Beranda Nusa Tenggara Timur Museum Bikon Blewut Sikka: Mengungkap Peradaban Manusia Purba di Flores dan Nusa...

Museum Bikon Blewut Sikka: Mengungkap Peradaban Manusia Purba di Flores dan Nusa Tenggara

Di Museum Bikon Blewut, Anda dapat melihat koleksi peninggalan bersejarah masa lampau baik dari Indonesia maupun luar negeri, dari zaman batu hingga zaman perunggu, seperti fosil, pakaian adat, perhiasan, benda-benda porcelain, peralatan musik, tenunan, anyaman dan ukiran, senjata, pahat, serta fauna.

0
23

Museum Bikon Blewut Sikka – Berada di area Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Ledalero. Museum ini terletak di atas perbukitan Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, di perlintasan jalan antara Maumere menuju Ende.

Museum Bikon Blewut berada di area Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Ledalero.
Museum Bikon Blewut berada di area Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Ledalero.

Nama museum Bikon Blewut diturunkan dari syair adat penciptaan semesta alam atau buana, versi Krowe-Sikka yang berbunyi “Saing Gun Saing Nulun, Saing Bikon Saing Blewut, Saing Watu Wu’an Nurak, Saing Tana Puhun Kleruk, De’ot Reta Wulan Wutu, Kela Bekong Nian Tana “. Maknanya, sejak zaman purbakala, ketika bumi masih rapuh, ketika batu masih merupakan buah muda, ketika tanah masih seperti kuntum yang baru muncul, Tuhan di angkasa mencipta bumi, matahari, dan bulan.

Baca juga: Lepo Gete: Rumah Adat dan Istana Raja Sikka

Dengan demikian, konsep nama Bikon Blewut menunjukkan kepurbaan atau ketuaan dari beberapa jenis koleksi yang dikumpulkan dalam museum ini.

Di dalam "rumah masa lalu" ini, kita bisa melihat fosil-fosil hewan purba. Seperti Stegodon Flores yang berusia 300.000 tahun SM
Di dalam “rumah masa lalu” ini, kita bisa melihat fosil-fosil hewan purba. Seperti Stegodon Flores yang berusia 300.000 tahun SM

Pencetus nama Bikon Blewut adalah Pater Piet Petu SVD, kurator museum periode 1983-1998.

Saat ini kuratornya dipegang Pater Ansel Doredae SVD. Oleh Seminari Tinggi St Paulus Ledalero, lembaga ini disebut juga sebagai Museum Misi dan Budaya karena mayoritas jenis koleksi yang dilestarikan merupakan hasil karya etnografis para misionaris SVD.

Di sisi lain dari museum ini, kita dapat melihat sebuah gambar yang menceritakan tentang peta persebaran manusia purba dengan nama-namanya di belahan dunia lain.
Di sisi lain dari museum ini, kita dapat melihat sebuah gambar yang menceritakan tentang peta persebaran manusia purba dengan nama-namanya di belahan dunia lain.

Keberadaan Museum yang menyimpan sejumlah kekayaan budaya Flores ini tak lepas dari peran para misionaris SVD pada awal abad ke-19. Umumnya imam SVD merupakan ahli di bidang sejarah, bahasa, serta kebudayaan (etnolog dan antropolog).

Misionaris SVD yang turut mengambil bagian dalam penemuan dan pengumpulan kekayaan budaya Flores antara lain Paul Arndt SVD, Theodor Verhoeven SVD, Guisinde SVD, Jilis Verheijen SVD, dan Paul Schebesta SVD.

Keberadaan Museum Bikon Blewut yang menyimpan sejumlah kekayaan budaya Flores ini tak lepas dari peran para misionaris SVD pada awal abad ke-19.
Keberadaan Museum Bikon Blewut yang menyimpan sejumlah kekayaan budaya Flores ini tak lepas dari peran para misionaris SVD pada awal abad ke-19.

Di Museum Bikon Blewut, Anda dapat melihat koleksi peninggalan bersejarah masa lampau baik dari Indonesia maupun luar negeri, dari zaman batu hingga zaman perunggu, seperti fosil, pakaian adat, perhiasan, benda-benda porcelain, peralatan musik, tenunan, anyaman dan ukiran, senjata, pahat, serta fauna.

Sebagian besar koleksi-koleksi utama di Museum Bikon Blewut adalah hasil penggalian dan penemuan Pater Dr. Theodor Verhoeven SVD, seorang ahli etnolinguistik tamatan Universitas Utrecht Nederland, yang juga merupakan pendiri Museum Bikon Blewut ini. Koleksi di dalam tempat ini mulai dikumpulkan Pater Verhoeve dari tahun 1965, yang dilanjutkan oleh Pater Piet pada tahun 1980an.

Pencetus nama Bikon Blewut adalah Pater Piet Petu SVD, kurator museum periode 1983-1998.
Pencetus nama Bikon Blewut adalah Pater Piet Petu SVD, kurator museum periode 1983-1998.

Koleksi Dari 300 Ribu Tahun SM – Di dalam “rumah masa lalu” ini, kita bisa melihat fosil-fosil hewan purba. Seperti Stegodon Flores yang berusia 300.000 tahun SM, yang diketemukan di daerah Olabula, Mengeruda, Matamenge, Boaleza di wilayah Bajawa. Alat perkakas manusia purba yang masih dalam bentuk material batuan.

Di sisi lain dari museum ini, kita dapat melihat sebuah gambar yang menceritakan tentang peta persebaran manusia purba dengan nama-namanya di belahan dunia lain. Sisi lain dari dinding museum terpampang sebuah frame foto yang berisi tentang proses penggalian fosil purba, Proto Negrito Florensis, beserta hasil temuan kala itu.

Daya tarik museum ini terlihat pada bagian pintu masuk ke museum, yang terlihat unik dengan pintu berbentuk bulat. Setelah melewati pintu masuk, di kedua sisi pintu utama terdapat dua buah ambang pintu bekas peninggalan Istana Raja Nita.

Sebagian besar penemuan yang ada di museum ini merupakan hasil koleksi penggalian yang dilakukan oleh tim yang dipimpin Pater Verhoeven di beberapa gua di Flores dan Lembata, termasuk fosil manusia purba Flores.

Peta Lokasi Bikon Blewut

Bikon Blewut

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan