Tapa Kolo atau Nasi Bakar, Makanan Khas Manggarai

  • Whatsapp

Tapa Kolo, Makanan Khas Manggarai – Kabupaten Manggarai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Kabupaten Manggarai memiliki banyak wisata alam yang menakjubkan, wisata budaya dan lain sebagainya. Kabupaten Manggarai selalu menyajikan lanskap alam dan budaya yang tak pernah membuat Anda bosan.

Tapa Kolo atau Nasi Bakar, Makanan Khas Manggarai
Tapa Kolo atau Nasi Bakar, Makanan Khas Manggarai

Baca juga: Kampung Wae Rebo Manggarai Negri Di Atas Awan

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, Kabupaten Manggarai juga memiliki sejumlah kuliner tradisional yang wajib Anda cicipi saat berlibur di Nusa Tenggara Timur yang salah satunya adalah Makanan Khas Tradisonal Manggarai, Kolo atau Nasi Bakar.

Baca juga: Wisata Bukit Cinta Labuan Bajo di Manggarai

Baca juga: Gua Liang Bua Rumahnya ‘The Hobbit’ Homo Floresiensis dari Manggarai

Kadang-kadang bervariasi dengan memasukkan daging babi, daging ayam supaya terasa lebih enak lagi.

Salah satu makanan khas yang masih belum punah adalah Tapa Kolo. “Tapa” adalah bakar dan “Kolo” adalah nasi bambu. Jadi caranya adalah membakar nasi dengan menggunakan bambu kecil. Biasanya, warga lokal Manggarai Timur memasak nasi dengan bambu pada acara syukuran tahunan atau “Penti” di rumah adat gendang. Di kebun untuk memulai tanam padi, juga di persawahan. Bahkan acara-acara besar di kampung-kampung.

Apa uniknya nasi bambu itu? Uniknya, berasnya dari beras merah atau orang lokal menyebutnya “Dea laka”. Caranya adalah beras merah dibersihkan terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam bambu berukuran kecil. Namun, lubang bambu kecil itu dialas dengan daun enau muda supaya nasi yang dimasak bersih. Sesudah itu ditambahkan dengan air. Kadang-kadang bervariasi dengan memasukkan daging babi, daging ayam supaya terasa lebih enak lagi.

Sesudah semuanya beres, warga lain menyediakan api untuk membakarnya. Kira-kira satu jam atau satu setengah jam untuk membakar banyak Nasi Bambu ini. Sementara kaum perempuan menyiapkan bumbu-bumbu serta memasak daging ayam atau daging babi. Masakan daging ayam dengan santan sehingga terasa nikmatnya menyantap “Tapa Kolo” dengan lauknya daging ayam yang sudah disantan.

Warga masyarakat di sembilan Kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur selalu menyuguhkan “Nalun Kolo” atau “Tapa Kolo” pada upacara penti atau syukuran kampung pada acara tahunan.

Makanan ini juga biasa dimasak pada pembukaan ladang baru serta sebelum panen padi atau tanaman lainnya seperti jagung. Warga Manggarai Timur masih mempertahankan tradisi Tapa Kolo pada berbagai upacara adat di rumah gendang di berbagai kampung-kampung.

Upacara Penti diselenggarakan  pada setiap bulan Oktober atau bulan November yang biasanya jatuh pada pertengahan bulan yang diisi dengan upacara adat, pemberkatan serta atraksi budaya yang sangat unik. 

Last Update: 8 Juni 2021

Artikel Menarik Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *