Download Dokumen Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Sekolah

  • Whatsapp

Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Sekolah – Setelah mengikuti Aanswizjing kantor/lapangan serta mempelajari bestek/gambar dan berita acara Aanswizjing, maka kami mencoba membuat metoda pelaksanaan, karena salah satu syarat teknis untuk penawaran pekerjaan tersebut diatas.

Untuk memenuhi persyaratan Usulan Teknis dalam penawaran yang kami ajukan, yang kami susun berdasarkan aturan-aturan pelaksanaan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam Bestek, Gambar Kerja.

Bacaan Lainnya

Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Sekolah
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Sekolah

Dalam Metoda Pelaksanaan Pekerjaan ini, kami menguraikan/menjelaskan langkah-langkah yang akan kami lakukan dalam melaksanakan atau penyelesaian pekerjan tersebut diatas. Meliputi tenaga kerja, material dan peralatan serta teknis pelaksanaan pembangunan dan waktu pengerjaannya selama maksimal 160 hari kalender. Kemudian pada metode ini juga kami menjelasakan resiko bahaya kecelakaan kerja dan cara penangulangan kecelakaan kerja tersebut.

Pada pekerjaan ini dituntut profesionalitas tenaga lapangan atau yang akan ditempatkan dilapangan harus benar-benar orang yang memahami baik teori maupun pengalaman lapangan, jadi untuk menjaga mutu dan step-step kerja diperlukan orang yang memang sudah pernah mempelajari menghitung, merencana, mengawasi dan melaksanakan pekerjaan Pembangunan SDN 006 Langgini Kec. Bangkinang Kota, jadi apabila ada kendala dilapangan tim Direksi bisa berargumentasi antara data lapangan dengan data yang yang direncanakan dengan artian yang sehat yaitu untuk kelancaran dan mutu pekerjaan ini
Dalam metoda ini kami akan membuat tahapan uraian pekerjaan yaitu:

A. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan ini di mulai dengan mengundang konsultan pengawas dan pemimpin kegiatan untuk bersama sama kelapangan menentukan titik lokasi yang akan di kerjakan dan di lanjutkan pembersihan lokasi yang akan di kerjakan, setelah lokasih sudah besih di mulai dengan pekerjaan pengukuran dan memasang patok dan sesuai dengan ukuranya di lanjutkan memasang bouwplang yang mana papan bouwplang yang di pakai di ketam satu sisi yang permukaanya ke atas dan bouwplang ini harus siku dan jaraknya dari titik bangunan 1 meter. Pada pekerjaan persiapan ini di ajukan semua contoh material yang akan di pakai dalan pelaksanaan proyek ini dan apabila material yang di ajukan di setujui maka material tersebut di masukan ke lokasi proyek dengan tetap membuat laporan jumlah material yang masuk dan rencana pemakainaya. pekerjaan bouwplang ini harus di jaga sampai selesai pekerjaan struktur lantai satu. Pekerjaan ini bisa di selesaikan dlam waktu 2 hari kerja dengan jumlah pekerja sabanyak 6 orang dengan memakai peralatan yaitu :
1. meteran,
2. water pas,
3. martil,
4. gergaji kayu,
5. parang.
Metrial yang di pakai yaitu :
1. papan 2 x 10,
2. balok kayu 4/6,
3. paku.
Resiko kecelakaan kerja :
 tangan tergores parang / terpukul palu / tergores gergaji.
Cara penengulangan :
 selalu mengingatkan/menjelaskan kewaspadaan kepada para pekerja dengan cara melakukan safety morning setiap harinya.
Selalu menyediakan peralatan P3K yang berisikan cairan anti septic, perban, perekat, kapas, alkohol pembersih dan lain-lain.

B. PEK. PEMBONGKARAN DINDING BATA
Pada saat bersamaan dan dari hasil pengukuran serta berdasarkan RAB dan gambar, kami melakukan pembongkaran dinding bata. Pembongkaran dilaksanakan secara manual oleh beberapa orang pekerja dengan diawasi oleh mandor menggunakan peralatan seperti Breker, Godam, Linggis, Martil dan alat bantu lainya. Hasil  bongkaran dibuang keluar lokasi pekerjaan jika tidak dibutuhkan menggunakan mobil pick up. Pekerjaan ini diperkirakan akan dilaksanakan selama 8 minggu.
Demi menjaga keselamatan pekerja, setiap pelaksanaan pekerjaan pembongkaran, pekerja diwajibkan menggunakan peralatan K3 seperti sepatu bot, kaca mata, helm, sarung tanggan, masker dan lain-lain. Serta menyiapkan kotak P3K dilokasi pekerjaan sebagai pertolongan pertama.

C. PEK. PEMBONGKARAN LANTAI KERAMIK
Pada pekerjaan ini dimulai dengan melakukan pembongkaran lantai keramik menggunakan pahat atau mesin breker secara bertahap pada permukaan  lantai keramik. Puing – puing sisa bongkaran dilakukan pembersihan secara menyeluruh dan dilakukan pembuangan pada lokasi tertentu diangkut menggunakan mobil pickup.
Peralatan yang digunakan yaitu :
1. Palu
2. Godam
3. Pahat beton
4. Breker
5. Skop
6. Gerobak
Resiko kecelakaan kerja:
1. Tangan terkena pukulan martil
2. Mata terkena serpihan bongkaran
3. Kaki terkena pecahan puing-puing bongkaran keramik
Penanggulangan kecelakaan kerja:
1. Selalu menggunakan masker, sarung tangan dan sepatu savety.

D. PEK. PEMBONGKARAN RANGKA ATAP
Pada pekerjaan pembongkaran rangka atap dimulai dengan membuka seluruh paku/baut sambungan rangka atap secara bertahap, dimulai dari gording dan dilanjutkan dengan rangka kuda-kuda. Untuk pekerjaan pembongkaran rangka atap ini resiko kecelakaan kerja sangat tinggi, maka harus diawasi secara seksama agar tidak terjadi kecelakaan. Setiap rangka atap yang selesai dibongkar akan dikumpulkan pada suatu tempat dan disusun secara rapi.
Peralatan yang digunakan yaitu:
1. Palu
2. Gergaji
3. Linggis
Resiko kecelakaan kerja antara lain:
1. Terjatuh dari ketinggian
2. Kaki tertimpa puing-puing bongkaran
3. Tangan terpukul palu
4. Kaki tertusuk paku
Cara penanggulangan kecelakaan kerja antara lain:
1. Selalu menggunakan perancah yang kokoh dan diikat secara kuat agar tidak goyang/runtuh saat terkena puing-puing bongkaran rangka atap
2. Selalu menngunakan sepatu savety, sarung tangan, savty belt.

E. PEK. PEMBONGKARAN PLAFON + RANGKA
Setelah permukaan penutup atap selesai dibongkar dilanjutkan dengan membongkar plafond dan rangka plafond. Metode pembongkaran yaitu denga menggunakan perancah sementara yang daat digeser agar memudahkan pekerja saat melakukan pembongkaran. Proses pembongkaran dimulai dari membongkar penutup plafond dengan cara ngongkel paku pengikat penutup plafond hingga penutup plafond terlepas dari rangka plafond. Setelah seluruh penutup plafond selesai dibongkar kemudian dilanjutkan dengan membongkar ragka plafond dimulai dari melepaskan sambungan rangka plafond dengan cara mencongkel paku dengan linggis atau memukul yambungan kayu dengan menggunakan palu hingga sambungan kayu terlepas keseluruhan. Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan puing-puing sisa pembongkaran menuju gudang sementara dan disusun sedemikian rupa agar tidak mengganggu pekerjaan.

F. PEK. PEMBONGKARAN PENUTUP ATAP
Pada pekerjaan pembongkaran ini dimulai dari pembongkaran penutup atap, dimulai dari pembongkaran perabung dan lembaran atap dari atas menggunakan lingis, paku pengikat atap harus dicabut dahulu kemudian lembaran atap bisa ditutunkan menggunakan katrol dan taliatau bisa langsung dilamparkan kebawah. Setelah seluruh permukaan penutup atap selesai dibongkar dilanjutkan dengan membongkar lisplang. Metodo pembongkaran listlang sama seperti pembongkaran penutup atap yaitu dicabut paku terdahulu denggan menngunakan linggis pada pangkal palu. Setelah semua material bongkaran dibawah dilnjutkan dengan melakukan pembersihan sisa material bongkaran menuju gudang sementara dan disusun dengan rapi.
Peralatan yang digunakan yaitu :
1. Linggis,
2. Palu,
Resiko kecelakaan kerja :
1. Tangan tersores seng penutup atap,
2. Tangan/kaki tertusuk paku,
Cara penangulangan yaitu:
1. Selalu menggunakan sarung tangan,
Selalu menggunakan sepatu septi.

II. PEKERJAAN BANGUNAN
A. PEKERJAAN STRUKTUR
PEKERJAAN PONDASI
PEKERJAAN PANCANG KAYU CEROCOK DIBAWAH PONDASI TELAPAK SETEMPAT
Pekerjaan ini di muai dengan mendatangkan kayu cerocok sesuai spesifikasi dan alat hammer menuju lokasih pekerjaan, dilanjutkan dengan menyiapkan landasan mesin pancang pada lokasi kerja agar memudahkan pengoperasian mesin pancang. pada titik yang akan di pancang, kayu cerocok disiapkan mulai dari pembagian jarak per titik pondasi dan jumlah kayu. Kayu cerocok diberdirikan tepat tibawah kepala hammer dan ditempatkan pada posisi kepala kayu cerocok agar kayu cerocok tidak tumbang, setelah kayu cerocok berdiri vertikal di pasang kepala cerocok yang akan di benamkan. Setelah semua peralatan sudah terpasang baru di mulai pembenaman kayu cerocok ke dalam tanah dengan car memukulkan kepala hammer sampai kayu cerocok masuk kedalam tanah sampai mencapai titik ke kerasan yang sudah di tentukan dan pemancangan ini di lanjutkan sampai selesai semuanya pemancangan. Pekerjaan pemancangan ini dapat di selesaikan dalam waktu 10 hari kerja dengan jumlah pekerja sebanyak 10 orang dengan memakai peralatan:
a. Jekhammer,
b. Besi pipa landasan,
c. Benag tukang,
d. meteran,
material yang di pakai:
a. Kayu Cerocok Ø12 cm,
Resiko kecelakaan kerja:
a. kaki terjepit mesin pancang.
b. Tertimpa kayu cerocok yang tumbang
Cara pengendalian :
a. Selalu menggunakan sepatu savety
Selau menggunakan helm pelindung.

PEKERJAAN PONDASI TELAPAK SETEMPAT P1
GALIAN TANAH , DALAM S/D 2 M
Setelah mendapatan hasil dari pengukurang bowplank tersebut dan telah disetujui oleh konsultan pengawas, maka dilanjutkan dengan pekerjaan galian tanah. Lebar panjang dan dalam dari galian ini telah sesuai dengan dokumen yang telah ada sebelumnya. Tanah hasil galian tersebut ditempatkan tidak jauh dari galian tanah karna bisa digunakan kembali pada saat pengurugan tanah kembali. Apabila didalam hasil penggalian tersebut terdapat sampah-sampah atau benda-benda yang nantinya dapat merusak dari hasil penggalian ini dibuang ditempat yang aman dan tidak menganggu pekerjaan yang lainnya. Gunakan water pass untuk mendapatkan lubang yang horizontal yang rata. Jika kemiringan lahan besar, maka bangunan harus dibagi menjadi 2 bagian dengan ketinggian lantai yang berbeda, untuk menjaga agar pondasi letaknya tidak terlalu tinggi. Tinggi permukaan pondasi yang muncul diatas tanah tidak melebihi 120 cm dari permukaan tanah.
Gali pondasi sampai permukaan tanah keras. Pondasi harus selalu dibuat di atas permukaan tanah keras. Pembuatan pondasi pada tanah yang lunak sering menyebabkan pondasi tidak berfungsi baik dan mengakibatkan runtuhnya dinding atau kolom. Dasar dari galian harus dijaga kebersihannya, bebas dari reruntuhan sisa-sisa bahan bangunan. Jika terjadi hujan sebelum pondasi jadi, keringkan dasar pondasi dari sisa- sis air hujan, dan kotoran- kotoran lainnya. Tumpuk sisa-sisa tanah dari penggalian pondasi didalam garis tapak, yang akan digunakan kemudian untuk menimbun kembali disekeliling lubang pondasi dan dibawah lantai. Pekerjaan galian ini dapat di selesaikan dalam waktu 4 hari dengan jumlah pekerja sebanyak 15 orang dengan memakai peralatan antara lain :
1. Cangkul
2. sikop,
3. gerobk dorong
4. linggis
5. dodos
resiko kecelakaan kerja antar lain :
 kaki terkena cangkul
cara penanggulangan :
 selalu menggunakan sepatu boot.

PAS. URUGAN PASIR
Dasar galian pondasi diberi lapisan pasir/Urugan Pasir setebal 5 cm padat secara merata, pemadatan pasir boleh disiram dengan air, adapun pasir yang dipadatkan harus melakukan pengecekan ulang dan sampai merata. Pekerjaan pasir urug ini dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari dengan jumlah pekerja 2 orang dengan memakai peralatan:
1. cangkul,
2. skop,
3. gerobak sorong.
4. Dan perlengkapan pendukung lainnya.
Bahan yang digunakan :
1. Pasir urug

PAS. LANTAI KERJA BETON TUMBUK 1:3:5
Pekerjaan beton tumbuk ini dimulai dengan mengaduk adukan campuran PC:1 PS:3 KR: 5. Setelah itu adukan diletakkan kedasar galian yang telah di taburkan pasir urug dengan ketebalan sesuai pada gambar perencanan. Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 3 hari dengan jumlah pekerja sebanyak 7 orang. Peralatan yeng di gunakan:
1. beton molen,
2. skop
3. cangkul
4. sendok semen
5. ember
6. gerobak sorong.
Bahan yang akan dipakai:
1. pasir,
2. semen
3. kerikil
4. air.

PEKERJAAN BEKESTING
Bekesting merupakan konstruksi sementara yang berfungsi sebagai cetakan atau mal dari beton cair hingga mengeras sebagai struktur bangunan, dan akan dibongkar setelah beton sampai umur tertentu. Meskipun sebagai konstruksi sementara bekisting atau cetakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a) Kuat dan kokoh
Cetakan kuat dan kokoh dengan tujuan agar cetakan tersebut mampu menahan beban beton, pekerja, alat dan serta tidak terjadi lendutan yang tidak diisyaratkan dalam perhitungan, karena akan mempengaruhi mutu beton dan juga keindahan dari beton tersebut.
b) Rapat, bersih dan rapi
Cetakan untuk mencetak beton harus rapat dan rapi sehingga air semen tidak hilang dan juga bebas dari kotoran karena kotoran dapat mengurangi mutu beton.
c) Ekonomis dan mudah dibongkar
Pemakaian bahan untuk acuan harus ekonomis (murah akan tetapi harus layak dari segi kekuatan). Agar pada pemakaian efisien maka pada pembongkaran harus dihindari kerusakan pada cetakan tersebut.
Panel bekesting yang digunakan adalah multiplek dengan pelapis minyak bekesting diperkuat support ferry, doka maupun konvensional. Untuk sabuk bekesting kami pakai Tee rood. Pemasangan bekesting dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dibongkar dan dipasang kembali (knok down) untuk tempat lain pada jenis pekerjaan yang  sama. Untuk pemasangan dan pembongkaran bekesting kami asumsikan 1 hari harus selesai, jika limit waktu yang disediakan tadi tidak tercapai maka penambahan jam kerja ditambah.
Cetakan tidak boleh dibongkar untuk menunjang samping sebelum beton paling sedikit berumur 4 hari  . Sehingga dengan adanya asumsi waktu tersebut diatas maka bekesting fromwork hanya dibutuhkan 2 (dua) set untuk dua lantai. Fromwork yang sudah selesai dibongkar dikumpulkan dibersihkan dari sisa-sisa pengecoran untuk dipindahkan / dipakai ditempat lain. Kebutuhan Bekisting lapangan dipabrikasi di los kerja, sehingga di lapangan tinggal penyetelan saja. Hal yang perlu dilakukan :
– Dipakai papan 2/20 dan Multiplek 9 mm, untuk Rib dipakai Kaso 5/7 dan Waller dipakai 7/15 .
– Bagian bekisting dibuat di bengkel, dilapangan tinggal menyetel saja. Bila memungkinkan bagian yang kecil-kecil juga dipabrikasi di los kerja.
– Dikuas dengan minyak bekisting pada permukaannya sebelum pengecoran agar mudah dilepas.
– Kayu atau profit pengaku bekisting dibuat sekokoh mungkin untuk menghindari terjadinya pergeseran atau lendut.
Sebelum dimulai pekerjaan Struktur, pekerjaan bekisting sudah dapat difabrikasi sesuai dengan bekisting bangunan yang prioritas dimulai.
Bahan yang dipergunakan:
1. Balok Kayu ukuran 5/7,
2. Multiplek 8mm
3. Paku
4. Minyak bekisting
Peralatan yang diperlukan:
5. Gergaji
6. Martil
7. penggaris
8. palu
9. pensil
10. kuas

PEKERJAAN PEMBESIAN
Pekerjaan pembesian terdiri dari pekerjaan pemotongan, pembengkokan, penyetelan dan perakitannya.Untuk memudahkan dalam pelaksanaannya dibuat jadwal penulangan dalam bentuk tabel yang memuat kode tulangan, bentuk dan ukuran, jumlah batang, panjang dan dimeter tulangan.Dengan demikian penggunaan bahan dapat terkontrol (ekonomis dan memudahkan dalam bekerja).
Untuk pekerjaan pembesian diperlukan ketelitian serta penghematan bahan dan untuk mempercepat produksi digunakan mesin ( bar bender dan bar cutter).
Urutan pekerjaan :
Sebelum pelaksanaan pembesian dibuat bestat yang telah disetujui pengawas lapangan untuk acuan bagi pelaksana dan logistik untuk pengadaan besi dan untuk menghindari dari kesalahan pemotongan / produksi.
Pabrikasi besi untuk pelaksanaan disesuaikan dengan kebutuhan / jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan serta tenaga kerja yang melaksanakan dan diperkirakan produktifitas perhari ± 1,2 ton perhari.
Besi beton yang telah dibentuk akan kami  pasang pada posisi yang tertera pada gambar, tidak menempel pada bekisting dengan cara diganjal dengan pengganjal beton yang dibuat sesuai tebal selimut beton yang diinginkan. Atau menggantung besi dengan cara diikat satu dengan lainnya pada persilangan diameter tidak kurang dari 1,6 mm.
Blok penggganjal akan memiliki kekuatan yang sama dengan mutu beton yang akan dicor. Sebelum pengecoran kami akan melaporkan Pengguna Jasa / Pengawas Lapangan untuk mengadakan pemeriksaan pembesian.
Peralatan yang digunakan:
1. Mesin barbending
2. Kunci besi
3. Kekep/kakak tua
Bahan yang digunakan:
1. Besi tulangan
2. Kawat ikat
Resiko kecelakaan kerja:
1. Tanggan terjepit mesin barbending
2. Kaki kejatuhan potongan besi
Cara penanggulangan:
1. Selalu meningkatkan kewaspadaan saat bekerja menggunakan alat barbinding
2. Selalu menggunakan sarung tangan, sepatu safty dan helm pelindung.
3.
PEKERJAAN PONASI SETEMPAT
Pekerjaan ini di awali dengan mengecor lantai kerja pada dasar galian pondasi dan besi bekas potongan kayu cerocok diikat dengan besi tulanagan pondasi. Besi tulangan pondaasi di rakit dan besi yang sudah di rakit di masukkan kedaalam galian pondasi, besi yang di masukan di ukur untuk menentukan as kolom, setelah ukuran asnya sudah dapat baru pasang penyanganya dan di pasang bekestinya dan di lanjutkan dengan pengecoran pondasinya. Untuk pekerjaan sloof di mulai dengan memasang besi tulangan sloof yang menghubungakan atara ponadi yang satu dengan yang lain, besi tersebut di ikat dengan besi tulangan yang dari pondasi dan selanjutnya di pasang bekestingya. Untu melanjutkan pengecoranya di minta persetujuan konsultan pengawas dan apabila sudah di setujui maka di lanjutkan pekerjaan pengecoranya untuk semua sloof dan untuk pembongkaran bekesting di tunggu umur beton dan sekalian mengembalikan tanah bekas galian pondasi. Pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 14 hari kerja dengan jumlah pekerja sebanya 25 orang dengan mempergunakan peralatan:
1. mobil molen,
2. bar bander,
3. bar karter,
4. gerobak dorong,
5. meteran,
6. martil,
7. gergaji kayu,
8. sendok semen,
9. vibrato
materian yang di gunakan
1. beton redimix,
2. papan bekesting,
3. balok kayu 5/7,
4. multiplek 8 mm
5. besi tulangan,
6. kawat ikat,
7. paku.

PEK.   URUGAN TANAH BEKAS GALIAN
Pada pekerjaan urugan bekas gaian ini dikerjakan setelah pekerjaan pondasi selesai, yaitu menimbunkan tanah sisa bekas galian pondasi pada lubang yang sudah selesai dikerjakan pekerjaan tapak pondasi setempat, pondasi menerus pas. 1 batu, braben pondasi dan pekerjaan sloof sudah selesai dikerjakan. Timbunan kembali bekas galian hanya sampai level datar muka tanah saja. Peralatan yang digunakan yaitu:
a. Cangkul
b. Skop
c. gerobak

A.1.4 Pekerjaan Pondasi Beton Menerus 1:3:5
Untuk pekerjaan Pondasi Beton Menerus di mulai dengan melakukan pengukuran elevasi Pondasi Beton Menerus dari permukaan tanah sesuai softdrawing dan dilakukan penarikan benang sebagai pedoman lurus dan sikunya bagunan dan juga elevasi permukaan lantai. Kemudian dilanjutkan dengan memasang bekistingya. Untuk melanjutkan pengecoranya di minta persetujuan konsultan pengawas dan apabila sudah di setujui maka di lanjutkan pekerjaan pengecoranya untuk semua Pondasi Beton Menerus dan untuk pembongkaran bekesting di tunggu umur beton dan sekalian mengembalikan tanah bekas galian pondasi. Pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 6 hari kerja dengan jumlah pekerja sebanya 12 orang dengan mempergunakan peralatan:
a. mobil molen,
b. bar bander,
c. bar karter,
d. gerobak dorong,
e. meteran,
f. martil,
g. gergaji kayu,
h. sendok semen,
i. vibrato
materian yang di gunakan
a. Semen,
b. Pasir Cor,
c. Kerikil,
d. Air,
e. papan bekesting,
f. balok kayu 5/7,
g. multiplek 8 mm
h. besi tulangan,
i. kawat ikat,
j. paku.

A.1.5 Pekerjaan Pondasi Tangga Teras Beton dan Anak tangga
Pekerjaan palat tangga ini di mulai dengan memasang perancah yang akan menjadi penyangan bekesting plat tangga dan di lanjutkan dengan pemasangan bekesting plat dan anak tangga yang di sambung dengan bekesting dari balok dan di atas bekesting plat lantai ini di kerjakan pembesian dengan jarak ukuran yang sudah di tentukan pada gambar perencanaan. Besi palt lantai dan anak tangga yang di kerjakan harus behubungan langsung dengan besi balok dan pondasi tangga yang sudah di kerjakan terlebih dahulu dan untuk menentukan selimut beton di pasang ganjal di antara besi tulangan dengan bekesting. Setelah pekerjaan bekesting dan pembesian sudah selesai di lanjutkan meminta ijin pengecoran dengan konsultan pengawas dan apabila sudah di setujui baru kami order redimik untuk di mulai pengecoran anak tangga dan plat bordes. Untuk pembongkaran bekesting ini kami menunggu umur beton selama 21 hari dan pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 12 hari kerja

A.1.6 Pekerjaan Sloof 25/40
Untuk pekerjaan sloof di mulai dengan melakukan pengukuran elevasi sloof dari permukaan tanah sesuai softdrawing dan dilakukan penarikan benang sebagai pedoman lurus dan sikunya bagunan dan juga elevasi permukaan lantai. Kemudian dilanjutkan dengan memasang besi tulangan sloof yang menghubungakan atara pondasi yang satu dengan yang lain, besi tersebut di ikat dengan besi tulangan yang dari pondasi dan selanjutnya di pasang bekistingya. Untuk melanjutkan pengecoranya di minta persetujuan konsultan pengawas dan apabila sudah di setujui maka di lanjutkan pekerjaan pengecoranya untuk semua sloof dan untuk pembongkaran bekesting di tunggu umur beton dan sekalian mengembalikan tanah bekas galian pondasi. Pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 6 hari kerja dengan jumlah pekerja sebanya 12 orang dengan mempergunakan peralatan:
j. mobil molen,
k. bar bander,
l. bar karter,
m. gerobak dorong,
n. meteran,
o. martil,
p. gergaji kayu,
q. sendok semen,
r. vibrato
materian yang di gunakan
k. Semen,
l. Pasir Cor,
m. Kerikil,
n. Air,
o. papan bekesting,
p. balok kayu 5/7,
q. multiplek 8 mm
r. besi tulangan,
s. kawat ikat,
t. paku.

A.1.7 Pekerjaan Sloof 20/30
Untuk pekerjaan sloof di mulai dengan melakukan pengukuran elevasi sloof dari permukaan tanah sesuai softdrawing dan dilakukan penarikan benang sebagai pedoman lurus dan sikunya bagunan dan juga elevasi permukaan lantai. Kemudian dilanjutkan dengan memasang besi tulangan sloof yang menghubungakan atara pondasi yang satu dengan yang lain, besi tersebut di ikat dengan besi tulangan yang dari pondasi dan selanjutnya di pasang bekistingya. Untuk melanjutkan pengecoranya di minta persetujuan konsultan pengawas dan apabila sudah di setujui maka di lanjutkan pekerjaan pengecoranya untuk semua sloof dan untuk pembongkaran bekesting di tunggu umur beton dan sekalian mengembalikan tanah bekas galian pondasi. Pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 6 hari kerja dengan jumlah pekerja sebanya 12 orang dengan mempergunakan peralatan:
s. mobil molen,
t. bar bander,
u. bar karter,
v. gerobak dorong,
w. meteran,
x. martil,
y. gergaji kayu,
z. sendok semen,
aa. vibrato
materian yang di gunakan
u. Semen,
v. Pasir Cor,
w. Kerikil,
x. Air,
y. papan bekesting,
z. balok kayu 5/7,
aa. multiplek 8 mm
bb. besi tulangan,
cc. kawat ikat,
dd. paku.

A.1.8 Pekerjaan Sloof 12/20
Untuk pekerjaan sloof di mulai dengan melakukan pengukuran elevasi sloof dari permukaan tanah sesuai softdrawing dan dilakukan penarikan benang sebagai pedoman lurus dan sikunya bagunan dan juga elevasi permukaan lantai. Kemudian dilanjutkan dengan memasang besi tulangan sloof yang menghubungakan atara pondasi yang satu dengan yang lain, besi tersebut di ikat dengan besi tulangan yang dari pondasi dan selanjutnya di pasang bekistingya. Untuk melanjutkan pengecoranya di minta persetujuan konsultan pengawas dan apabila sudah di setujui maka di lanjutkan pekerjaan pengecoranya untuk semua sloof dan untuk pembongkaran bekesting di tunggu umur beton dan sekalian mengembalikan tanah bekas galian pondasi. Pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 6 hari kerja dengan jumlah pekerja sebanya 12 orang dengan mempergunakan peralatan:
bb. mobil molen,
cc. bar bander,
dd. bar karter,
ee. gerobak dorong,
ff. meteran,
gg. martil,
hh. gergaji kayu,
ii. sendok semen,
jj. vibrato
materian yang di gunakan
ee. Semen,
ff. Pasir Cor,
gg. Kerikil,
hh. Air,
ii. papan bekesting,
jj. balok kayu 5/7,
kk. multiplek 8 mm
ll. besi tulangan,
mm. kawat ikat,
nn. paku.

A.2 Pekerjaan Struktur Lantai 1
A.2.1 Pekerjaan Kolom 25/40
Pekerjaan ini dimulai dengan mesang besi tulangan kolom yang sudah dirakit dan disambung dengan besi stek dari pondasi dan sambungannya diikat dengan kawat ikat, selanjutnya memasang bekisting dan bekisting ini di ukur dua sisi untuk menentukan pertikal nya. Setelah pertikalnya sudah dapat di pasang penyangga bekisting. Untuk menentukan ketebalan selimut beton di pasang pengganjal antara bekisting dan tulangan kolom, untuk melanjutkan pengecoran kolom diminta ijin dari konsultan pengawas dan apabila sudah disetujui dilanjutkan dengan mengorder redimik, setelah redimiknya sampai dilokasi pekerjaan dilanjutkan pengecoran kolom satu per satu sampai selesai semua pengecoran kolom. Untuk pembongkaran bekisting kolom ditunggu umur beton selama 14 hari. Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 18 hari kerja dengan jumlah pekerja 30 orang dengan memakai peralatan:
1. waterpas,
2. batu lot,
3. meteran,
4. martil,
5. gergaji kayu,
6. gegep/kakak tua.
Material yang digunakan:
1. besi tulangan,
2. kawat ikat,
3. papan bekisting ,
4. paku ,
5. beton redimix,
6. balok kayu 5/7
7. playwood 8 mm.

A.2.1.2 Pekerjaan Kolom 25/25
Pekerjaan ini dimulai dengan mesang besi tulangan kolom yang sudah dirakit dan disambung dengan besi stek dari pondasi dan sambungannya diikat dengan kawat ikat, selanjutnya memasang bekisting dan bekisting ini di ukur dua sisi untuk menentukan pertikal nya. Setelah pertikalnya sudah dapat di pasang penyangga bekisting. Untuk menentukan ketebalan selimut beton di pasang pengganjal antara bekisting dan tulangan kolom, untuk melanjutkan pengecoran kolom diminta ijin dari konsultan pengawas dan apabila sudah disetujui dilanjutkan dengan mengorder redimik, setelah redimiknya sampai dilokasi pekerjaan dilanjutkan pengecoran kolom satu per satu sampai selesai semua pengecoran kolom. Untuk pembongkaran bekisting kolom ditunggu umur beton selama 14 hari. Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 18 hari kerja dengan jumlah pekerja 30 orang dengan memakai peralatan:
7. waterpas,
8. batu lot,
9. meteran,
10. martil,
11. gergaji kayu,
12. gegep/kakak tua.
Material yang digunakan:
8. besi tulangan,
9. kawat ikat,
10. papan bekisting ,
11. paku ,
12. beton redimix,
13. balok kayu 5/7
14. playwood 8 mm.

A.2.3 Pekerjaan Kolom Praktis 11/11
Pekerjaan kolom praktis di mulai dengan memasang besi dan di lanjutkan dengan memasang bekesting dan di lanjutkan pengecoranya, sedangkan pekerjaan balok praktis di mulai dengan memasang besi tulangan dan di lanjutkan dengan memasang bekestinya dan di lanjutkan dengan pengecoranya.

A.2.4 Pekerjaan Balok Canopy Beton 12/20 dan Canopy Beton
Pekerjaan balok dan Canopy Beton ini di mulai dengan mengukur ketinggian antara muka lantai dengan elevasi canopy beton dan dan membuat tanda pada ujung kolom. Sesuai dengan tanda dipasang bekisting Balok Canopy dan Balok  yang dimulai dengan memasang skafolding/perancah sebagai penyangga bekisting, diatas bekisting Balok Canopy dan Balok Canopy dipasang pembesian balok dan pembesian plat Canopy dalam pekerjaan di perhatikan pemasangan begel dan jarak besi plat Canopy yang disesuaikan dengan gambar perencanaan. Setelah bekisting dan pembesian balok, plat Canopy di kerjakan dilanjutkan dengan minta izin pengecoran pada pihak konsultan pengawas. Apabila sudah disetujui dilanjutkan dengan mengorder beton redimix. Setelah redimix sampai dilokasi pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran. Untuk pembongkaran bekisting ini kami menunggu umur beton selama 21 hari dan pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 12 hari kerja dengan jumlah pekerja 30 orang dengan mempergunakan peralatan:
1. kongkrit pump,
2. mobil redimix,
3. sendok semen,
4. martil,
5. meteran,
6. gegep/kakak tua,
7. mesin barbending
8. kunci besi,
9. slang air ,
10. vibrator ,
11. waterpas,
12. skapolding
material yang dipakai:
1. redimix,
2. besi beton,
3. kawat ikat
4. balok kayu 5/7
5. multiplek 8 mm
6. minyak bekisting ,
7. paku.
Resiko kecelakaan kerja:
 terjatuh dari ketinggian.
 Bekisting runtuh/ skafolding runtuh
 Kaki/tanggan iritasi terkena adukan beton
Cara penangulangan:
 Memasang rambu pembatas/rambu peringatan.
 Selalu memeriksa kedudukan scafolding agar kuat dan tidak goyang disaat pemasangan dan sebelum dilakukan pengecoran.
 Selalu menggunakan sepatu boot, sarung tangan dan helm pelindung kepala

A.2.7 Pekerjaan Tangga Dan Bordes
Pekerjaan palat tangga ini di mulai dengan memasang perancah yang akan menjadi penyangan bekesting plat tangga dan di lanjutkan dengan pemasangan bekesting plat dan anak tangga yang di sambung dengan bekesting dari balok dan di atas bekesting plat lantai ini di kerjakan pembesian dengan jarak ukuran yang sudah di tentukan pada gambar perencanaan. Besi palt lantai dan anak tangga yang di kerjakan harus behubungan langsung dengan besi balok dan pondasi tangga yang sudah di kerjakan terlebih dahulu dan untuk menentukan selimut beton di pasang ganjal di antara besi tulangan dengan bekesting. Setelah pekerjaan bekesting dan pembesian sudah selesai di lanjutkan meminta ijin pengecoran dengan konsultan pengawas dan apabila sudah di setujui baru kami order redimik untuk di mulai pengecoran anak tangga dan plat bordes. Untuk pembongkaran bekesting ini kami menunggu umur beton selama 21 hari dan pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 12 hari kerja. peralatan yang digunakan:
1. kongkrit pump,
2. mobil redimix,
3. sendok semen,
4. martil,
5. meteran,
6. gegep/kakak tua,
7. mesin barbending
8. kunci besi,
9. slang air ,
10. vibrator ,
11. waterpas,
12. skapolding
material yang dipakai:
1. redimix,
2. besi beton,
3. kawat ikat
4. balok kayu 5/7
5. multiplek 8 mm
6. minyak bekisting ,
7. paku.
Resiko kecelakaan kerja:
 terjatuh dari ketinggian.
 Bekisting runtuh/ skafolding runtuh
 Kaki/tanggan iritasi terkena adukan beton
Cara penangulangan:
 Memasang rambu pembatas/rambu peringatan.
 Selalu memeriksa kedudukan scafolding agar kuat dan tidak goyang disaat pemasangan dan sebelum dilakukan pengecoran.
 Selalu menggunakan sepatu boot, sarung tangan dan helm pelindung kepala

A.2.8 Pekerjaan Balok dan Plat Lantai
Pekerjaan balok dan lantai ini di mulai dengan mengukur ketinggian antara lantai 1 dengan lantai 2 dan dan membuat tanda pada ujung kolom. Sesuai dengan tanda dipasang bekisting balok daan lantai yang dimulai dengan memasang skafolding sebagai penyangga bekisting, diatas bekisting balok dan lantai dipasang pembesian balok dan pembesian lantai dalam pekerjaan di perhatikan pemasangan begel dan jarak besi plat lantai yang disesuaikan dengan gambar perencanaan. Setelah bekisting dan pembesian balok, lantai di kerjakan dilanjutkan dengan minta izin pengecoran pada pihak konsultan pengawas. Apabila sudah disetujui dilanjutkan dengan mengorder beton redimix. Setelah redimix sampai dilokasi pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran. Untuk pembongkaran bekisting ini kami menunggu umur beton selama 21 hari dan pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 12 hari kerja dengan jumlah pekerja 30 orang dengan mempergunakan peralatan:
13. kongkrit pump,
14. mobil redimix,
15. sendok semen,
16. martil,
17. meteran,
18. gegep/kakak tua,
19. mesin barbending
20. kunci besi,
21. slang air ,
22. vibrator ,
23. waterpas,
24. skapolding
material yang dipakai:
8. redimix,
9. besi beton,
10. kawat ikat
11. balok kayu 5/7
12. multiplek 8 mm
13. minyak bekisting ,
14. paku.
Resiko kecelakaan kerja:
 terjatuh dari ketinggian.
 Bekisting runtuh/ skafolding runtuh
 Kaki/tanggan iritasi terkena adukan beton
Cara penangulangan:
 Memasang rambu pembatas/rambu peringatan.
 Selalu memeriksa kedudukan scafolding agar kuat dan tidak goyang disaat pemasangan dan sebelum dilakukan pengecoran.
 Selalu menggunakan sepatu boot, sarung tangan dan helm pelindung kepala

A.3 Pekerjaan Struktur Lantai 2
A.3.1 Pekerjaan Kolom 25/25
Pekerjaan kolom ini di mulai dengan mendirikan besi tulangan kolom yang sudah di rakit di sambung dengan besi stek yang dari  pondasi dan sambunganya di ikat pakai kawat ikat, setelah berdiri dan sudah siap di ikat di pasang bekestinya dan pemasangan bekesting ini harus di timbang dua sisi untuk mendapatkan hasil yang pertikal, stelah dapat hasil yang pertikal di lanjutkan dengan memasang penyanganya. Untuk menentukan tebal dari selimut beton di ukur dan di pasang ganjal antara bekesting dengan besi tulangan. Setelah pebesian dan bekesting sudah selesai di lanjutkan dengan meminta ijin kepada konsultan pengawas untuk di mulai pengecoran dan sebelum di mulai pengecoranya harus di pasang tanda pada bekesting untuk ukuran ketinggian coran yang akan di isi dengan redimix. Setelah pesetujuan pengecoran sudah dapat baru di order redimix dan di lanjutkan memasukan redimixnya kedalam bekesting yang sudah siap dan untuk sampel coran perlu di buat beton kubus yang akan di uji nanti. Pengecoran ini di lanjutkan sampai selesai semuanya pekerjaan kolom ini dan untuk pembongkaran bekesting di tunggu umur beton 14 hari. Pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 15 hari kerja dengan jumlah pekerja sebanyak 25 orang dengan memakai peralatan:
1. mobil molen,
2. meteran,
3. water pas,
4. gegap/kakak tua,
5. gerobak dorong,
6. sendok semen,
7. martil,
8. ember tukang
9. viberator
10. kunci besi
11. pemotong besi
material yang di pergunakan:
1. beton redimix,
2. besi beton,
3. kawat ikat,
4. paku,
5. balok kayu 5/7
6. multiplek 8 mm
7. minyak bekesting.
Resiko kecelakaan kerja:
 tergores besi tulanggan/ kawat pengikat
 terjatuh dari ketinggian
cara pengendalian:
 selalu neggunakan sarung tangan,
 memasang rambu-rambu peringatan

A.3.2 Pekerjaan Kolom Praktis 11/11
Pekerjaan kolom praktis di mulai dengan memasang besi dan di lanjutkan dengan memasang bekesting dan di lanjutkan pengecoranya, sedangkan pekerjaan balok praktis di mulai dengan memasang besi tulangan dan di lanjutkan dengan memasang bekestinya dan di lanjutkan dengan pengecoranya.

A.3.3 Pekerjaan Balok
Untuk pekerjaan balok di mulai dengan melakukan pengukuran elevasi balok dari permukaan tanah/titik ±0.00 sesuai softdrawing dan dilakukan penarikan benang sebagai pedoman lurus dan sikunya bagunan dan juga elevasi permukaan lantai. Dilanjutkan dengan memasang bekisting balok dengan pedoman garis benang dan memasang besi tulangan balok yang sudah dirakit yang menghubungakan antara kolom satu dengan kolom yang lain. Untuk melanjutkan pengecoranya di minta persetujuan konsultan pengawas dan apabila sudah di setujui maka di lanjutkan pekerjaan pengecoranya untuk semua balok dan untuk pembongkaran bekesting di tunggu umur beton. Pekerjaan ini dapat di selesaikan dalam waktu 6 hari kerja dengan jumlah pekerja sebanya 12 orang dengan mempergunakan peralatan:
a. mobil molen,
b. bar bander,
c. bar karter,
d. gerobak dorong,
e. meteran,
f. martil,
g. gergaji kayu,
h. sendok semen,
i. vibrato
materian yang di gunakan
a. Semen,
b. Pasir Cor,
c. Kerikil,
d. Air,
e. papan bekesting,
f. balok kayu 5/7,
g. multiplek 8 mm
h. besi tulangan,
i. kawat ikat,
j. paku.

A.3.6 Pekerjaan Plat Lantai Atap Deck
Pekerjaan balok dan lantai ini di mulai dengan mengukur ketinggian antara lantai 1 dengan lantai 2 dan dan membuat tanda pada ujung kolom. Sesuai dengan tanda dipasang bekisting balok daan lantai yang dimulai dengan memasang skafolding sebagai penyangga bekisting, diatas bekisting balok dan lantai dipasang pembesian balok dan pembesian lantai dalam pekerjaan di perhatikan pemasangan begel dan jarak besi plat lantai yang disesuaikan dengan gambar perencanaan. Setelah bekisting dan pembesian balok, lantai di kerjakan dilanjutkan dengan minta izin pengecoran pada pihak konsultan pengawas. Apabila sudah disetujui dilanjutkan dengan mengorder beton redimix. Setelah redimix sampai dilokasi pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran. Untuk pembongkaran bekisting ini kami menunggu umur beton selama 21 hari dan pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 12 hari kerja dengan jumlah pekerja 30 orang dengan mempergunakan peralatan:
25. kongkrit pump,
26. mobil redimix,
27. sendok semen,
28. martil,
29. meteran,
30. gegep/kakak tua,
31. mesin barbending
32. kunci besi,
33. slang air ,
34. vibrator ,
35. waterpas,
36. skapolding
material yang dipakai:
15. redimix,
16. besi beton,
17. kawat ikat
18. balok kayu 5/7
19. multiplek 8 mm
20. minyak bekisting ,
21. paku.
Resiko kecelakaan kerja:
 terjatuh dari ketinggian.
 Bekisting runtuh/ skafolding runtuh
 Kaki/tanggan iritasi terkena adukan beton
Cara penangulangan:
 Memasang rambu pembatas/rambu peringatan.
 Selalu memeriksa kedudukan scafolding agar kuat dan tidak goyang disaat pemasangan dan sebelum dilakukan pengecoran.
 Selalu menggunakan sepatu boot, sarung tangan dan helm pelindung kepala

B. PEKERJAAN ARSITEKTUR
B.1 Pekerjaan Lantai dan Penutup Lantai 1
B.1.1 Pekerjaan lantai
Pas. Urugan tanah peninggian lantai
Pada pekerjaan urugan tanah bawah lantai ini bisa mulai dikerjakan setelah pekerjaan atap ataupun pekerjaan pondasi. Mula mula dilakukan mendatangkan material tanah timbunan pilihan menuju lokasi pekerjaan dan diangkut menggunakan mobil dump truck. Setelah material sampai dilokasi pekerjaan dilanjutkan dengan melakukan pembongkaran tanah timbun pilihan, kemudian tanah timbuna dilakukan pelangsiran menggunakan gerobak sorong untuk diangkut kedalam bangunan dan dilakukan penimbunan bawah lantai. Setelah tanah timbunan ditimbunakan dibawah lantai kemudian dilanjutkan dengan melakukan perataan tanah timbun dan dilakukan pemadatan menggunakan stamper/baby roller agar tanah timbuna padat dengan sempurna. Pekerjaan ini diperkirakan selesai selama 5 hari kerja dengan tenaga kerja 5 orang. Peralatan yang kami gunakan yaitu:
a. Damp truck
b. Gerobak sorong
c. Cangkul/skop
d. Stamper
Material yang digunakan:
a. Tanah timbun pilihan.

Pas. Urugan pasir
Dasar galian pondasi diberi lapisan pasir/Urugan Pasir setebal 5 cm padat secara merata, pemadatan pasir boleh disiram dengan air, adapun pasir yang dipadatkan harus melakukan pengecekan ulang dan sampai merata. Pekerjaan pasir urug ini dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari dengan jumlah pekerja 2 orang dengan memakai peralatan:
1. cangkul,
2. skop,
3. gerobak sorong.
4. Dan perlengkapan pendukung lainnya.
Bahan yang digunakan :
Pasir urug

Pas. beton tumbuk 1:3:5
Pekerjaan beton tumbuk ini dimulai dengan mengaduk adukan campuran PC:1 PS:3 KR: 5. Setelah itu adukan diletakkan kedasar galian yang telah di taburkan pasir urug dengan ketebalan sesuai pada gambar perencanan. Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 3 hari dengan jumlah pekerja sebanyak 7 orang. Peralatan yeng di gunakan:
7. beton molen,
8. skop
9. cangkul
10. sendok semen
11. ember
12. gerobak sorong.
Bahan yang akan dipakai:
5. pasir,
6. semen
7. kerikil
8. air.

B.1.2 Penutup lantai keramik
Pasangan lantai keramik harus siku terhadap dinding bangunan, sedangkan bentuk dan ukurannya disesuaikan dengan spsifikasi dan gambar kerja yang ada. Pemasangan pertama sekali dilakukan adalah pengambilan peil lantai dan dilanjutkan dengan pemasangan kepala keramik. Kepala keramik inilah yang nantinya akan jadi pedoman pemasangan selanjutnya sampai pekerjaan selesai. Langkah kerja pekerjaan ini dimulai dari : Cocokan spesifikasi dengan RKS, Siapkan tenaga, bahan, dan peralatan, Perhatikan pola pemasangan keramik sesuai gambar, Rendam keramik dalam air, Tentukan garis dasar pasangan serta elevasi dari lantai, Pasang benang arah horizontal sesuai elevasi, Pasang keramik dalam 2 arah yang berfungsi sebagai kepala pasangan keramik dan menjadi pedoman selanjutnya, Cek kesikuan kepala pasangan dan kedatarannya, Lanjutkan pemasangan keramik pada sisi lainnya, Jika kermaik telah terpasang, ketuk dengan palu karet permukaan keramik untuk mendapatkan permukaan yang datar, Bersihkan permukaan yang telah terpasang dengan kain lap basah sampai bersih.
Bahan yang digunakan:
1. Keramik
2. Semen
3. Pasir pasang
4. air
Peralatan yang digunakan :
1. Meteran
2. Palu karet
3. Waterpas
4. Drum
5. Kain lap
6. Gerobak
7. Pemotong keramik
8. Sendok semen
9. Ember

B.2 Pekerjaan Lantai dan Penutup Lantai 2
B.2.1 Penutup lantai keramik
Pasangan lantai keramik harus siku terhadap dinding bangunan, sedangkan bentuk dan ukurannya disesuaikan dengan spsifikasi dan gambar kerja yang ada. Pemasangan pertama sekali dilakukan adalah pengambilan peil lantai dan dilanjutkan dengan pemasangan kepala keramik. Kepala keramik inilah yang nantinya akan jadi pedoman pemasangan selanjutnya sampai pekerjaan selesai. Langkah kerja pekerjaan ini dimulai dari : Cocokan spesifikasi dengan RKS, Siapkan tenaga, bahan, dan peralatan, Perhatikan pola pemasangan keramik sesuai gambar, Rendam keramik dalam air, Tentukan garis dasar pasangan serta elevasi dari lantai, Pasang benang arah horizontal sesuai elevasi, Pasang keramik dalam 2 arah yang berfungsi sebagai kepala pasangan keramik dan menjadi pedoman selanjutnya, Cek kesikuan kepala pasangan dan kedatarannya, Lanjutkan pemasangan keramik pada sisi lainnya, Jika kermaik telah terpasang, ketuk dengan palu karet permukaan keramik untuk mendapatkan permukaan yang datar, Bersihkan permukaan yang telah terpasang dengan kain lap basah sampai bersih.
Bahan yang digunakan:
1. Keramik
2. Semen
3. Pasir pasang
4. air
Peralatan yang digunakan :
1. Meteran
2. Palu karet
3. Waterpas
4. Drum
5. Kain lap
6. Gerobak
7. Pemotong keramik
8. Sendok semen
9. Ember

B.3 Pekerjaan Dinding dan Penutup Dinding Lantai 1
B.3.1 Pekerjaan dinding
Pas. Dinding bata 1/2 batu ; ad 1:4
Dinding dibuat dari pasangan batu bata dengan adukan spesi 1 : 4, sebelum pasangan bata terlebih dahulu kami buat profil-profil dari kayu yang lurus sebagai pedoman dalam pekerjaan, pasangan harus tegak lurus dan siku secara horizontal dan vertikal. Pemasangan dinding bata ini dapat dimulai setelah bekisting kolom dan balok dibuka. pemasangan dinding disesuaikan denah dalam gambar kerja.
Langkah  pertama  adalah pemasangan benang bantu yang dipakukan ke kolom, harus diperhatikan adalah pedoman benangini apakah posisinya pada as bangunan atau pada tepi luar dan dalam bangunan. Benang dipasang setiap jarak untuk lima tingkat pasangan bata. Pemasangan bata tidak diboleh kan siarnya sejajar untuk arah tegak. Sebelum dilakukan bata yang akan dipasang terlebih dahulu diremdam hingga jenuh air. Ini dimaksudkan agar nanti plesterannya tidak mengalami retak-retak. Tidak lupa pula pipa untuk instalasi yang menempel kedinding haruslah terpasang bersamaan dengan pasangan dinding ini. Sehingga waktu pengerjaan plesteran nantinya pipa sudah terpasang semuanya.
Peralatan yang digunakan adalah:
a. Cangkul
b. Gerobak
c. Benang
d. Sendok semen
e. Roskam
f. Keranjang
g. Ember
h. Bak kayu
Material yang digunakan yaitu:
a. Semen
b. Pasir pasang
c. Batubata
d. Air
Resiko kecelakaan kerja:
a. Terjatuh dari ketinggian
Cara pengendalian:
a. Selalu menggunakan skafolding / perancah untuk berpijak yang telah benar-benar kuat terpasang dan terikat agar tidak tumbang.
b. Selalu menggunakan sefty belt untuk pekerja yeng bekerja di ketinggian.

B.3.2 Pekerjaan penutup dinding
1 Pas. Plester dinding ; ad 1:4
Pekerjaan pelesteran di kerjakan dengan metode sebagai berikut : air, semen dan pasir pasang di masukan kedalam beton molen dan di aduk sampai mendapat campuaran yang sempurna dan adukan tersebut di tuangkan kedalam gerobak dorong dan di bawa tempat permukaaan dinding bata yang akan di pelester, adukan tersebut di ambil pakai sendok semen dan di lemparkan ke permukaan dinding batu bata dan di ratakan dengan memakai raskam dan untuk mendapat permukaan yang rata digunakan rol yang di rarik dari atas ke bawah dan dari samping kanan ke arah kiri sampai permukaan pelesteran nampak rata dan tidak bergelombng dan pekerjaan ini di lanjutkan saampai selesai semuanya pekerjaan pelesteran. Untuk pekerjaan aciaan di mulai dengan mengaduk semen dengan air dan kekentalanya di tentukan dan setelah adukanya sudah sempurna di siramkan ke permukaan pelesteran dan di ratakan sampai nempak permukaanya halus dan pekerjaan ini di lanjutkan sampai nselesai semuanya pekerjaan acian.
Peralatan yang digunakan adalah:
1. Cangkul
2. Gerobak
3. Benang
4. Sendok semen
5. Raskam
6. Keranjang
7. Ember
8. Bak kayu
Material yang digunakan yaitu:
1. Semen
2. Pasir pasang
3. Air

2 Pas. Acian
Pada perukaan dinding yang sudah diplester dilanjutkan dengan melakukan acian dinding, dimulai dengan melakukan penyiraman pada permukaan dinding yang akan di aci dengan menggunakan air agar jenuh dan tidak terjadi retak-retak rambut pada permukaan dinding yang sudah diaci. Kemudian dilanjutkan dengan membuat adukan menngunakan semen dengan air dan diadu didalam ember secukupnya dan diaduk hingga rata. Kemudian dilakukan pengacian menggunakan raskam pada permukaan dinding hingga rata. Pada permukaan dinding yang sudah diaci kemudian dilakukan penggosokan menggunakan kertas semen atau menggunakan busa agar lebih rapi.
Pada pekerjaan ini digunakan material:
1. Semen
2. Air
Peralatan yang digunakan:
1. Raskam
2. Sendok semen
3. Ember
4.
3 Pek.  Acian beton
Pekerjaan afwerking beton bersaman di kerjakan karena pekerjaan ini pekerjaan yang halus maka di mulai dengan mengaduk semen dengan air dan kekantalanya di tentukan lalu di ambil pakai sendok dan di poleskan ke permukaan yang dinding dan di ratakan sampai halus dan tidak nampak pori pori.

B.4 Pekerjaan Dinding dan Penutup Dinding Lantai 2
B.4.1 Pekerjaan dinding
1 Pas. Dinding bata 1/2 batu ; ad 1:4
Dinding dibuat dari pasangan batu bata dengan adukan spesi 1 : 4, sebelum pasangan bata terlebih dahulu kami buat profil-profil dari kayu yang lurus sebagai pedoman dalam pekerjaan, pasangan harus tegak lurus dan siku secara horizontal dan vertikal. Pemasangan dinding bata ini dapat dimulai setelah bekisting kolom dan balok dibuka. pemasangan dinding disesuaikan denah dalam gambar kerja.
Langkah  pertama  adalah pemasangan benang bantu yang dipakukan ke kolom, harus diperhatikan adalah pedoman benangini apakah posisinya pada as bangunan atau pada tepi luar dan dalam bangunan. Benang dipasang setiap jarak untuk lima tingkat pasangan bata. Pemasangan bata tidak diboleh kan siarnya sejajar untuk arah tegak. Sebelum dilakukan bata yang akan dipasang terlebih dahulu diremdam hingga jenuh air. Ini dimaksudkan agar nanti plesterannya tidak mengalami retak-retak. Tidak lupa pula pipa untuk instalasi yang menempel kedinding haruslah terpasang bersamaan dengan pasangan dinding ini. Sehingga waktu pengerjaan plesteran nantinya pipa sudah terpasang semuanya.
Peralatan yang digunakan adalah:
a. Cangkul
b. Gerobak
c. Benang
d. Sendok semen
e. Roskam
f. Keranjang
g. Ember
h. Bak kayu
Material yang digunakan yaitu:
a. Semen
b. Pasir pasang
c. Batubata
d. Air
Resiko kecelakaan kerja:
b. Terjatuh dari ketinggian
Cara pengendalian:
c. Selalu menggunakan skafolding / perancah untuk berpijak yang telah benar-benar kuat terpasang dan terikat agar tidak tumbang.
d. Selalu menggunakan sefty belt untuk pekerja yeng bekerja di ketinggian.

B.4.2 Pekerjaan penutup dinding
1 Pas. Plester dinding ; ad 1:4
Pekerjaan pelesteran di kerjakan dengan metode sebagai berikut : air, semen dan pasir pasang di masukan kedalam beton molen dan di aduk sampai mendapat campuaran yang sempurna dan adukan tersebut di tuangkan kedalam gerobak dorong dan di bawa tempat permukaaan dinding bata yang akan di pelester, adukan tersebut di ambil pakai sendok semen dan di lemparkan ke permukaan dinding batu bata dan di ratakan dengan memakai raskam dan untuk mendapat permukaan yang rata digunakan rol yang di rarik dari atas ke bawah dan dari samping kanan ke arah kiri sampai permukaan pelesteran nampak rata dan tidak bergelombng dan pekerjaan ini di lanjutkan saampai selesai semuanya pekerjaan pelesteran. Untuk pekerjaan aciaan di mulai dengan mengaduk semen dengan air dan kekentalanya di tentukan dan setelah adukanya sudah sempurna di siramkan ke permukaan pelesteran dan di ratakan sampai nempak permukaanya halus dan pekerjaan ini di lanjutkan sampai nselesai semuanya pekerjaan acian.
Peralatan yang digunakan adalah:
9. Cangkul
10. Gerobak
11. Benang
12. Sendok semen
13. Raskam
14. Keranjang
15. Ember
16. Bak kayu
Material yang digunakan yaitu:
4. Semen
5. Pasir pasang
6. Air

2 Pas. Acian dinding
Pada perukaan dinding yang sudah diplester dilanjutkan dengan melakukan acian dinding, dimulai dengan melakukan penyiraman pada permukaan dinding yang akan di aci dengan menggunakan air agar jenuh dan tidak terjadi retak-retak rambut pada permukaan dinding yang sudah diaci. Kemudian dilanjutkan dengan membuat adukan menngunakan semen dengan air dan diadu didalam ember secukupnya dan diaduk hingga rata. Kemudian dilakukan pengacian menggunakan raskam pada permukaan dinding hingga rata. Pada permukaan dinding yang sudah diaci kemudian dilakukan penggosokan menggunakan kertas semen atau menggunakan busa agar lebih rapi.
Pada pekerjaan ini digunakan material:
3. Semen
4. Air
Peralatan yang digunakan:
5. Raskam
6. Sendok semen
7. Ember

3 Pas. Acian beton
Pekerjaan afwerking beton bersaman di kerjakan karena pekerjaan ini pekerjaan yang halus maka di mulai dengan mengaduk semen dengan air dan kekantalanya di tentukan lalu di ambil pakai sendok dan di poleskan ke permukaan yang dinding dan di ratakan sampai halus dan tidak nampak pori pori.

4 Pas. Dnding keramik 20X20 (KM/WC)
Untuk pekerjaan keramik dinding di mulai dengan menimbng dinding untuk mengambil pertikalnaya dan di pasang benang, sesuai dengan benang yang sudah terpasang di mulai memasang keramik dinding dengan menempelkansemen adukan ke permukan didning dan diratakan dan keramik yang sudah di rendam dalam air di ambil dan di tempelkan mengikuti pertikal benang yang sudah terpasng dan di lanjutkan pemasangan semua keramik sampai selesai dengan cara yang sama. Pekerjaan plin keramik di pasang setelah selesai pekerjaan pemasangan lantai kermik yang di mulai dengan memotong keramik sesuai dengan ukuran yang sudah di tentukan dan di rendam kedalam air dan di ambil semen adukan di tempelkan pada permukaan didinding dan di ratakan dan di ambil keramik yang sudah di rendam di tempel mengikuti dinding di atas permukaan keramik lantai.

B.5 Pekerjaan Rangka plafond dan Penutup plafond Lantai 2
B.5.1 Pekerjaan rangka plafond dan penutup plafond triplek
PEKERJAAN PLAFOND
Pekerjaan plafond dapat dikerjakan apabila dinding dan plesteran telah selesai. Untuk mempercepat pekerjaan plafond maka pekerjaan rangka dimulai terlebih dahulu, minimal bersamaan dengan pekerjaan plesteran. Rangka kayu dipakukan kebagian dinding yang telah diplester dan diberi penggantung ke balok atas. Pemasanagan plafond harus disesuaikan dengan gambar kerja yang ada bentuk dan motifnya. Langkah kerja pekerjaan ini adalah :
Cocokan spesifikasi dengan RKS, Siapkan tenaga, bahan, dan peralatan, Marking elevasi plafond dan buat garis pada dinding dan As sumbu ruangan serta titik-titik paku kait sesuai gambar, Pasang paku kait yang biasanya berjarak 60 x 120 cm, Pasang rangka pinggir terlebih dahulu, Pasang benang sebagai pedoman penentuan kelurusan dan ketinggian plafon, Pasang rangka utama dengan jarak sesuai gamabar, Cek Pipa sparing, ducting dan perlengkapan ME lainnya, Pasang panel gipsum pada rangka dengan skrup dan setip sambungan harus tepat pada rangka, Cek kerapian dan kedataran bidang plafon,  Ratakan sambungan dengan menggunakan Lakban.
Bahan yang digunakan :
1. Rangka plafon
2. Paku beton
3. Sekrup
4. Besi plat
5. Plafon Gipsum
Peralatan yang digunakan :
1. Meteran
2. Palu
3. Scafolding
4. Ramsed
5. Tang dan obeng
6. Benag
7. Selang timbang
8. Pensi/spidol penanda

PEKERJAAN ATAP
Pekerjaan ini di mulai dengan mengukur ketinggian dan lebar bentangan kuda kuda. Sesuai ukuran ini dimulai merakit kuda kudanya dipermukaan tanah sampai selesai semuanya dan selesai dilanjutkan menaikan satu persatu keatas ring balok untuk di dinabolt sebagai pemegangnya. Setelah kuda kuda terpasang dilanjutkan dengan pemasangan gording , kasau, dan reng. Setelah semua terpasang dilanjutkan dengan pemasangan atap genteng metal. Pemasangan atap genteng metal ini dimulai dari atas lalu di susun dengan cara melapis ujung atap nya. Setelah semua atap nya terpasang dilanjutkan dengan memsang perabung atap genteng metal, setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan listplank GRC. Pemasangan GRC ini dimulai dengan membuat peranca untuk menaikkan lisplang GRC yang sudah di potong sesuai gambar perencanaan. Setelah lisplank terpasang semua, dilanjutkan lagi pemasangan bola bola atap. Setelah pekerjaan listplank selesai. Dilanjutkan dengan pekerjaan pekerjaan piri-piri. Pekerjaan ini dimulai dengan memasang peranca untuk memasang piri piri. Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 30 hari dengan jumlah pekerja 12 orang dengan memakai peralatan:
1. genset,
2. bor tembok
3. bor besi
4. meteran waterpas
5. gunting seng
6. alat potong genteng
7. alat potong GRC
8. perancah
material yang digunakan:
1. baja ringan
2. mur
3. genteng metal
4. Lisplank
5. Perabung
Resiko kecelakaan kerja:
 Terjatuh dari ketinggian
 Tersentrum
Cara pengendalian:
 Selalu menggunakan safety belt
 Selalu menggunakan sepatu, sarung tangan dan pakaian yg tebal.

PEKERJAAN KOSEN PINTU & JENDELA
Pada pekerjaan kusen dilakukaan bersamaan dengan pekerjaan dinding ½ bata. Setelah pekerjaan dinding ½ bata mencapai elevasi sesuai softdrawing dilanjutkan dengan melakukan pemasangan kusen kayu, kusen pintu PVC dilakukan pengukuran kedataran dan kelurusan dengan cara di load menggunakan bandul dan timbangan water pass, setelah posisi kusen sudah lurus dan datar maka kusen dilakukan penyekoran agar tidak goyang menggunakan balok kayu dan dipaku dengan kuat. Kemudian dilanjutkan kembali dengan pasanga dinding1/2 bata hingga permukaan kusen tertutup. Setelah semua perpasang kemudian dilanjutkan dengan memasang daun pintu PVC hingga selesai.
Material yang digunakan yaitu:
1. Kayu Almunium
2. Pintu PVC
3. Balok kayu
4. Angkur kusen
5. paku
Peralatan yang digunakan yaitu:
1. Gergaji
2. Palu
3. Benang dan bandul load
4. Waterpass

PEKERJAAN KOSEN PINTU & JENDELA ALMUNIUM
Pekerjaan Kusen pintu dan jendela dipabrikasi diluar lokasi kerja, dimana bahan  yang dipakai haruslah disesuaikan dengan gambar kerja. Pemasangan kusen dilakukan setelah pekerjaan pasangan bata dan finshing plesteran , kusen alumunium distel kesikuan dan kelurusannya terhadap bidang dinding dan arak tegak lurusnya serta diberi angker mur  pada bidang horizontal. Apabila penyetelan telah sempurna kusen diberi dyna bolt sekeliling kusen tersebut.
Untuk pekerjaan dinding pembatas kami akan mengerjakan apabila pekerjaan lantai dan plafond telah selesai. Pada plafond telah dicat sempurna sehingga tidak akan mengganggu pekerjaan lainnya. Terlebih dahulu kami akan memasang rangka dari dinding partisi tersebut. Rangka yang dipasang distel sesuai dengan bentuk dan ukurannya yang ada pada gambar kerja.
Langkah Pengerjaan adalah sebagai berikut :
1. Siapkan bahan, peralatan dan tenaga kerja
2. Ukuran jendela yang dipasang harus lebih kecil 3 mm dari lubang kusen
3. Pasang jendela dan engsel pada posisinya
4. Lakukan penyetelan jendela
5. Pasang asesoris jendela] 6. Jaga agar celah antar jendela dan kosen
Peralatan yang digunakan:
1. Bor listrik
2. Gerinda potong
3. Obeng
4. Pemotong kaca
5. Gunting
Bahan yang digunakan:
1. Kusen almunium.
2. Kaca
3. Selant
4. Engsel
5. Grendel
6. Baut sekrup
7. Dinabolt

C. PEKERJAAN UTILITAS
Pada pekerjaan kloset ini dimulai dengan memasang instalasi pipa PVC dia. 3”. Setiap sambungan pipa, elbow, soket dan lain-lain harus dilakukan pengeleman dengan menggunaka lem pipa. Sebelum pemasangan kloset kami buat dahulu kedudukan kloset dengan elevasi sesuai softdrawing dengan menngunakan batu bata pada posisi di ujung atas pipa PVC dia. 3”, kemudian kami pasang kloset diatas kedudukan yans sudah di buat tadi dengan plesteran 1:4 agar kloset melekat.
Material yang kami gunakan:
1. kloset
2. pipa PVC
3. Aksesoris
4. Lem pipa
5. Semen
6. Pasir pasang
7. Air
Peralatan yang kami gunakan:
1. Sendok semen
2. Ember
3. Kunci pipa

10 wastafel
Pada pekerjaan wastafel ini dimulai dengan memasang instalasi pipa PVC dia. 3” dan 1/3”. Setiap sambungan pipa, elbow, soket dan lain-lain harus dilakukan pengeleman dengan menggunaka lem pipa. Sebelum pemasangan kloset kami buat dahulu kedudukan wastavel dengan elevasi sesuai softdrawing dengan menggunakan bawan penyangga wastafel pada posisi di ujung atas pipa PVC dia. 3”, kemudian kami pasang wastafel diatas kedudukan yang sudah di buat tadi dengan pemb autan melekat.
Material yang kami gunakan:
1. Wastafel
2. pipa PVC
3. Aksesoris
4. Lem pipa
Peralatan yang kami gunakan:
1. Obeng
2. Ember
3. Kunci pipa

11 Pekerjaan pemasangan plat besi tanki air
Pada pekerjaan ini dimulai dengan melakukan pengukuran luasan plat besi tengki, kemudian dilakukan pebrikasi dibengkel dengan material plat t 5mm motif bunga dan dilanjutkan dengan pengelasan dilokasi pekerjaan

D. PEKERJAAN FINISHING
D.1 Pekerjaan finishing Lantai 1
D.1.1 Pekerjaan pengecatan
Pekerjaan pengecatan dilakukan apabila pekerjaan plesteran, lantai dan plafon telah selesai. Khusus untuk pekerjaan plafond dapat dilakukan beriringan dengan pasangan plafond dimana plafon yang telah terpasang langsung diplamur dan dicat 3 kali jalan. Sambungan antara plafon sebelum dicat terlebih dahulu didompol dengan dompol gypsum baru selanjutnya diplamur dan dicat. Yang harus diperhatikan adalah :
Atas persetujuan direksi setelah dicek terhadap permukaan yang akan dicat. Jika terdapat bagian-bagian yang cacat, retak-retak terlebih dahulu kami perbaiki dan kami bersihkan . Permukaan yang akan dicat tidak boleh lembab / basah atau berdebu. Melihatkan sampel cat / brosur pabrik terhadap cat yang akan dipakai serta cat hasil kami final. Bahan cat yang dipakai berada dalam kaleng yang masih disegel dan mendapatkan persetujuan pengawas.
Langkah kerja pekerjaan ini adalah : Cocokan spesifikasi atap dengan RKS, Siapkan tenaga, bahan, dan peralatan, Pastikan kondisi dinding yang akan dicat benar-benar kering dan bersih dari noda yang menempel, Lindungi pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding dengan kertas semen, Amplas dinding sampai rata dan bersihkan debunya dengan air bersih, Aplikasikan cat dasar atau plamur, tunggu sampai kering, Siapkan cat utama dan diaduk dengan sendok pengaduk agar tidak menggumpal, Beri air sebagai pencampur cat sesuai aturan, Lakukan pengecatan dengan rol pada bidang yang luas dan kuas pada bidang pinggir, Begitu seterusnya hingga didapatkan hasil yang sempurna.
Bahan yang digunakan :
1. Cat
2. Air
3. Plamur
4. Joint Compound
Peralatan yang digunakan :
1. Rool Cat
2. Kuas Cat
3. Skrap
4. Ember
5. Bak adukan
6. Amplas

Download Dokumen Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Sekolah

Password: www.betantt.com – Cara Download dan Isi Password

Baca Juga:

Semoga bermanfaat. Salam.

Last Update: 21 Mei 2021

Artikel Menarik Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *