Download Dokumen Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Dermaga

  • Whatsapp

Download Dokumen Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Dermaga – Dermaga adalah suatu struktur sipil yang berfungsi sebagai tempat kapal bersandar melakukan bongkar muat barang/menaik-turunkan penumpang dari dan ke kapal.

Peranan dermaga sangat penting, karena harus dapat memenuhi semua aktifitas-aktifitas distribusi fisik di pelabuhan, antara lain: menaik turunkan penumpang dengan lancar, mengangkut dan membongkar kargo, menghubungkan angkutan dari-ke darat atau dari-ke laut, merapat dan melepaskan kapal, tempat penyimpanan yang efektif, Gudang, dan fasilitas yang berhungan dengan lalu lintas darat.

Bacaan Lainnya

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Dermaga
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Dermaga

Macam-Macam Dermaga

Pemilihan jenis dermaga dipengaruhi oleh kebutuhan yang akan dilayani (dermaga penumpang ataupun barang yang bisa berupa barang satuan, curah, atau cair), ukuran kapal, arah gelombang dan angin, kondisi topografi, dan tanah dasar laut. Berdasarkan fungsi operasionalnya, macam-macam dermaga adalah sebagai berikut:

  • Dermaga barang umum, adalah dermaga yang diperuntukkan untuk bongkar muat barang umum/general cargo ke atas kapal
  • Dermaga peti kemas, dermaga yang khusus diperuntukkan untuk bongkar muat peti kemas. Bongkar muat peti kemas biasanya menggunakan crane.
  • Dermaga barang curah, adalah dermaga yang khusus digunakan untuk bongkar muat barang curah yang biasanya menggunakan ban berjalan (conveyor belt).
  • Dermaga khusus, adalah dermaga yang khusus digunakan untuk mengangkut barang khusus, seperti bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan lain sebagainya.
  • Dermaga Marina, adalah dermaga yang digunakan untuk kapal pesiar, kapal Ferry, speed boat
  • Dermaga kapal ikan, adalah dermaga yang digunakan oleh kapal ikan.

Tipe Dermaga Berdasarkan Letak Posisinya

Berdasarkan posisi letaknya, dermaga dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu wharf, pier, dan jetty. Struktur wharf dan pier bisa berupa struktur tertutup atau terbuka, sementara jetty pada umumnya berupa struktur terbuka.

Wharf

Wharf adalah dermaga yang dibuat sejajar pantai dan dapat dibuat berhimpit dengan garis pantai atau agak menjorok ke laut. Jenis wharf ini biasanya dipilih bila dasar pantai agak curam atau kedalaman air yang dalam, tidak terlalu jauh dari garis pantai. Kebanyakan digunakan untuk pelabuhan barang potongan atau peti kemas dimana dibutuhkan suatu halaman terbuka yang cukup luas untuk menjamin kelancaran angkutan barang.

Perencanaan wharf harus memperhitungkan tambatan kapal, perlatan bongkar muat barang dan fasilitas transportasi darat, karakteristik kapal yang akan berlabuh mempengaruhi panjang wharf dan kedalaman yang diperlukan untuk memperatkan kapal.

 Pier

Pier adalah dermaga yang berada pada garis pantai dan posisinya tegak lurus dengan garis pantai (berbentuk jari). Berbeda dengan wharf yang digunakan untuk merapat pada satu sisinya, pier dapat digunakan pada satu sisi atau dua sisinya sehingga dapat digunakan untuk merapatkan lebih banyak kapal. Perairan di antara dua pier yang berdampingan disebut slip.

 Jetty

Jetty adalah bangunan dermaga yang menjorok ke tengah laut (sungai, danau) untuk mencapai kedalaman yang diperlukan dan dihubungkan bangunan jembatan ke darat. Sisi muka jetty biasanya sejajar dengan pantai. Pada umumnya jetty digunakan untuk merapat kapal tanker, kapal LNG, dan kapal tongkang. Untuk menahan benturan kapal yang merapat, dipasang dolphin penahan benturan (bresting dholpin) di depan jetty. dolphin-dolphin tersebut dihubungkan dengan catwalk (jembatan kecil), yang berfungsi sebagai jalan betugas yang akan mengikatkan tali kapal ke dolphin.

Tipe Dermaga Berdasarkan Struktur

Berdasarkan jenis strukturnya, dermaga dapat dikelompokkan menjadi dua macam berikut ini.

Deck On Pile

Dermaga Deck On Pile (open type structure) menggunakan serangkaian tiang pancang (piles) sebagai pondasi untuk lantai dermaga. Seluruh beban di lantai dermaga, termasuk gaya akibat berthing dan mooring, diterima sistem lantai dermaga dan tiang pancang pada struktur dermaga ini. Di bawah lantai dermaga, kemiringan tanah dibuat sesuai dengan kemiringan alaminya serta dilapisi dengan perkuatan (revement) untuk mencegah tergerusnya tanah akibat gerakan air yang disebabkan oleh manuver kapal. Untuk menahan gaya lateral yang cukup besar akibat berthing dan mooring kapal, dapat dilakukan pemasangan tiang pancang miring. Pada umumnya, jenis struktur tiang pada Struktur Dermaga Deck On Pile sedikit sensitif terhadap getaran-getaran lokal seperti tumbukan bawah air akibat haluan kapal dibandingkan struktur dermaga lainnya.

Keuntungan Struktur Dermaga Deck On Pile:

(1) Sudah umum digunakan,

(2) Mudah dilaksanakan,

(3) Perawatan lebih mudah.

Kerugian/hambatan Struktur Dermaga Deck On Pile:

(1) Diperlukan pekerjaan pengerukan dengan volume yang cukup besar,

(2) Diperlukan proteksi pada kemiringan tanah di bawah lantai dermaga,

(3) Diperlukan pemasangan tiang miring apabila gaya lateral cukup besar.

Sheet Pile

Dermaga jenis ini menggunakan sheet pile (turap atau dinding penahan tanah) untuk menahan gaya-gaya akibat perbedaan elevasi antara lantai dermaga dengan dasar kolam. Struktur Dermaga Sheet Pile adalah jenis struktur yang tidak memperdulikan kemiringan alami dari tanah. Struktur jenis ini biasanya dibangun pada garis pantai yang memiliki kemiringan curam dimana, pada umumnya, tanah pada bagian laut kemudian dikeruk untuk menambah kedalaman kolam pelabuhan. Tiang pancang masih diperlukan untuk menahan gaya lateral dari kapal yang sedang sandar atau untuk membantu sheet pile menahan tekanan lateral tanah. Struktur sheet pile ini dapat direncanakan dengan menggunakan sistem penjangkaran (anchor) ataupun tanpa penjangkaran. Sistem penjangkaran dapat berupa tiang angkur atau angkur batu. Untuk kondisi perairan dimana gelombang agak besar, Struktur Dermaga Sheet Pile kurang cocok karena gelombang akan menghantam dinding dan terjadi olakan air di daerah dimana kapal sandar. Keuntungan Struktur Dermaga Sheet Pile adalah tidak memerlukan pengerukan tanah di bawah deck.

Kerugian/hambatan Struktur Dermaga Sheet Pile:

(1) Perlu perlindungan terhadap korosi,

(2) Perlu perbaikan tanah,

(3) Masih memerlukan tiang miring.

Diaphragma Wall

Selain sheet pilediaphragma wall beton juga dapat berfungsi sebagai penahan tekanan lateral tanah. Struktur Dermaga Diafragma Wall terdiri dari blok-blok beton bertulang berukuran besar yang diatur sedemikian rupa. Perletakan blok beton dengan kemiringan tertentu dimaksudkan agar terjadi geseran antara blok beton satu dengan lainnya sehingga dicapai kesatuan konstruksi yang mampu memikul beban-beban vertikal (dari lantai dermaga) maupun horizontal pada dermaga. Barrette pile dapat digunakan pada struktur ini, yang berfungsi sebagai anchor untuk diaphragma wall, keduanya dihubungkan oleh sistem tie beam atau tie slab. Untuk kondisi perairan dimana gelombang agak besar, Struktur Dermaga Diaphragma Wall kurang cocok karena gelombang akan menghantam dinding dan terjadi olakan air di daerah dimana kapal sandar.

Keuntungan Struktur Dermaga Diaphragma Wall:

(1) Waktu pelaksanaan relatif singkat, dan

(2) Dinding dapat dirancang menerima gaya aksial.

Kerugian/hambatan Struktur Dermaga Diaphragma Wall:

(1) Harus dilaksanakan oleh tenaga ahli dalam bidang ini,

(2) Memerlukan material khusus,

(3) Memerlukan peralatan khusus.

 Caisson

Struktur ini merupakan salah satu jenis dari dermaga gravity structure. Pada prinsipnya, struktur dermaga jenis ini memanfaatkan berat sendiri untuk menahan beban-beban vertikal dan horizontal pada struktur dermaga serta untuk menahan tekanan tanah. Caisson dalah suatu konstruksi blok-blok beton bertulang berbentuk kotak-kotak yang dibuat di darat dan dipasang pada lokasi dermaga dengan cara diapungkan dan diatur pada posisi yang direncanakan, kemudian ditenggelamkan dengan mengisi dinding kamar-kamar caisson dengan pasir laut ataupun batu. Untuk kondisi perairan dimana gelombang agak besar, Struktur Dermaga Caisson kurang cocok karena gelombang akan menghantam dinding dan terjadi olakan air di daerah dimana kapal sandar.

Keuntungan Struktur Dermaga Caisson:

(1) Blok-blok caisson dapat dibuat di temapt lain

(2) Dapat dilaksanakan pada kondisi tanah yang jelek.

Kerugian/hambatan Struktur Dermaga Caisson:

(1) Diperlukan perbaikan tanah alas caisson agar mampu menahan berat caisson dan beban yang akan bekerja

(2) Diperlukan keahlian khusus untuk pembuatan blok-blok beton dan penempatan caisson.

Dolphin’s System

Dermaga Sistem Dolphin membutuhkan jetty untuk menghubungkan dermaga dengan darat. Ada dua jenis Dermaga Sistem Dolphin, yaitu L-jetty dan fingerpier. Struktur Dermaga Sistem Dolphin dikatagorikan sebagai light structure (struktur ringan) karena Struktur Dermaga Sistem Dolphin direncanakan hanya untuk menerima beban-beban ringan seperti pipa-pipa penyalur minyak dan gas sertaconveyors. Struktur Dermaga Sistem Dolhpin biasanya digunakan untuk:

  1. Dermagaferryuntuk kapal jenis Ro-Ro
  2. Dermaga untuk bulk untukloadingbatu bara serta loadingunloading minyak.

Metode Pelaksanaan Dermaga

Metode pelaksanaan yang akan diuraikan hanya akan membahas mengenai konsep dasar pelaksanaan dermaga dan tidak membahas secara detail tentang pelaksanaan sesungguhnya di lapangan.

Metode pelaksanaan dermaga akan dibagi menjadi 3 poin utama, yaitu:

Masa Prakonstruksi

Dalam masa prakonstruksi ini hal-hal yang dilakukan adalah persiapan pelaksanaan, baik yang di darat maupun di laut. Pada umumnya, sebelum pelaksanaan sudah harus disiapkan:

  1. Pembersihan lahan, yaitu membersihkan lahan proyek dan lahan disekitar proyek yang telah dibebaskan dari hal-hal yang akan mengganggu jalannya proyek secara keseluruhan,
  2. Direksi kit, yang berfungsi sebagai tempat untuk keperluan rapat, konfirmasi antar organisasi atau personil yang terkait pengawasan dan lain-lain,
  3. Pos jaga, berfungsi sebagai pengawasan alat dan material,
  4. Gudang, sebagai tempat penyimpanan bahan yang akan dipakai,
  5. Pendatangan alat berat seperti crane, pontin, hammer hydraulic untuk keperluan pemancangan tiang pancang.

Masa Konstruksi

Dalam masa konstruksi ini pekerjaan dermaga dilakukan persegmen, pembahasan akan dibagi atas item-item pekerjaan sebagai berikut:

Pemancangan

Alat yang dipergunakan:

2 buah ponton

crane

hydraulic hammer

2 teodolit/waterpass

Pemacangan dilakukan dengan 2 ponton, dimana 1 ponton sebagai hydraulic hammer untuk pemancangan dan satunya sebagai ponton crane untuk pengambilan tiang pancang dari areal penumpukan ke ponton pancang. Alat teodolit dipergunakan untuk mengukur ketepatan posisi dan kemiringan tiang saat pemancangan.

  1. Ponton crane mengambil tiang pancang yang berada pada areal penumpukan dan kemudian memindahkan tiang pancang dari ponton crane ke ponton pancang, lalu kemudian dilaksanakan pemancangan.
  2.  Pada saat pemancangan, ponton pancang diarahkan ke titik yang dituju, dengan bantuan alat teodolit untuk menentukan titik serta kelurusan/kemiringan tiang pancang.
  3. Setelah semuanya sesuai, tali pengikat pada hydraulic hammer dikendorkan sehingga tiang pancang akan turun sampai seabed dan diukur kembali ketepatannya dengan teodolit.
  4. Apabila sudah sesuai kembali, baru mulai dipancang dengan hydraulic hammer sampai kedalaman yang direncakan.
  5.  Setelah beberapa tiang pancang selesai dipasang, dapat dilakukan pemotongan tiang pancang yang terlebih dengan menggunakan hammer ban sampai pada elevasi tiang yang direncakan.
  6. Apabila pemotongan tiang sudah selesai semua, pekerjaan selanjutnya adalah pengerjaan poer.

 Pengecoran Poer

  1. Sebelum merakit bekisting poer, terlebih dahulu dipasang landasan untuk bekisting berupa sabuk pengikat dibaut sejumlah 2 baut untuk tiap pengikatnya pada tiang pancang/
  2. Kemudian dipasang balok yang menghubungkan antara tiang satu dengan lainnya baik arah memanjang maupun melintang.
  3. Dilanjutkan dengan perakitan bekisting poer di atas landasan yang telah ada, sesuai dengan ukurannya. Untuk bagian vertikal dari bekisting poer ditopang dengan kayu perancah ke balok yang menghubungkan antar tiang pancang.
  4. Setelah bekisting poer selesai, dilakukan pemasangan tulangan beton pengisi tiang dan tulangan poer. Pengecoran dilakukan sekaligus sehingga antara beton pengisi tiang dan poer monolit.

Pengecoran pelat dan balok

Bekisting balok memanjang dan melintang dipasang sesuai dengan ukuran rencana dan ditopang dengan kayu ke landasan yang telah terpasang pada langkah sebelumnya, pengecoran dilakukan monolit (sekaligus) dengan pelat dermaga, balok fender. Sebelum pengecoran dilakukan, angker bolder dan fender dipasang pada posisinya dengan dilas dengan tulangan balok untuk perkuatan.

Masa Pasca Konstruksi

Setelah pengecoran selesai dan beton telah mengeras dengan sempurna, dilakukan pekerjaan tambahan yaitu:

Pemasangan Bolder

Setelah beton mengeras sempurna, bollard dapat dipasang, angker yang sudah tertanam pada saat pengecoran pelat Bersama tulangannya dibersihkan dan dipasangkan bollard ke posisinya kemudian dicor setempat.

Pemasangan Fender

Sama halnya dengan bolder, angker fender yang telah tertanah dibersihkan dan fender ditempatkan di posisinya lalu dipasang pasangan angkernya.

Pemasangan Rel Crane

Dalam pemasangan crane harus diawasi dengan ketat, dimana setiap sambungan rel harus dites dengan ultrasonic, demikian pula dengan kelurusan rel itu sendiri.

Download Dokumen Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Dermaga

Baca Juga:

Sekian informasi seputar Download Dokumen Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Dermaga. Semoga bermanfaat. Salam.

Last Update: 21 Mei 2021

Artikel Menarik Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *