Tata Cara Sholat Idul Fitri Beserta Niat dan Hukumnya

  • Whatsapp

Tata Cara Sholat Idul Fitri Beserta Niat dan HukumnyaBetantt.com, Hari Raya Idulfitri 1442 H akan berbeda dari lebaran tahun-tahun sebelumnya. Mengingat pandemi COVID-19 belum sepenuhnya mereda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa tentang tata cara salat Idulfitri pada masa pagebluk ini.

Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2021 Tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19 tersebut diterbitkan untuk merespons datangnya tanggal 1 Syawal 1442 H yang kemungkinan besar terjadi pada saat wabah virus corona di Indonesia belum mereda.

Bacaan Lainnya

Hukum salat Idulfitri adalah sunah muakadah atau sangat dianjurkan. Terlebih, pelaksanaannya yang hanya setahun sekali menjadikan salat Idulfitri terlalu sayang untuk dilewatkan.

Soal lokasi salat Idulfitri, MUI memberi beberapa rincian fatwa. Jika suatu wilayah dinilai aman dari penularan virus corona, terkendali, dan ada pelonggaran kebijakan physical distancing, maka salat Idulfitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla atau tempat lain.

Akan tetapi, jika umat Islam berada di di kawasan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali, maka salat Idulfitri dapat dilaksanakan di rumah masing-masing.

Sebagai catatan, Fatwa MUI menyatakan pelaksanaan salat Idulfitri, di masjid, tanah lapang dan musholla maupun di rumah harus tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah terjadinya potensi penularan virus corona.

Tata Cara Sholat Idul Fitri Beserta Niat dan Hukumnya.
Tata Cara Sholat Idul Fitri Beserta Niat dan Hukumnya.

Khusus, untuk salat Idulfitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah atau secara sendiri. Salah Ied di rumah juga bisa dilaksanakan tanpa disertai khubah.

Sholat Idul Fitri dilaksanakan 2 rakaat dengan satu kali salam. Sebelum melaksanakan sholat, diwajibkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Adapun niat sholat idul fitri adalah sebagai berikut:

Ushalli sunnatan li idi fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati ada’an imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Berikut ini adalah panduan melaksanakan sholat Idul Fitri yang bisa kamu kerjakan di masjid, lapangan terbuka ataupun di rumah secara berjamaah:

  1. Sebelum sholat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
  2. Sholat dimulai tanpa kumandang azan dan iqamah. Namun dengan seruan “ashalatul jami’ah” yang artinya ajakan untuk mendirikan sholat secara berjamaah.
  3. Mulai dengan niat sholat Idul Fitri.
  4. Membaca takbir dan mengangkat tangan sebanyak 7 kali
  5. Membaca takbiratul ihram, diteruskan surah Al Fatihah dan surah-surah pendek dalam Al Qur’an.
  6. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud dan seterusnya seperti ibadah sholat biasa hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.
  7. Pada rakaat kedua, bacalah takbir dan mengangkat tangan sebanyak 5 kali.
  8. Membaca Al Fatihah dan diteruskan surah-surah pendek dalam Al Qur’an.
  9. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, duduk tahiyat akhir, kemudian salam.

Hukum Sholat Idul Fitri

Sebelum memahami tata caranya, ketahui dahulu hukum pelaksanaan sholat Idul Fitri:

  • Sunah Muakad

Artinya sholat Idul Fitri sangat dianjurkan bagi seluruh umat Islam. Sebab sholat ini hanya dilaksanakan satu tahun sekali dan menjadi salah satu bagian dari rangkaian ibadah Ramadan.

  • Fardhu Kifayah

Artinya sholat ini bersifat wajib bagi umat Islam secara keseluruhan. Maksudnya jika sebagian besar umat Islam sudah melaksanakannya, maka hal itu dinilai sudah cukup.

  • Fardhu ‘ain

Artinya sholat Idul Fitri wajib bagi umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Dengan begitu, sholat ini akan mendatangkan dosa jika tidak dikerjakan atau ditinggalkan.

Itulah uraian mengenai tata cara sholat Idul Fitri beserta niat dan hukumnya. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita.

Tata Cara Shalat Idul Fitri Berjamaah

Jika salat Idulfitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuan jumlah jamaahnya, minimal empat orang, yakni satu imam dan tiga makmum.

Berikut tata cara salat Idulfitri berjamaah berdasarkan tuntutan yang dikutip dari Fatwa MUI dan NU Online.

  1. Sebelum salat Ied, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
  2. Salat Ied dimulai dengan menyeru “ash-shalâtu jâmi‘ah” yang artinya “Salat jama’ah akan segera didirikan. Selain itu, salat Ied dilaksanakan tanpa didahuli azan dan iqamah.

  3. Membaca niat salat Idulfitri

Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, salat Idulfitri juga mesti didahului dengan niat.

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: “Ushallii sunnatan lii’idil fitri rak’ataini [imaaman / makmuuman] lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

  1. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر/Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  2. Tujuh takbir pada rakaat pertama

Pada rakaat pertama salat ied, setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca takbir lagi sebanyak tujuh kali. Takbir sebanyak tujuh kali tersebut diucapkan sambil mengangkat tangan.

Di sela-sela setiap dari tujuh takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latinnya: “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

  1. Membaca Surah al-Fatihah

Setelah takbir tujuh kali, kemudian membaca surah al-Fatihah sebagai rukun salat. Setelah itu, disunahkan membaca surah al-A’la.

  1. Kemudian dilanjutkan dengan ruku’, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti salat biasa. Lalu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.
  2. Lima takbir pada rakaat kedua

Selepas berdiri lagi pada rakaat kedua, membaca takbir lagi sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan seperti sebelumnya. Kelima takbir itu di luar takbir saat berdiri pada rakaat kedua (takbir qiyam). Di sela-sela setiap dari lima takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latinnya: “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

  1. Setelah lima takbir, membaca surah al-Fatihah, dan kemudian disunahkan membaca surah al-Ghasyiyah.
  2. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, Iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam.

  3. Setelah salat, mendengarkan khutbah Idulfitri

Usai salat Idulfitri, khatib membacakan khutbah hari raya dan jamaah sebaiknya mendengarkan dengan khusuk.

Sedangkan apabila jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat Id berjamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, salat Idulfitri boleh dilakukan tanpa khutbah.

Tata Cara Shalat Idul Fitri Sendirian (Munfarid)

Apabila salat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri atau munfarid, tata caranya tidak jauh berbeda dengan salat Ied berjamaah, kecuali niatnya yang dimaksudkan untuk salat sendirian.

Bacaan niat salat Idulfitri sendirian adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُنْفرِدا لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: “Ushallii sunnatan lii’idil fitri rak’ataini munfaridan lillahi taa’ala”

Artinya: Saya berniat salat sunah Idulfitri dua rakat sendirian karena Allah Ta’ala.

Selain itu, bacaan salat Idulfitri diucapkan dengan pelan (sirr) atau tidak dikeraskan (jahr). Salat Ied yang dikerjakan sendirian tidak disertai khutbah. (*)

Baca Juga:

Last Update: 8 Juni 2021

Artikel Menarik Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *