Beranda Nusa Tenggara Timur Perbukitan Wairinding Sumba View Sabana yang Eksostis

Perbukitan Wairinding Sumba View Sabana yang Eksostis

Lanskap Bukit Wairinding yang begitu elok dan sangat mempesona, membuat mata para pengunjung seperti tak ingin berkedip dibuatnya. Hamparan padang savana yang terhampar luas itu akan berwarna kuning saat musim kemarau dan sebaliknya berwarna hijau pada musim penghujan.

0

Tanah Sumba memang dianugerahi daya tarik alam yang luar biasa indah dibanding keindahan lainnya di Indonesia. Kondisi tofografi alamnya yang didominasi oleh susunan pegunungan dan perbukitan kapur, menjadikan alam di Sumba Timur yang menarik dan eksotik ini bertolak belakang dengan kabupaten lainnya di NTT.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Bukit Wairinding adalah di sore hari
Waktu yang tepat untuk mengunjungi Bukit Wairinding adalah di sore hari

Bukit yang mulai ramai dikunjungi semua pelancong semenjak menjadi salah satu tempat syuting film yang disutradarai oleh Mira Lesmana dalam film Pendekar Tongkat Emas ini, memang mempunyai lanskap perbukitan yang paling indah.

Anak-anak Wairinding biasa bermain di sekitaran bukit
Anak-anak Wairinding biasa bermain di sekitaran bukit

Mengunjungi tanah Sumba Timur Anda bakal merasa seperti mengejar sekeping surga yang terhampar diantara perbukitan. Wairinding yang membuatmu merinding! Terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai atau selama 30 menit perjalanan dari pusat kota Sumba Timur, bukit ini tampak menakjubkan dengan vegetasi padang rumputnya yang luas.

Anak-anak Wairinding yang senantiasa menemani setiap pengunjung yang datang
Anak-anak Wairinding yang senantiasa menemani setiap pengunjung yang datang

Lanskap Bukit Wairinding yang begitu elok dan paling mempesona, menciptakan mata semua pengunjung laksana tak hendak berkedip dibuatnya. Hamparan padang savana yang terhampar luas tersebut akan berwarna kuning ketika musim kemarau dan kebalikannya berwarna hijau pada musim penghujan.

Jalanan Trans Sumba yang terlihat sepi dan eksotis
Jalanan Trans Sumba yang terlihat sepi dan eksotis

Mengunjungi Bukit Wairinding di kedua musim tersebut tentunya akan menyerahkan kesan yang berbeda. Jika pengunjung datang di musim kemarau, yaitu antara Bulan Juli sampai Bulan Oktober maka keadaan alam di sana bakal terasa laksana berada di Afrika, menyeluruh dengan padang savananya yang eksotik.

Menikmati keindahan Wairinding sambil duduk-duduk santai di padang savana
Menikmati keindahan Wairinding sambil duduk-duduk santai di padang savana

Lain halnya andai pengunjung datang di musim penghujan, keadaan layaknya di perbukitan New Zealand bakal Anda rasakan setibanya di bukit ini. Bukit Wairinding adalah tempat yang tepat untuk para pengunjung yang hendak menikmati kesunyian, keheningan dan keindahan yang masih paling alami.

Penampakan Bukit Wairinding ketika musim penghujan, hijau!
Penampakan Bukit Wairinding ketika musim penghujan, hijau!

Di samping lanskap perbukitannya yang eksotis, keindahan bukit ini juga terasa menyeluruh dengan adanya sekumpulan anak-anak lokal di Wairinding yang nyaris setiap harinya tampak bermain di dekat area perbukitan.

Pengunjung juga dapat trekking di sepanjang bukitnya
Pengunjung juga dapat trekking di sepanjang bukitnya

Mereka pun bakal senantiasa menemani masing-masing pengunjung yang datang ke bukit ini dengan antusiasnya. Tentunya urusan itu mereka kerjakan dengan tulus tanpa menginginkan sedikitpun imbalan dari semua pengunjung. Senyuman di wajah mereka yang paling khas bakal meninggalkan kesan mendalam di pikiran para pengunjung, dan tentunya akan susah terlupakan.

Salah satu sisi Bukit Wairinding ketika sedang berwarna hijau
Salah satu sisi Bukit Wairinding ketika sedang berwarna hijau

Akses Menuju Lokasi Wisata Bukit Wairinding

Terletak jauh 25 km dari pusat Kota Waingapu, untuk para pengunjung yang berkeinginan mengunjungi bukit estetis ini dapat memakai jasa travel, bis umum atau bilamana ingin lebih lancar dapat mencarter kendaraan bermotor di Waingapu. Untuk tarif sewa mobil berkisar antara Rp.500.000 sampai Rp.600.000 jika telah sepakat dengan drivernya, sementara untuk penyewaan motor harga sewanya sebesar Rp.100.000 per harinya.

Baca juga:

Sejauh mata memandang, hamparan padang savana menjadi atraksi alam yang cantik
Sejauh mata memandang, hamparan padang savana menjadi atraksi alam yang cantik

Kondisi jalan menuju tempat Wairinding sangatlah bagus, telah beraspal halus meskipun jalannya berkelok-kelok. kita akan melalui jalan trans Sumba Waingapu-Waikabubak yang dikenal dengan “Letter S” sebab topografinya yang berkelok-kelok. Kurang lebih selama 30-45 menit lamanya berkendara, Anda bakal sampai ke lokasi.

Sepanjang perjalanan yang berkelok-kelok, Anda akan ditemani perbukitan di sisi kanan dan kiri jalan
Sepanjang perjalanan yang berkelok-kelok, Anda akan ditemani perbukitan di sisi kanan dan kiri jalan

Yang menjadi patokan lokasinya ialah sebuah warung kecil yang berada di kanan jalan. Sesampainya di sana, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di lahan parkir yang tersedia di dekat warung yang sekaligus menjadi lokasi tinggal masyarakat setempat. Dari situ, pengunjung masih harus berjalan kaki memanjat bukit yang letaknya di belakang warung tidak cukup lebih 500 m.

Terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai
Terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai

Harga Tiket Masuk (HTM) ke Bukit Wairinding

Tidak ada pungutan tiket masuk di Wairinding, tetapi setiap tamu yang datang dianjurkan untuk mengisi kitab tamu dan menyerahkan uang seikhlasnya saja guna kesejahteraan semua masyarakat setempat.

Wajah anak-anak Waingapu yang sangat polos dan tulus
Wajah anak-anak Waingapu yang sangat polos dan tulus

Fasilitas di Sekitar Lokasi Bukit Wairinding

Tak ada fasilitas penunjang apapun di dekat lokasi. Hanya terdapat suatu warung kecil di pinggiran saja namun hal tersebut pun tidak lengkap. Disarankan untuk pengunjung yang hendak berangjangsana ke sini untuk membawa bekal makanan khususnya minuman sebelumnya sebab cuaca di Sumba Timur yang paling terik di siang hari.

Tinggalkan Balasan