sedunia 2021, tema hari bumi 2020, slogan hari bumi, selamat hari bumi, poster hari bumi, cara menyambut hari bumi, dalam rangka memperingati hari bumi sedunia, sejarah hari bumi, aktiviti untuk sambutan hari bumi, kuis hari bumi, quotes hari bumi, hari sabtu bumi, hari penciptaan bumi, hari lahir sabtu bumi, hari penciptaan langit dan bumi, hari ini gempa bumi, hari ini asteroid mendekati bumi, ktt bumi, ktt bumi di bali, ktt bumi kedua dilaksanakan di kota, ktt bumi di stockholm, hasil ktt bumi di rio de janeiro, hari bumi/earth day/ktt bumi (internasional), hasil ktt bumi tahun 1992, isi ktt bumi di rio de janeiro, tujuan ktt bumi di rio de janeiro, hasil ktt bumi rio de janeiro 1992, apa itu ktt bumi, 22 April-Hari Bumi/Earth Day dan KTT Bumi, 22 April-Hari Bumi/Earth Day dan KTT Bumi, 22 April-Hari Bumi, 22 April-Hari Bumi, 22 April KTT Bumi, 22 April KTT Bumi, 22 April KTT Bumi, 22 April KTT Bumi, 22 April KTT Bumi, 22 April Earth Day, 22 April Earth Day, 22 April-Hari Bumi, 22 April-Hari Bumi, 22 April – Hari Bumi/Earth Day, 22 April – Hari Bumi/Earth Day, 

Last Update: 8 Juni 2021

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *