Beranda Travelling Cagar Alam dan Taman Nasional Eksplorasi Wisata Taman Nasional Matalawa di Sumba

Eksplorasi Wisata Taman Nasional Matalawa di Sumba

Taman Nasional Matalawa yang terletak di Pulau Sumba ini adalah salah satu lokasi terbaik guna mengamati, memotret, merekam dan meneliti sekian banyak burung endemik Sumba.

0
35

Matalawa Sumba, Kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti di Sumba Timur, Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Walaupun tidak sepopuler Taman Nasional Pulau Komodo atau Taman Nasional Ujung Kulon Banten, tetapi dipastikan panorama yang terdapat di hutan rimba Taman Nasional Matalawa ini akan membuat Anda terpesona! Jika Anda hendak berpetualang di tengah keindahan hutan rimba yang diisi dengan satwa menarik di Pulau Samba, Taman Nasional Matalawa ini mesti Anda kunjungi.

Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN MaTaLaWa)
Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN MaTaLaWa)

Mungkin nama lokasi wisata ini terdengar masih asing untuk orang awam yang tidak punya kegemaran berpetualang di alam dan lebih suka atmosfer wisata perkotaan. Tetapi lokasi wisata yang satu ini merupakan tujuan menarik dan tentunya untuk para penyuka alam dan peneliti. Pasalnya, pergi ke alam bebas di lokasi wisata ini Anda dapat menikmati keindahannya secara langsung adalah sebuah anugerah yang tiada duanya.

Profil Taman Nasional Matalawa

Taman Nasional Matalawa yang terletak di Pulau Sumba ini adalah salah satu lokasi terbaik guna mengamati, memotret, merekam dan meneliti sekian banyak burung endemik Sumba. Singkatnya, burung-burung endemik Sumba ini dikenal memiliki keanehan suara dan rupa yang bervariasi.

Taman Nasional Matalawa yang terletak di Pulau Sumba ini adalah salah satu lokasi terbaik guna mengamati, memotret, merekam dan meneliti sekian banyak burung endemik Sumba.
Taman Nasional Matalawa yang terletak di Pulau Sumba ini adalah salah satu lokasi terbaik guna mengamati, memotret, merekam dan meneliti sekian banyak burung endemik Sumba.

Berdasarkan kombinasi hasil riset dan bukti dokumentasi potret juga koreksi daftar yang ada hingga tahun 2017 diketahui terdapat 156 jenis burung yang pernah didatangi di dalam area Taman Nasional Matalawa. Alasan kenapa burung dan satwa merasa nyaman hidup di lingkungan Taman Nasional Matalawa ialah karena area ini mempunyai perpaduan yang sebanding antara variasi ekosistem dan tegakan hutan dengan wilayah aliran sungainya, suasana seperti ini akan memastikan ketersediaan makanan untuk mereka sebagai di antara syarat urgen untuk tetap dapat bertahan hidup.

Keunikan jenis burung endemik Pulau Sumba disebabkan letak geografis Sumba yang lebih dekat dengan pulau Flores daripada pulau Timor. Dengan begitu, jenis burung di Pulau Sumba ingin serupa dengan jenis burung di Flores daripada yang terdapat di Timor. Jenis endemik Pulau Sumba yang diketahui hidup di area Taman Nasional Matalawa seperti Cabai Sumba, Julang Sumba, Burung Madu Sumba, Punai Sumba, Gemak Sumba, Myzomela Sumba, Sikatan Sumba sampai Pungok Sumba.

Bacaan Menarik Lainya:

Meskipun Pulau Sumba bukan tergolong pulau yang besar, tapi tadinya pulau ini mempunyai dua taman nasional. Taman itu ialah Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dan Taman Nasional Manapeu Tanah Daru yang hingga pada tahun 2006 masih digabungkan jadi satu menjadi Taman Nasional Matalawa. Awalnya kedua taman nasional ini mempunyai spesies khasnya masing-masing, tetapi sekarang Matalawa menjadi harmoni dan perpaduan antara keduanya.

Tata Tertib dan Peraturan Taman Nasional Matalawa

Keunikan jenis burung endemik Pulau Sumba disebabkan letak geografis Sumba yang lebih dekat dengan pulau Flores daripada pulau Timor.
Keunikan jenis burung endemik Pulau Sumba disebabkan letak geografis Sumba yang lebih dekat dengan pulau Flores daripada pulau Timor.

Sama seperti tempat konservasi lainnya, Taman Nasional Matalawa pun mempunyai aturan eksklusif yang diterapkan supaya semua wisatawan yang berangjangsana tidak berlaku seenakya sendiri. Berikut ini sejumlah aturan Taman Nasional Matalawa yang butuh Anda ketahui dan mesti Anda patuhi:

  • Demi menghindari resiko bahaya kebakaran yang dapat membumihanguskan ekosistem dan satwa yang terdapat di dalam Taman Nasional Matalawa maka untuk wisatawan, warga lokal, serta staff Taman Nasional Matalawa dilarang melemparkan puntung cerutu sembarangan sekitar berada di area objek wisata.
  • Untuk mengawal keindahan dan isi Taman Nasional Matalawa yang mempesona ini, maka wisatawan dan penduduk lokal dilarang memburu hewan dan burung yang terdapat di area hutan rimba Taman Nasional Matalawa.
  • Wisatawan ataupun siapa saja yang mengunjungi area rimba Taman Nasional Matalawa dilarang menebang ataupun menarik keluar anakan pohon yang terdapat di sana demi keberlanjutan hidup pohon dan pun satwanya.
  • Dilarang keras juga untuk pengunjung memungut kayu-kayu yang telah mati di area rimba Taman Nasional Matalawa, biarkanlah kayu itu lapuk dengan sendirinya.
  • Membawa perbekalan makanan dan minuman diperbolehkan, namun gak boleh buang sampah bekasnya di lokasi Taman Nasional Matalawa sembarangan. Karena sampah plastik dan sampah lainnya dapat mengotori dan meminimalisir keindahan area Taman Nasional, belum lagi bila sampai tertelan oleh satwa yang terdapat lantaran dapat membahayakan keberlangsungan hidup mereka!
  • Penting banget untuk wisatawan dan semua peneliti yang hendak menjelajahi area Taman Nasional Matalawa guna didampingi staff ataupun penduduk lokal yang telah paham dengan lokasi Taman Nasional Matalawa supaya gak tersesat di hutan rimba.
  • Bagi yang hendak berkemah atau camping di dekat area Taman Nasional Matalawa dan padang savana, dilarang mengobarkan perapian karena dapat mengganggu habitat burung dan satwa beda yang hidup di lokasi tersebut.
  • Terakhir dan gak kalah pentingnya ialah gunakan sepatu yang nyaman dan sesuai digunakan di hutan sebab di area hutan seringkali terdapat tidak sedikit lintah atau hewan kecil lainnya yang dapat sewaktu-waktu melukai kaki lo. Di samping itu, memakai sepatu ketika berpetualang pun lebih safety menilik medan yang bakal ditempuh gak tidak jarang kali mulus laksana tanjakan, sungai, dan sebagainnya.
Taman itu ialah Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dan Taman Nasional Manapeu Tanah Daru yang hingga pada tahun 2006 masih digabungkan jadi satu menjadi Taman Nasional Matalawa.
Taman itu ialah Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dan Taman Nasional Manapeu Tanah Daru yang hingga pada tahun 2006 masih digabungkan jadi satu menjadi Taman Nasional Matalawa.

Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN MaTaLaWa)

Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN MaTaLaWa) terletak di Pulau Sumba, Propinsi Nusa Tenggara Timur adalah penggabungan 2 Taman Nasional dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.7/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 yaitu Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dengan luas 41.772,18 Ha dan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dengan luas 50.122 Ha tersusun dari kumpulan Hutan Tanah Daru-Praimamangutidas (RTK 44), Kelompok Hutan Manupeu (RTK 5) Kelompok Hutan Laiwangi Wanggameti (RTK 50) dan Kelompok Hutan Praning Palindi-Tanah Daru (RTK 60).

Kategori Balai adalah Balai Taman Nasional Tipe A yang mempunyai kantor Balai di Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur, Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I di Waibakul Kabupaten Sumba Tengah dan Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II di Lewa Kabupaten Sumba Timur, Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III di Matawai Lapau Kabupaten Sumba Timur.

Dasar Hukum Penunjukan Kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN MaTaLaWa)

Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 576/Kpts-II/1998 Tanggal 3 Agustus 1998 Tentang Perubahan Fungsi Sebagian Kawasan Cagar Alam, Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas Seluas ± 134.998,09 (Seratus Tiga Puluh Empat Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Delapan, Sembilan Perseratus) Hektar Menjadi Kawasan Taman Nasional Manupeu – Tanah Daru Seluas ± 87.984,09 (Delapan Puluh Tujuh Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Empat, Sembilan Perseratus) Hektar dan Kawasan Taman Nasional Laiwangi – Wanggameti Seluas ± 47.014,00 (Empat Puluh Tujuh Ribu Empat Belas) Hektar, Yang Terletak Di Kabupaten Daerah Tingkat II Sumba Barat dan Kabupaten Daerah Tingkat II Sumba Timur, Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur.

Dasar Hukum Penunjukan Kawasan

Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 576/Kpts-II/1998 Tanggal 3 Agustus 1998 Tentang Perubahan Fungsi Sebagian Kawasan Cagar Alam, Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas Seluas ± 134.998,09 (Seratus Tiga Puluh Empat Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Delapan, Sembilan Perseratus) Hektar Menjadi Kawasan Taman Nasional Manupeu – Tanah Daru Seluas ± 87.984,09 (Delapan Puluh Tujuh Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Empat, Sembilan Perseratus) Hektar dan Kawasan Taman Nasional Laiwangi – Wanggameti Seluas ± 47.014,00 (Empat Puluh Tujuh Ribu Empat Belas) Hektar, Yang Terletak Di Kabupaten Daerah Tingkat II Sumba Barat dan Kabupaten Daerah Tingkat II Sumba Timur, Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur.

Tingginya keanekaragaman jenis tanaman dan satwa di dalam area Taman Nasional MaTaLaWa tersebut sebab didukung oleh tipe ekosistem yang beragam.
Tingginya keanekaragaman jenis tanaman dan satwa di dalam area Taman Nasional MaTaLaWa tersebut sebab didukung oleh tipe ekosistem yang beragam.

Letak Geografis TAMAN NASIONAL MATALAWA

Taman Nasional MaTaLaWa terbagi menjadi 2 distrik terpisah yakni distrik Eks Taman Nasional Manupeu Tanah Daru yang secara geografis terletak pada 9°53’32,013’’-9°29’43,809’’LS, 119°26’5,64’’-119°53’21,172’’BT pada elevasi 0-918 Mdpl dengan batas

  1. Sebelah Utara : Kecamatan Umbu Ratunggay Barat, Desa Maradesa (Kabupaten Sumba Tengah),
  2. Sebelah Selatan : Samudera Indonesia,
  3. Sebelah Barat : Kecamatan Wanokaka, Desa Katikuloku (Kabupaten Sumba Barat), dan
  4. Sebelah Timur : Kecamatan Lewa (Kabupaten Sumba Timur)
  5. Batas Enclave : Kampung Lahona
  6. Dan distrik Eks Taman Nasional Laiwangi Wanggameti terletak pada koordinat 9˚57΄- 10˚11΄ LS dan 120˚03’-120˚19΄ BT pada elevasi 50-1225 Mdpl dengan batas
  • Sebelah Utara : Desa Wanggameti dan Desa Katikutana, Kec. Matawai Lapau
  • Sebelah Selatan : Desa Praimadita, Desa Ananjaki, dan Desa Nggongi, Kec. Karera; Desa Lailunggi, Desa Wanggabewa, dan Desa Wahang, Kec. Pinu Pahar
  • Sebelah Barat : Desa Praing Kareha, Desa Billa, Desa Waikanabu, dan Desa Wudi Pandak, Kec. Tabundung
  • Sebelah Timur : Desa Nangga dan Desa Tandulajangga, Kecamatan Karera
  • Batas Enclave : Desa Ramuk dan Desa Mahaniwa, Kec. Pinu Pahar; Desa Katikuwai, Kec. Matawai Lapau.

Flora dan Fauna di TAMAN NASIONAL MATALAWA

Kawasan Taman Nasional MaTaLaWa adalahsalah satu tempat yang menyimpan kekayaan jenis tanaman dan satwa sangat tinggi di Pulau Sumba. Tingginya keanekaragaman jenis tanaman dan satwa di dalam area Taman Nasional MaTaLaWa tersebut sebab didukung oleh tipe ekosistem yang beragam.

Berdasarkan hasil inventarisasi tumbuhan yang dilakukan, sejumlah jenis tanaman yang ada di dalam area Taman Nasional MaTaLaWa, antara lain: Kaduru Bara (Palaquium obtusifolium Burck.), Karakaka, Witi malawu, Kaduru rara (Palaquium obovatum Engl.), Wata kamimi, Kahingga Kaba, Laru (Myristica littoralis Miq), Wihi kalauki (Calophyllum soulattri Burm. F), Kawita kaba (Tarenna incerta Kds.et.Val), Tada katabi ( Aglaia leucophylla King), Maranggawalu, Wata kamimi, Kepadih, Witi Malawu, Mbuimata, Murungiha (Helicia excelsa Blume), dan lain-lain. Jenis-jenis unggul lokal yang pun ditemukan di dalam area Taman Nasional MaTaLaWa antara lain: cendana (Santalum album), inju watu (Spondias pinata Merr), kaduru/ nyatoh (Palaquium obovatum), horani/suren (Toona sureni Merr), kesambi (Schleihesa oleosa), lobung/salam (Eugenis sp), manera (Aglaia eusideroxylon), mayela (Artocarpus glaucus BL), pulai (Alstonis scholaris), halai (Alstonis spectabilis), sawo kecik (Manilkara kauki).

Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah hasil penelitian, jenis-jenis satwaliar yang teridentifikasi di dalam area Taman Nasional MaTaLaWa antara lain: 215 jenis burung, 22 jenis mamalia, 72 jenis kupu-kupu, 7 jenis amphibi, dan 4 jenis reptilia. Dari 215 jenis burung sembilan jenis diantaranya adalahspesies endemik Sumba, yaitu: rangkong/ julang sumba (Aceros everetti), kakatua jambul jingga (Cacatua sulphurea citrinoristata), gemak sumba (Turnix everetti), punai sumba (Treron teysmani), walik rawamanu (Ptilonopus dohertyii), burung madu sumba (Nektarina buettikoferi), myzomela kepala merah (Myzomela erythrocephala), sikatan sumba (Ficedula Harteti) dan punggok wangi (Ninox Rudolffi).

Peta Lokasi


Sumber :

  • https://id.tnmatalawa.xyz/id/profil-taman-nasional-matalawa/

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan